Resolusi PBB vs Proyek Nuklir Iran (Pencerahan)

kesel juga ngeliat ampe akhir2 ini masih ada aja orang2 yang dengan sembrononya masiiihhh aja bilang Indonesia, sebagai anggota Dewan Keamanan (DK) PBB, gak seharusnya mendukung resolusi yang PBB keluarkan terhadap Iran, dengan alesan2 kayak: “Indonesia bertuan ke Amerika..”, “Ahmadinejad kan udah minta dukungan waktu itu ke Indonesia..”

agak2 out of date emang, tapi selain buat menumpahkan kekesalan, post ini juga ditulis buat menjabarkan 1001 alesan2 logis kenapa kita harus mendukung resolusi itu sebagai negara yang berpolitik luar negeri bebas aktif..

mari kita lihat dari segi logika dulu..
ICMI adalah salah satu pihak yang menentang keras resolusi ini pada waktu itu, karena nganggep Indonesia hanya ngikutin maunya tuan besar, Amerika.. mereka dengan lucnya meneriakkan solidaritas Islam dan entah apa lah, padahal seperti yang kita tahu, saat itu KTT Liga Arab sedang berlangsung, dan gak ada yang nganggep ini masalah agama, mereka sepenuhnya sadar ini masalah internasional kok.. Qatar, salah satu peserta KTT yang juga merupakan anggota tidak tetap DK PBB juga memilih opsi mendukung resolusi seperti Indonesia.. nampak jelas juga, ada ketakutan di kalangan negara2 Timur Tengah terhadap proyek2 Iran..

Russia dan China, anggota tetap DK PBB, adalah sedikit dari banyak negara yang memiliki hubungan erat ama Iran.. coba lihat apa keputusan mereka saat voting buat resolusi ini.. bahkan kawan dari Iran sendiri aja merasa perlu meluluskan resolusi ini..


sebenernya ini adalah masalah yang simpel, masalah transparansi.. kalo iran mau transparan soal proyeknya kan udah dijanjiin bantuan dari negara2 Barat asal proek tersebut dibuat untuk tujuan damai.. orang2 Iran bilang kalo tiap hari ada sekitar 2400 orang yang keluar masuk Iran buat memeriksa proyek nuklir mreka, dan nganggep kalo mereka udah membuka semua informasi tentang proyek mereka.. kenyataannya, ada sejumlah area pengembangan uranium yang gak boleh diakses, mucul pertanyaan.. kalo emang gak ada apa2, kenapa takut membuka semuanya?

mari kita tilik segi politik luar negeri bebas aktif kita..
bebas berarti kita gak bertuan ke siapapun, gak ke Iran ataupun Amerika, yang katanya mengontrol IAEA.. lucu juga, perlu diketahui, IAEA sebenernya adalah lembaga independen yang bebas dari pengaruh Amerika.. ingat waktu IAEA ngamuk2 pas senat Amerika nyebarin data salah tentang pengayaan uranium di iran..
Direktur Jendral IAEA, Muhammad El Baradai, seorang Arab, yang dianggap memliki kredibilitas tinggi dan terpercaya saja masih mempertanyakan masalah transparansi nuklir iran kok..

muncul pula pendapat yang bilan kalo Indonesia sebaiknya bersikap abstain saja, toh ke-5 anggota tetap sudah setuju, resolusi was very likely to be passed.. yang perlu diperhatikan di sini adalah prinsip kedua politik luar negeri Indonesia, aktif.. mana bisa Indonesia mengambil sikap abstain, apanya yang aktif.. dan perlu diingat, terlepas dari kenyataan Indonesia mendukung resolusi, Indonesialah yang memasukkan sejumlah point penting di sidang tersebut, seperti melanjutkan diplomasi dan mencegah serangan langsung..

mudah2an post saya ini bisa memberi pencerahan kepada yang masih aja protes2 soal ini..

This entry was posted on Saturday, June 30th, 2007 at 2:04 am and is filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

 

21 Responses to “Resolusi PBB vs Proyek Nuklir Iran (Pencerahan)”

  1. STAR Says:

    yuki…
    sebenernya dirimu jurusan apa si..?
    udah punya pacar ya..? hikz.., adik-adikku single tuh.. *muka penuh harap* halaaahhh..
    mungkin juga perlu mencermati apakah PBB itu benar-benar mewakili seluruh bangsa-bangsa?

