Hotel Rwanda: Review
Libur semester ini udah dimulai dari kemarin, sayangnya urusan perpanjangan visa Jepang gw belum selesai juga, jadi gak bisa pulang ke Indonesia tercinta.. anyway, karena gak ada kerjaan, kmren gw nonton film berjudul Hotel Rwanda..film ini dibuat berdasarkan kisah nyata, kisah kepahlawanan seorang manajer hotel, Paul Rusesabagina, yang menyelamatkan sekitar 1000 orang Hutu dan Tutsi dari peristiwa genocide yang terjadi di Rwanda di tahun 1994..
biar gampang ngerti isi film ini kita mesti tau terlebih dahulu latar belakang Rwandan Genocide ini.. Rwanda adalah bekas jajahan Belgia, dan dua suku terbesar di Rwanda adalah Hutu dan Tutsi.. pemerintah kolonial Belgia dengan pintarnya mendiskreditkan suku mayoritas Hutu dan mengangkat orang2 dari suku Tutsi sebagai pejabat setempat.. setelah Belgia memberi kemerdekaan ke Rwanda, ketegangan semakin meningkat seiring kembalinya kekuasaan ke tangan Hutu yang masih menyimpan dendam terhadap suku Tutsi..
film ini diawali dengan suara dari Radio T?l?vision Libre des Mille Collines (RTLM), radio anti-Tutsi yang menyerukan:
They are cockroaches. They are murderers. Rwanda is our Hutu land.
hari itu Presiden Rwanda, Juvenal Habyarimana yang berasal dari suku Hutu menandatangani perjanjian perdamaian di bawah pengawasan United Nations Peace Keeping Operations di Hotel des Milles Colines, tempat Paul bekerja sebagai manajer..
tak ada yang menduga kalo keesokan harinya tersiar kabar bahwa pesawat yang ditumpangi Presiden mereka dan juga Presiden Burundi yang berasal dari suku Hutu ditembak jatuh, dan kejadian ini natinya berfungsi sebagai katalis ke Rwandan Genocide..
trus gimana lanjutan ceritanya? bagaiman peran PBB di sana? ..
setelah tewasnya kedua Presiden itu, orang2 Tutsi yang tinggal di sekitar rumah Paul, satu2nya Hutu yang bisa mereka percaya, langsung bersembunyi di rumah Paul.. termasuk di antara mereka adalah istri Paul, Tatina yang berasal dari suku Tutsi, anak2 mereka dan keluarga sang istri..
rumah Paul sempat diperiksa oleh kalangan militer Hutu Rwanda, dan berkat kemampuannya melobi mereka cokcroaches2 yang bersembunyi di rumahnya bisa terselamatkan dan dia sukses ngebawa mereka ke hotelnya..
ancaman terus datang, Paul bahkan menjadi salah satu target pembunuhan mengingat dia melindungi para Tutsi.. hotel sempat diserbu beberapa kali, namnun Paul selalu bisa menghalau mereka..
harapan sempat muncul ketika Perancis mengirimkan konvoi untuk menyelamatkan orang2 di hotel itu.. sayangnya, mereka hanya berminat menyelamatkan kaum kulit putih saja dan Paul beserta kawan2nya yang berkulit hitam harus tetap tinggal di hotel hanya dengn penjagaan 4 orang dari United Nations Peace Keeping Forces (UNPKO).. terlihat jelas di fim, komandan UNPKO, Colonel Oliver, meminta bantuan ke kantor pusat PBB, namun bantuan tak kunjung datang karena Rwanda hanyalah negara kecil di Afrika..
mereka akhirnya bisa kabur ke refugees caps setelah Rwandan Patriotic Front, tentara pemberotak Tutsi mengambil alih kekuasaan di Rwanda..
Momen terbaik di film ini adalah ketika UNPKO mengumumkan beberapa nama yang akan mereka evakuasi dari hotel terlebih dahulu.. Paul dan keluarganya adalah sedikit dari beberapa yang dapat diselamatkan terlebih dahulu, tapi saat melihat ke arah hotel des Milles Collines yang akan dia tinggalkan, dan menyadari masih banyak pengungsi di sana yang pasti akan mati kalo dia pergi, Paul meloncat turun dari truk, kembali ke hotel dan membiarkan istri dan anak2nya selamat..
saat nonton film ini, kita mugkin ikut merasa frustasi seperti layaknya Paul dan Colonel Oliver waktu menyaksikan bahwa PBB sama sekali tidak melakukan apa2 dalam mengintervensi pembunuhan massal ini.. bayangkan, 1 juta orang bisa dibunuh hanya dalam 3 bulan dan PBB tidak melakukan apa pun karena Rwanda hanyalah negara kecil di Afrika dan mereka tidak punya kepentingan sama sekali di sana
overall, film ini bagus banget, acting Don Cheadle, pemeran Paul dan Sophie Okonedo, pemeran istrinya patut dikasih two thumbs up.. belum lagi soundtrack film, Million Voices yang dinyanyikan oleh Wyclef Jean , terasa pas banget..
berikut ini adalah beberapa penggal lirik dari lagu Million Voices dan trailer film ini:
Rwanda, Rwanda, Yeah Rwanda, Rwanda.
