Surprise, Security, and American Experience

akhirnya selesai juga baca buku ini.. Surprise, Security and American Experience adalah buku setebal 118 halaman yang ditulis ama seorang expert masa Cold War sekaligus seorang dosen ternama di Yale University, bernama John Lewis Gaddis..
dosen US’ Politics and Foreign Policy gw yang rekomendasiin buku ini, buat dapet gambaran tentang politik luar negeri Amerika secara menyeluruh..lumayan keren juga bukunya, dan dikemas dalam bentuk “agak2″ novel, jadi gak ngebosenin.. penjelasan2nya gampang banget dimengerti, dan pemilihan katanya enak banget..

bukunya sendiri dibagi dalam 5 bab, yaitu: pengantar, abad 19, abad 20, abad 21, dan penutup.. para mahasiswa hubungan internasional biasanya terpaku hanya ke politik luar negeri Amerika Serikat sejak akhir perang dunia 1, padahal penting bagi kita untuk ngeliat jauh ke belakang, ke awal berdirinya Amerika itu sendiri, dan dia memuat hal2 itu di bab abad 19..

dia mencoba menerangkan 3 konsep dasar politik luar negeri Amerika seperti yang dicetuskan oleh Presiden ke-6 Amerika, John Quincy Adams, dan ketiga konsep itu adalah preemptive, unilateralism, dan hegemony.. dan rupa2nya, entah secara kebetulan atau tidak, seluruh Presiden Amerika ampe yang sekarang ini masih menerapkan 3 konsep ini dalam politik luar negeri Amerika, walaupun patut diinget kalo ada beberapa pengecualian, seperti waktu jamannya Franklin Delano Roosevelt yang dengan sukses membelokkan tradisi ini..

Gaddis juga menyinggung tentang event2 tertentu, seperti Cold War, Vietnam War, dan 9/11, yang mempengaruhi US foreign policy decision-making process.. dan hal terakhir yang dia singgung yang gak kalah penting adalah mengenai the tension between civil liberties and national interest, dia ngasih pertanyaan yang terlihat gampang cuma susah sebenernya buat dijawab: To what extent can we sacrifice our freedom in the name of national security?

finally, dia juga nyinggung kalo ada baiknya bagi kita untuk gak mengkritik kebijakan2 yang telah diambil pemerintah kita (dalam hal ini: Amerika) di waktu yang udah lalu, karena kita harus bisa terlebih dahulu ngejawab 2 pertanyaan berikut ini:

1. What would we have done had if we had been in their place then?
dan yang lebih ngeri lagi,
2. How comfortable will our descendants be with the choices we make today?

seperti kata peribahasa, tak ada gading yang tak retak, buku ini buat gw juga gak lepas dari kritik, soalnya gw ngerasa bagian endingnya agak kurang pas ama penjelasan2 dia sepanjang isi buku, tapi secara overall gw bisa kasih 8.5/10 lahh..

This entry was posted on Saturday, June 9th, 2007 at 1:22 pm and is filed under Buku, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

 

4 Responses to “Surprise, Security, and American Experience”

  1. -La Vienz- Says:

    FDR indeed, in my opinion, is the best US president of all time.

    sebenarnya, kebijakan setiap presiden amerika selalu berbenturan dengan sistem demokrasi liberalnya itu yang memberikan kebebasan sebesar-besarnya pada rakyatnya. makanya civil liberties itu selalu jadi issue.

    sistem hukum mereka sendiri juga memiliki cacat, sebenarnya, makanya ada film2 seperti “The Life and Death of David Gale” dan “Runaway Jury”, di mana hukum bs diputar balik, dan pendosa bisa menjadi tak berdosa. hihihi.

    tapi amerika adalah negara besar yang tidak lahir begitu saja kemarin sore. mereka melewati banyak proses yang membawa mereka ke posisi mereka saat ini. misalnya kayak masalah perbudakan yang menyebabkan civil war antara utara dan selatan, atau 18th amendment tentang pelarangan alkohol, lalu permasalahan tentang hak voting bagi wanita. hal-hal seperti ini telah memberikan pengertian pada mereka akan arti ‘kebebasan’ itu sendiri.

    walaupun ini tidak membenarkan. karena apa yang mereka anggap benar belum tentu merupakan kebenaran bagi bangsa lain.

    sebenarnya ini bisa dimengerti, sayang latar belakang sejarah inilah yang sering dilupakan orang2. bahkan termasuk amrik sendiri..

    hihi. maaf, saya sok tahu. yang mahasiswa HI kan anda. tapi ini mah menurut yang saya tahu aja…

  2. Yuki Says:

    well said mbak, dan ya, FDR might be one of the US President I like, along with Quincy Adams, Wilson, JFK (ada beberapa saat yang bkin gw kagum ama ketenangannya meredakan amukan massa), Carter (khusunya keberaniannya buat menolak isolationism dan hubungan collegial approach yang dia terapkan dalam hubungannya ama staff2nya), dan munkin Reagan (haha, ini sehubung dengan ketertarikan saya ama kaum neoconservatives)..

    overall, kren juga mbak, suka hal2 berbau politik juga yah, hehe..

  3. vienz Says:

    hehehe, politik? mungkin kalo aku lebih interest ke sejarah-nya, kali yah..dan kenapa saya lumayan tau banyak soal sejarah amerika,kebetulan saya pernah sekolah satu tahun di sana, pertukaran pelajar. dan kebetulan dua mata pelajaran yang saya paling sukai adalah US government dan US history..

    boleh juga nih sekali2 ngobrol2 soal politik. kebetulan HI adalah salah satu major yg pernah saya taksir.. (tp males belajar IPS pas SPMB, hihihi.)

  4. Yuki Says:

    wah keren juga, heheh.. salut2..
    tentu mbak, anytime, ini juga bakal ditambahin artikel2 yang berbau HI2an, hehe, ntr komen lagi yak..

    huhu, gw malah dari IPA nyasar ke jurusan IPS bgni, heheh, dilema juga sih waktu itu.. cuma, ya sudahlah, mudah2an ini jalan yang bener..

Leave a Reply

 

Close
E-mail It