  2. Ipang Says:

    gw salut ma Iran yg bener2 gentle…
    Ada jaminan ga yg pnya proyek seperti itu cm Iran aja????
    ———————————
    Knp org2 sono nyuruh Indonesia abstain??? Mereka nyuruh gitu bkan tanpa alasan…mereka sudah atau mungkin sering liat kl di Indonesia(mkin liat wakil rakyat qt sering abstain dlm ambil keputusan pd sidang2 di Gedung sono, hehehe)sering abstain.

  3. Yuki Says:

    @star:
    heheh.. si mbak ada2 saja..
    saya jurusan hubungan internasional mbak..
    boleh mbak, saya emang lagi merencanakan sebuah artikel berjudul “benarkah kita perlu PBB dan kenapa?”
    thanks for the comment..

    @ipang:
    korea utara mungkin bisa dikatakan memiliki proyek yang sama.. tapi jika anda mengikuti perkembangan berita akhir2 ini, korut semakin lama semakin melunakkan sikap tertutupnya, terutama dalam six party talks, dan mengizinkan pemeriksaan mendetail di kawasannya..

    gentle kenapa emangnya iran itu?
    bisa dijelaskan?

    perlu diketahui, saya pribadi juga gak 100% percaya iran punya senjata aneh2, cuma jika anda melihat kecenderungan iran untuk bersikap seakan2 mereka merahasiakan sesuatu, mungkin eang ada something’s wrong..

    ada triple negatives phrase yang bisa diaplikasikan ke sini..
    “not having an evidence of something might be a problem is not a reason for not taking action as if it were a problem..”

    ada beberapa orang, dari golongan neoconservatives amerika misalnya, yang selalu mencoba mengambil tindakan precaution sembari memikirkan worst case scenario.. kalo politikus dan warga2 dunia harus menunggu ampe iran terbukti punya senjata nuklir dan bertujuan jahat, akan sudah sangat terlambat untuk mengambil tindakan..

    jangan lupakan politics of fear yang dicoba diterapkan oleh beberapa negara kayak Iran, dan Rusia (untuk rusia liat post saya ang sebelumnya).. those who can create the darkest nightmares will become much more powerful..

  4. Rahmat Aini Yudidharma Says:

    Oke, saya setuju ini sebenarnya bukan masalah agama. Tapi Anda juga harus fair mengambil referensi bahwa hanya sebagian kecil saja di Indonesia yang menggunakan isu “Islam” untuk menolak resolusi itu.

    Seperti kita ketahui bersama, sejak Revolusi Iran tahun 1979, negara itu selalu mendapatkan embargo ekonomi luar biasa berat dari negara2 barat khususnya Amerika Serikat. Malangnya hingga sekarang tekanan ekonomi itu tak pernah surut sementara mereka butuh hidup layak seperti negara-negara lainnya. Wajar bila kemudian pemerintah Iran mencoba memanfaatkan segala sumber daya yang ada (termasuk uranium) untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya yang kesulitan pasokan listrik. Argumen versi ini tidak akan Anda temukan dalam berita CNN walaupun sudah beratus kali diucapkan oleh Mahmoud Ahmadinejad.

    Sangat sulit bagi Iran untuk mengembangkan senjata Nuklir pemusnah masal, lha wong cari listrik aja susah kok

    Kasus Nuklir Iran berbeda jauh dengan kasus Nuklir Korea Utara yang memang secara jelas ditujukan untuk memperkuat system pertahanan.

    Berdasarkan argumen itulah mengapa Pemerintah SBY selalu mengelak di”interpelasi” DPR karena tidak memiliki dasar-dasar keputusan yang bias dipertanggung jawabkan. Atau dengan kata lain, Jika SBY hadir dalam interpelasi, kita akan melihat SBY mati kutu dihadapan semua orang.

    Lagipula, siapa sih yang sebenarnya merupakan “Ancaman” dunia? Iran atau Amerika Serikat?

