Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia, Mungkinkah??!!

Alasan utama saya mengangkat topik ini semata-mata hanyalah karena saya melihat masalah konflik antar agama yang terjadi di Indonesia sudah mencapai tingkat yang memprihatinkan. Sejumlah tragedi berdarah yang dilatarbelakangi isu agama telah terjadi di Indonesia, sebut saja tragedi Situbondo, Ketapang, Ambon hingga Poso. Konflik yang saya maksud di dalam posting saya kali ini bukan hanya meliputi aksi saling membunuh antara umat yang berbeda agama saja, melainkan juga meliputi hostilitas dan kecurigaan yang mendalam terhadap pemeluk agama lain.Isu agama, jelas, merupakan isu yang sangat sensitif, mengingat hal ini bersangkutan dengan hubungan manusia dengan Tuhan-nya. Dalam essay-nya yang berjudul Reflexions on the Sociology of Civilizations, Edward A. Tiryakian menulis:

“Of all the objectives elements which define civilizations, however, the most important usually is religion…?, ?The major civilizations in human history have been closely identified with the world?s great religion; and people who share ethnicity and language but differ in religion may slaughter in religion may slaughter each other, as happened in Lebanon, the former Yugoslavia, and the Subcontinent…?

Menurut hemat saya, kita bisa menambahkan banyak contoh lain, seperti Irak, Irlandia, dan mungkin Indonesia. Di Indonesia sendiri, pertikaian kerap kali terjadi dalam berbagai skala antara pemeluk agama Islam dengan pemeluk agama Kristen, pemeluk dua agama terbesar di Indonesia. Dari banyak faktor yang berpotensi menimbulkan konflik antar agama, saya ingin mencoba membahas beberapa hal yang dapat kita lakukan demi menyelesaikan masalah ini.


Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain merupakan hal yang sangat sulit dilakukan, mengingat unsur historis telah sedemikian dalamnya membentuk kedua sikap ini dalam diri pemeluk agama, khususnya Islam dan Kristen. Kenyataan yang ada di lapangan pun sama sekali tidak mendukung untuk menghapus rasa curiga atau benci terhadap pemeluk agama lain. Di majalah Refugees edisi 142 yang diterbitkan oleh United Nations High Comissioner for Refugees, Antonio Guterres menyatakan:

?Even if it is human nature to be suspicious of the other, intolerance of other races, RELIGIONS, ethnic groups and political systems should not be tolerated beyond a certain point?

Rasa curiga dan benci ini pun semakin menjadi-jadi apabila para pemimpin agama setempat atau pengajar agama, yang entah secara sengaja atau tidak, melakukan komparasi insultif antara ?agama kita? dan ?agama mereka?. Peran yang lebih besar lagi dilakukan oleh media-media, entah TV, media massa, atau website-website popaganda. Jangan pernah meremehkan kekuatan media, sebagai contoh, peristiwa genocide di Rwanda memang menyebabkan tewasnya 800.000 orang oleh batu, pisau dan senjata berapi, namun perlu diingat, tanpa Radio Mille Collines yang menyebarkan propaganda anti Thutsi, ketegangan antara kedua etnis tidak akan berlanjut ke pertumpahan darah massal.

Kaum awam tentu akan dengan mudahnya menelan mentah-mentah informasi yang diberikan pihak-pihak tersebut tanpa berusaha mencari tahu kebenarannya. Hal-hal seperti inilah yang akan melemparkan kita ke atas batas yang dimaksud Antonio Guterres. Yang perlu dilakukan di sini adalah mengubah rasa curiga dan benci menjadi rasa penasaran yang positif dan MAU MENGHARGAI keyakinan orang lain. Janganlah men-judge sesuatu sebelum anda tahu banyak mengenai hal tersebut.

Contohnya, saya sempat terbingungkan oleh aksi-aksi brutal kaum radikal Islam circa 1990an dan aksi-aksi vandalisme yang dilakukan oleh FPI. Hal-hal seperti ini bisa mengantarkan pemeluk agama lain ke opini bahwa Islam mengajarkan kekerasan atau Islam tidak cinta damai. Setelah bertanya banyak ke teman-teman saya yang Muslim, saya jadi tahu bahwa pada dasarnya Islam adalah agama yang cinta damai. Lebih lanjut lagi, saya terkejut saat membaca postingan saudara guebukanmonyet yang berjudul Asalamualaykum, saya menyadari bahwa umat Kristen bukanlah satu-satunya yang mengucapkan salam damai (shalom), karena umat Islam pun mengucapkannya lewat Asalamualaykum.