They said: “Many are called and few are chosen,”
But I wish some wasn?t chosen for the blood spilling of Rwanda.
They said: “Meshach, Shadrack and Abednego, Thrown in the fire but you never get burned,” but I wish that I didn’t get burned in Rwanda.They said: The man is judged according to his works, so tell me Africa, what?s your worth?
There?s no money, no diamonds, no fortunes on this planet that can replace Rwanda?If America, is the United States of America, Then why can?t Africa, be the United States of Africa?
And if England, is the United Kingdom, Then why can?t Africa unite all the kingdoms and become United Kingdom of Africa?
bagi yang belum nonton, gw merekomendasikan film ini.. silahkan cek trailernya:
yang udah nonton, apa pendapat anda?



July 24th, 2007 at 3:20 am
Pagi juga Yuki. Kok sekarang nggak ada shout box nya ?
Iya, tiap hari memang 7.30 udah sampai kantor.
July 24th, 2007 at 4:13 am
iya ni SBnya kok ga ada ya
July 24th, 2007 at 5:10 am
nice review..jadi kepengen nonton niy…udah lama gak nonton film-film heroik setelah film apocalipto..
July 24th, 2007 at 6:18 am
keren emang ni filmnya.. hehehe
July 24th, 2007 at 8:48 am
shoutbox nya ilang kemana oi?
July 24th, 2007 at 9:04 am
filmnya bagus koq…gak rugi deh…aku sampe hampir menitikkan air mata saking sedihnya..
apalagi pas adegan istri sama anaknya di bawa ngungsi pake truk..di tengah jalan hampir mati dicegat sama lawannya…Sumpah tegang banget ni film…
July 24th, 2007 at 10:00 am
aku dah nonton di hbo.. dag dig dug seer nontonnya.. klo nonton pelem2 begini pasti gue ga harap2 cemas kli aja tokoh utamanya mokat..
bagus!
ada yang nonton life is beautiful ga? bagus juga tuh! wajib tonton
ntu dia Ki, gue bingung.. seinget gue backup tamplatenya ada di komputer lama… ntar gue obrak abrik dulu.. sayang klo mo buat lagi
July 24th, 2007 at 10:20 am
Kita juga dah nonton tuh film…..emang bagus banget tuh and bikin deg2an….kadang tanya sendiri…kok bisa yah saling bunuh2an karena beda ras…hemmmm anyway..hope this will not happen again.
July 25th, 2007 at 3:15 am
Pagi Yuki… SB km km sembunyikan di mana ? Apa mungkin dah pulang Indo ya ?
July 25th, 2007 at 6:49 am
hi yuki, sempet tertarik sama pilem ini cuman kok ya keasikan liat serial korea mulu si, tapi ude ada yuki yg ngewakili nonton…jadi tau critanya :D.
moga2 kedua suku itu segera damai deh soalnya sampe sekarang masi bergejolak ya di Rwanda sana…prihatin sekali deh…
July 25th, 2007 at 2:12 pm
@all:
ada kok shoutboxnya, coba direfresh kalo ilang okeh, biat gak out of topic laen kali komennya, hehe..
silahkan yang belum nonton coba nonton dulu, gak nyesel deh..
July 26th, 2007 at 4:14 am
saya paling miris nonton film ini, ketika nonton adegan pagi2 paul pulang nyetir mobil dalam cuaca berkabut dg jalan yg bergeronjal, kirain jalannya yg berlubang-lubang ternyata dia sedang berkendara di atas mayat2 bergelimpangan sehabis peristiwa genocide.
July 27th, 2007 at 12:34 am
udah pernah nonton, emang bagus dan menegangkan melihatnya; apalagi mengalaminya ya?
namun sejarah kadang kontroversial.
July 29th, 2007 at 11:18 am
@pagebluk:
haha, iyah, yang trus mereka ampe ke sungai getu kan.. cckk..
@pak aroeng:
maksud pak aroeng, ada oknum2 yang merubah sejarah rwanda?
@all:
thanks buat yang komen//
September 13th, 2007 at 11:09 am
test note aja yuki..