  5. Yuki Says:

    @rahmat:
    thanks buat komennya..
    gw cuma memberi contoh ICMI, bisa kan dikategorikan sebagai kelompok kecil?

    kalo loe baca komen gw di atas, baka tertera jelas sekali gw nulis “saya pribadi juga gak 100% percaya iran punya senjata aneh2..”, point gw di sini hanyalah kalo emang gak ada yang aneh2 brarti gak ada yang perlu disembunyikan, kalo loe baca secara total post gw ada tulisan mengenai beberapa tempat pengayaan uranium yang dilarang untuk diperiksa..

    dan gw dsni bukan mempermasalahkan pemakaian uranium sebagai sumber tenaga listrik, don’t care about that..

    point penting lainnya, kalo anda tau mengenai masalah peak oil dan anda adalah pemerhati linkungan, and akan menolak pengayaan uranium..
    perlu diketahui, buat mengambil uranium itu sendiri, diperlukan minyak dalam jumlah yang tidak sedikit.. belum lagi, untuk mempurify uranium tersebut sehingga bisa dipergunakan buat dipake di nuclear power plant, diperlukan minyak dalam jumlah gila2an..

    peak oil sendiri telah dilewati amerika sekitar tahun 1970, yang enyebabkannya harus bergantung ke oil2 di timur tengah.. silahkan dikoneksikan sendiri..

    huhu, yang perlu diingat, kalo ada negara A yang jauuhhhh lebih jadi “ancaman” buat dunia daripada negara B, bukan berarti negara B bukan “ancaman”.. get my point?

  6. aisha_putri Says:

    emangnya udah pasti ya segala rahasia itu merupakan indikasi kalau ada something wrong?
    dan juga, bukankah selama ini PBB sendiri terkesan, dan memang sepertinya, hanya dari, berasal dan untuk Amerika Serikat?
    sekedar pertanyaan ^^

  7. Yuki Says:

    @aisha:
    enggak juga, cuma bukankah bisa juga mengindikasikan demikian, seperti telah saya bilang, sebelum ada kepastian kita gak bisa yakin bukan..

    lebih lanjut lagi, PBB mungkin terlihat selalu merepresentasikan kepentingan amerika, namun perlu diingat bahwa yang mengadakan penyelidikan dsna adalah IAEA..
    memang IAEA adalah salah satu lembaga di dalam lingkup PBB, cuma seperti yang udah saya tulis di artikel, IAEA pun berani memprotes amerika di saat amerika dengan seenaknya mengumumkan data pengayaan uranium iran secara sembarangan..

  8. guebukanmonyet Says:

    Salam kenal Yuki,

    Menjawab pertanyaannya, gue masih kuliah eeuy. Maunya sich udah kerja, hehe. Kalo loe sendiri? Btw, lo itu yang cewek apa cowok di foto?

    Mengenai topik artikel, gue sich mendukung posisi Pemerintah RI dan menurut gue gak penting banget DPR menggunakan hak interpelasinya untuk isu satu ini.

  9. guebukanmonyet Says:

    Maap2, lo yang cowok yach. hehe. Dan lo kuliah di Jepang ngambil Hubungan Internasional. Jadi lo gak usah jawab pertanyaan gue. Hehe. Sukses!

  10. Rahmat Aini Yudidharma Says:

    Tetap saja itu hanyalah sebuah Paranoid Politik Amerika Serikat. Jika Peak oil menjadi persoalan, pertanyaan selanjutnya adalah : “Adakah pilihan lain bagi Iran dimana kedaulatan negaranya saat ini terancam akan mengalami nasib yang sama dengan Irak?”

    Sekedar me-refresh ingatan kita semua, bahwa Irak juga pernah ‘dikunjungi’ oleh IAEA dan keputusannya : Irak tidak memiliki senjata pemusnah massal.

    But, what next… negeri itu tetap saja hancur oleh AS dan sekutunya.

    Poin pentingnya ada 2 hal,

    pertama, setelah kasus Irak, masihkah Iran (atau kita semua) mempercayai institusi DK PBB sebagai pelindung dan pengayom?

    Kedua, It’s not about weapon. ini murni tentang tujuan politik AS terhadap Iran yang mencoba mengembalikan rezim lama Iran (Dinasti Pahlevi, atau kelompoknya) ke tampuk kekuasaannya yang dulu sangat pro AS.

    No body perfect

  11. Mohammad Helman Taofani Says:

    Gw dulu nonton “Save Our Nation” featuring Rizal Mallarangeng sebagai moderator, anggota DPR (namanya lupa, dari fraksi PKB pokoknya), dan dua pemerhati masalah kebijakan luar negeri dari yayasan.

    Di situ diperdebatkan kenapa DPR ngajuin interpelasi ke presiden seputar sikap “pro” Indonesia dalam sidang DK PBB yang dijelasin Yuki.

    Well, dari argumen-argumen yang dikeluarin sama anggota DPR, gw langsung mengambil kesimpulan ada apa di balik interpelasi itu.

