Orang Jepang dan Bunuh Diri

tak kurang dari 450 juta yen dana yang udah dikucurkan pemerintah Jepang pada tahun 2001 buat neliti sebab2 orang bunuh diri dan usaha2 pencegahan bunuh diri, tapi hasil yang diharapkan belum juga muncul..foto di samping adalah foto halaman utama koran The Japan Times hari ini, sejak tahun 1998, secara konstan, jumlah kasus bunuh diri per tahun di Jepang selalu lebih dari 30000 kasus.. tercatat tahun 2006 kemarin ini, ada 32155 orang yang mencabut nyawanya dengan sengaja.. kalo kita bermatematika dikit, brarti rata2nya ada sekitar 87,8 orang yang bunuh diri tiap harinya.. cckk..

mari kita coba analisa dulu, kenapa sih orang Jepang memilih untuk bunuh diri:

  • Bunuh Diri dianggap sebagai Jalan untuk Mempertahankan Kehormatan

coba kita kembali sbentar ke masa lampau, pasti pembaca sekalian tau donk apa itu harakiri dan kamikaze..
bagi yang gak tau, arti harafiah dari harakiri adalah memotong perut sendiri, dan itulah yang para samurai dan pemipin tentara Jepang di perang dunia lakukan waktu mereka hampir kalah, setidaknya mereka gak mati di tangan musuh..
kamikaze sendiri adalah para penerbang bunuh diri di jaman perang dunia, mereka rela menabrakkan pesawat terbang mereka ke kapal musuh demi menjaga kehormatan bangsa.. bahkan saat Jepang saat itu semakin terdesak, lowongan kamikaze dibuka dan jumlah yang mendaftar jauh ngelebihin jumlah pesawat yang ada..

di jaman sekarang contohnya, businessman yang udah hampir bangkrut bunuh diri bersama setelah sebelumnya minum2 dulu buat terakhir kali.. dan ada juga yang ngebawa anaknya ke kematian dengan alasan biar anaknya gak menanggung malu.. skitar 2 minggu lalu juga salah satu menteri kabinet Abe ada yang bunuh diri karena diduga terlibat korupsi..

  • Dikucilkan dari Pergaulan (Sekolah, Kantor, ataupun Keluarga)

jumlah pelaku bunuh diri usia sekolah meningkat sekitar 2,9% menjadi 886 orang.. coba bayangin, dimana lagi selain di Jepang seorang anak SD bisa mutusin buat bunuh diri cuma gara2 dapet nilai jelek atau di-bully tmen2nya, kayak “you’re shit”, “you’re not worth living”, dan “the world would be better without you”.. hal ini juga berlaku bagi para pekerja kantoran..

  • Stress karena Masalah Kesehatan atau Menjadi Pengangguran

perlu diketahui, perekonomian Jepang beberapa tahun terakhir ini mengalami deflasi, sehingga jumlah pengangguran pun terus meningkat, dan sukses memicu 15412 orang untuk bunuh diri.. dan stress karena menjadi pengangguran atau masalah kesehatan menjadi penyebab paling utama orang bunuh diri di Jepang.. Jepang adalah stress society, dimana tekanan2 yang dirasakan individual begitu kuat..

  • Adanya Literatur2 yang Menggambarkan Bunuh Diri sebagai sesuatu yang Indah

Seichi Matsumoto, seorang penulis Jepang, pernah nulis kalau hutan lebat seluas 2400 hektar di dekat gunung Fuji adalah tempat yang tepat untuk “perfect death”, dan sejak itu banyaaakk banget orang yang memilih mengakhiri hidupnya di situ..

selain hutan, suicide spot yang ngetrend si Jepang adalah rel kereta api, mereka loncat ke running train pas kereta masukin stasiun, dan terpaksalah kereta itu berhenti beroperasi selama beberapa jam, dan bayangkan dampaknya ke masyarakat umum, sperti yang kita tau, orang Jepang lebih memeilih naek kreta daripada mobil buat ke kantor.. kayaknya cara ini cocok buat orang2 yang benci ama keluarganya, soalnya keluarganya bakal diwajibkan membayar denda sebesar US$70000..