    Toh, kalo soal bego-nya DPR kita udah ngga perlu dibahas lagi kan yak?

  12. Ronn Says:

    Gw dukung resolusi PBB dan keputusan indonesia. Ternyata Indonesia masih punya logika dalam berdiplomasi.

    Ini bukan urusan dukung-mendukung negara seagama….

  13. Yuki Says:

    @monyet:
    yup, kayak kurang kerjaan aja DPR, masalah dalem negeri masih banayk yang belom beres, kok ngurus2in urusan kayak getu.. biasalah, citra udah jatoh, trus tau rakyat bakal protes ngeliat resolusi ini, langsung deh bikin interpelasi biar menaikkan citra.. ridiculous..

    btw, loe masih kuliah?tapi keren2 tulisannya kawan, allow me to link your blog yah.. haha..
    dan thanks, semoga sukses juga..

    @rahmat:
    saya setuju ama point anda soal paranoid poltik.. emang kayak getulah kelakuannya kaum neoconservatives amerika..
    bner mreka belum ketemu WMD di Irak, tapi mana mereka peduli, mereka malah bilang: “no evidence of nuclear weapons just simpy means that we haven’t found it yet..”

    inget juga waktu masa cold war, salah seorang kaum neoconservatives, Donal Rumsfeld, mendirikan team B, yang bertujuan untuk menyelidiki aktivitas nuklir Uni Soviet karena gak percaya ama laporan CIA yang bilang USSR tetap pada perjanjian membatasi nuclear weapons.. waktu mereka menemukan kalo hasil penelitiannya sama aja ama data CIA, mereka dengan seenaknya bilang kalo senjata2 itu udah sedemikian canggihnya sehingga gak terdeteksi.. mereka seakan2 terperangkap dalam suatu kebutuhan akan kepemilikan nuclear weapons oleh negara rival mereka..

    perlu diingat, gw dsni hanya mencoba menganalisa apa kira2 alasan pemerintah menyetujui resolsusi PBB ini..

    @mohammd and ronn:
    thanks buat komennya.. yup, emang di satu sisi SBY mungkin agak kewalahan menjelaskan kenapa resolsi ini disetujui, tapi lat aja di debat itu, DPR kayak gak punya alesan juga kan?cuma mau sekedar memperbaki citra kayak yg gw tulis di bagian atas komen ini..
    dan ternyata masih banyak orang yang bisa melihat ini bukan masalah solidaritas agama, huhu, pusing juga kan kalo tiap ada masalah bawa2 agama.. politics has to be separated from religion kayaknya emang..

  14. Rahmat Aini Yudidharma Says:

    Yah..mau gimana lagi kawan…DPR pusat memang memiliki komisi, bidang ato apalah yang memang ngurusi soal Luar negeri. Kalo soal dalam negeri, orangnya dah lain lagi tuh yang ngurus.

    By the way, Indonesia kabarnya mau mendirikan PLTN di utara Jawa Tengah, kalau gak salah di Jepara apa kudus gitu yang sekarang lagi marak di protes LSM.

    Jangan2 dicurigai pula tuh !!

    Dikira kita mau mengembangkan sejata Nuklir. Kira2 kalau emang ada negara yang pertama kali sewot, negara mana ya… Australia?

  15. Yuki Says:

    hooh, bner tuh yang di jepara.. entahlah..

    tapi bung rahmat, saya jadi inget, kan anda kmren2 ini bilang “…Adakah pilihan lain bagi Iran dimana kedaulatan negaranya saat ini terancam akan mengalami nasib yang sama dengan Irak?” dan “..Wajar bila kemudian pemerintah Iran mencoba memanfaatkan segala sumber daya yang ada (termasuk uranium) untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya yang kesulitan pasokan listrik”

    padahal pemerintah barat udah bilang pun akan dibantu proyek pengayaan uraniumnya kalo emang untuk tujuan damai, dan itu juga udah saya post di tulisan saya kan..jadi bukankah lebih baik transparan?

    mudah2an membantu..

  16. Rahmat Aini Yudidharma Says:

    Menurut informasi yg pernah kudengar nih..(Sbg orang yang tidak ahli soal timur tengah dan hanya hobby saja ngamati Iran dan Turki),

    Parlemen Iran sebenarnya menanggapi baik usulan itu, tapi kemudian sedikit kacau balau saat United States mulai campur tangan dengan ancaman akan memperluas embargo jika tak mau tunduk.

    Kalau gak salah, itu penyebabnya..

    Mengapa..? Karena United States ternyata menyimpan kejengkelan juga saat tahu ternyata ada beberapa negara barat dan beberapa negara Asia diam2 menjalin kerjasama ekonomi dengan Iran bahkan makin lama makin transparan kerjasamanya.

  17. Yuki Says:

    @rahmat:
    well, mungkin juga.. ntrmau coba diskusi ama oom saya, kbtulan beliau direktur di IAEA..

    anyway, blog utama loe yang mana sih, jadi bingung mesti bales berkunjung ke yang mana.. hehe.. kan pengen berkunjng juga..

  18. inda_ardani Says:

    sok-sok’an nimbrung … :p sambil back to topic, critanya … :D

    emangnya indonesia tu mau cari mati apa pake nantang2 amrik segala?
    bukannya pro amrik, hanya sinis :P :P kikiki ….

    lumayan juga ni isu, tapi kayaknya indo cuman berani berada di area hitam-putih deh …
    lagian ngapain sih ngurusin urusan luar negeri segitu gede???
    urusan dalem negri aja kisruh ga karuan gitu …

    tenang, saya masih cinta indo, kok :>

    iran emang gentle, kan ada ahmadinejad :P

  19. Asmaul_Azizah Says:

    cara pandang setiap orang pasti berbeda. mengapa?karna setiap individu memiliki posisi memandang yang berbeda serta memiliki minat khusus pada aspek yang berlainan.km mengatakan buku itu bentuknya lebar dan indah(cover) karna km melihat dari depan.sementara aku mengatakan buku itu pendek dan tidak indah sama sekali karna aku melihatnya dr posisi samping dan posisi bukunya roboh.
    km benar.kl kita mendukung salah satu pihak kt tdk akan berfikir secara obyektif atau karna otakku saja yang terlalu cekak sehingga aku tak bisa melihat sesuatu dari 2 sisi . aku sering mendengar tentang palestina,barangkali itulah yang membuatku ga netral. terlalu berlebihan se kl dikatakan mendukung krn dukunganku ibarat setitik debu ditengah sahara( tdk akan kelihatan dan berpengaruh apa2)mungkin yg lebih tepat adalah simpati / trenyuh atas penderitaan mereka.
    btw blog km boleh di link gak yah? meski sejak awal kita sudah sepakat untuk tidak sependapat, tapi kita masih bisa berteman kan??

    asmaul_azizah

  20. Yuki Tobing Says:

    @inda:
    mantaaapp.. setuju sekali ama loe mbak, hehe..

    biasalah, orang Indo yang sok2 teriak2 anti Amerika emang banyak.. yeah right liat tuh converse di kaki mereka, liaat tuh mulut mereka masih pada bau ayam KFC..
    gak usah hipokrit lah..
    (maap agak sedikit menyebalkan saya dsni)

    dan setuju, DPR masih bnyak juga urusan lainnya, dan saat itu citra mereka lagi jeleeek banget gara2 masalah laptop, dan bisa2nya ngalihin isu ke sini.. haha.. kocak..

    @ azizah:
    sure mbak, gak masalah.. maap kalo agak keras kmren saya, tak maksud.. hehe..
    kadang emang bner, media di Indo mempengaruhi pikiran2 bangsa kita soal Palestina ini.. simpati? saya setuju kita harus simpati ama mereka..

  21. inda_ardani Says:

    weits, jadi isu ini merebak barengan sama kasus laptop DPR yang malu2in itu … ??? walaah …

    udah pada kelebihan energi kali yaaa??? :p

    soal laptop itu juga asik buat digosipin, bayangin aja ngapain juga ngasih lappie seharga 30 jt-an (atau lebih? atau kurang? dunno, yg jelas gini ni …)
    buat mereka2 yang nggak terlalu getol jadi konsumen IT, yang ngetiknya aja minta diketikin, yang nayangin slideshow aja masih nanya-nanya …

    untung ngga jadi. kalo kesampean, jangan2 lappienya malah dipake buat chatting pas sidang :p

    back to topic … sebenernya kasian juga sih ngerasain negara kita kok dipepet gitu. well, gak papa … biar abstain toh kalo ternyata kita bisa cari celah diplomasi kan tetep aja hubungan ma iran jalan terus. toh sampe saat ini indo juga ngga punya alesan buat musuhin iran :)

Leave a Reply

 

Close
E-mail It