ngomong2 soal suicide spot ada semacam jalanan mendaki di belakang asrama saya yang dikanan-kirinya banyak pohon2 rimbun. katanya dulu juga suka dijadiin tempat bunuh diri, haha.. mana kalo malem suka pulang sendiri lewat situ lagi..

yang lebih gila lagi, ada penulis namanya Wataru Tsurumi nulis buku tentang “The Perfect Suicide Manual” yang isinya tentang panduan lengkap mengenai how to commit suicide by hanging, self-immolation, electrocution, drug overdose, and other gruesome means.. buku ini bahkan jadi local best-seller hits..

  • Lack of Prohibition against Suicide

secara umum, orang Jepang gak punya agama, jadiya gak ada yang ngelarang mereka milih bunuh diri sebagai jalan keluar.. mereka juga gak percaya (gak perduli tepatnya)akan keberadaan Tuhan, jadi mereka gak tau kepada siapa mereka harus bersandar di kala susah..

sekian dari saya, ntr bsok2 tak tambahin poto suicide spot dket asrama..
pembaca sekalian, tulisan saya ini jangan dijadiin inspirasi buat bunuh diri yah.. huhu..

This entry was posted on Friday, June 8th, 2007 at 12:23 pm and is filed under Budaya, Jepang. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

 

8 Responses to “Orang Jepang dan Bunuh Diri”

  1. Pelangi Says:

    Ih serem…,meninggal karena ajal aja belum tentu ke surga, apalagi bunuh diri.

    Disinilah perlunya agama untuk, tuntunan hidup.

  2. visma Says:

    yuki….,masukin lagi dong tentang bunuh diri anak-anak sekolah di jepang,tapi diceritain lebih lengkap kejadian-kejadian nyatanya.seru tuh kayanya.
    tx !

  3. pacarnyayuki Says:

    g nyangka ya, ternyata di negara semaju Jepang ada masalah serius ky bgini..
    padahal klo gw liat negara Jepang termasuk negara gemerlap yang penuh hura2 dan kesenangan..
    ya..semua kembali ke diri masing2 lah ya, segimana kuat seseorang bisa nyelesein masalah2 dalam idup mereka dan agama yang menurut gw penting banget buat nuntun orang ke jalan idup yang bener, bukan berarti orang2 beragama g bs terjerumus ke masalah ky bunuh diri bgn loh ya, jd..ky yang gw bilang dri awal semua kembali ke pribadi masing-masing..^^

  4. Yuki Says:

    eh pacarku mampir..
    betul sayang, ntr aku nyusul mereka bunuh diri boleh gak? hehe..

  5. ati Says:

    Good artikel. Di sgp kasus bunuh diri juga meningkat walaupun tdk spt di jepang. Caranya gak jauh beda, lompat direl kereta, dan plg gampang terjun dr flat, bahkan ada bbrp kasus bunuh diri sekeluarga. Masalah sih biasanya terlilit utang. Benar bgt kata pelangi, disinilah perlunya agama.

  6. Aya Nurdin Says:

    Mungkin ada beberaoa dari mereka suicide dengan alasan mempertahankan kehormatan dan harga diri, tapi kalo melihat kecenderungan saat ini sebagian besar dari mereka bunuh diri karena mekanisme coping mereka gak efektif menghadapi stress dan kegagalan. Pandangan mereka terhadap standar kesuksesan juga sangat berpengaruh terhadap tingginya angka suicide disana. Jika tidak berhasil menunjukkan prestasi terbaik bisa diartikan sebagai kegagalan seumur hidup.

  7. log_on_me84 Says:

    my dear lord..

    i was about to make thesis about this. hahhaha

  8. sherwintobing Says:

    haha, kok bisa kebetulan begitu, itu informasi di atas 2 point terakhirnya saya campur antara analisis saya, pendapat jepang2 teman saya, dan artikel2 internet. just in case you wan’na know.

Leave a Reply

 

Close
E-mail It