Sebaliknya, banyak orang yang beranggapan bahwa Kristen mengajarkan kekerasan setelah menyaksikan aksi-aksi brutal Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa yang seenaknya memborbardir Timur Tengah dengan missile-missile mereka. Perlu diingat, seorang Mahmoud Ahmadinejad (Presiden Iran) pun pernah mengatakan bahwa orang-orang tersebut tidak selayaknya mengklaim diri sebagai orang Kristen karena tidak mengikuti ajaran Yesus yang penuh kedamaian.
Bisa disimpulkan, pelajaran pertama kita: Jangan menyalahkan agamanya apabila ada seorang pemeluk agama yang berbuat salah, salahkan orangnya!!

Sikap kepala batu dan mencari celah pun harus dihindarkan dalam dialog antar agama. Pelajaran kedua kita: Sudah jelas bahwa logika yang diambil tiap ajaran agama pasti berbeda, masakan kita mau memaksakan ajaran agama lain sesuai dengan logika kita yang terkadang sudah terkontaminasi fanatisme yang sempit??!! Tumbuhkan rasa penasaran yang positif dan jangan mengeraskan hati anda dengan bersikap sok tahu!!..

Pelajaran ketiga kita: Biarkan umat lain menjalankan ajaran agamanya, jangan tertawakan mereka!! Janganlah ada yang menghina suara adzan yang membangunkan orang di pagi hari, janganlah ada yang menmprotes dentuman drum, petikan gitar, dan suara nyanyian di gereja tiap hari minggu, janganlah ada yang mengolok-olok wanita ber-jilbab sebagai ninja, janganlah ada yang tertawa mengatakan bahwa Yesus Kristus mati seperti pakaian di tiang jemuran, dan lain-lain.
Berikan setiap umat kesempatan untuk beribadah sesuai pasal 29 ayat (2) UUD’45. Sesuai kalimat yang dicetuskan Presiden kita yang terhormat, “Orang mau beribadah kok dipersulit?”, seperti inilah harusnya kita bersikap.

Pelajaran keempat kita: Hindari diskriminasi terhadap agama lain (dan juga suku lain, sebenarnya), semua orang berhak mendapatkan akses yang sama ke pendidikan, kesehatan, jabatan politik, lapangan pekerjaan, dan sebagainya.

Sekarang mari kita melakukan refleksi singkat, apakah kita selama ini telah bersikap salah dan mau berubah? Apakah kita merindukan kerukunan antar umat beragama di Indonesia ini?
Jika jawaban anda Ya, marilah kita mulai perubahan ini dari diri kita sendiri.

Berikan tanggapan anda. Post ini tidak dibuat untuk menyinggung pihak manapun, pihak-pihak yang merasa dirugikan dipersilahkan untuk mengajukan pembelaan.

This entry was posted on Thursday, August 30th, 2007 at 8:49 pm and is filed under Budaya, Indonesia. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

 

21 Responses to “Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia, Mungkinkah??!!”

  1. tukang ketik Says:

    posting lo keren man…

  2. Abi Bakar Says:

    Kalau menurut saya masalah utama terjadi pertikaian antara umat di indonesia, disebabkan 3 hal utama:

    1. mental kerdil kita, yaitu mental warisan turun temurun dari penjajah yang menanamkan sifat mudah diadu domba, kemudian diabadikan slama 32 thn oleh rezim soeharto.

    2. masalah ekonomi, kerusuhan dimanapun terjadi umumnya dinegara dan daerah yang miskin atau banyak pengangguran disitu. jadi gampang sekali dihasutnya, coba kalau mereka semua punya perkerjaan dan hidup makmur, pastilah kerusuhan spt ini dapat diminimalisir sekecil mungkin. seperti di negara2 kaya contohnya, masalah debat agama, dan seringpula saling hina tokoh2 panutan umat agama lain, jarang sekali berakhir dengan ajang berdarah. Dan lagi, kerusuhan2 tersebut sering kali ditunggangi pihak2 penguasa demi menGOALKAN agenda politiknya…lol

    3. kondisi politik luar negri, jika konteksnya hanya pada islam-kristen maka kondisi polkam palestina dan negara2 timteng lainnya harus dibenahi, karena hal ini sangat signifikan dalam menumbuhkan kebencian terhadap agama lain.

  3. Yuki Tobing Says:

    @tukan ketik:
    thanks man

    @abi bakar:
    thanks kawan, pas lah saling melengkapi jadinya, gw kasih solusi loe kasih sebab2nya, hehe..
    point 1, gw setuju..

    point 2, haha, itu emang udah pasti kawan ada yang bergerak di belakang dan memangfaatkan momen2 kayak gitu demi ambisi pribadi, macem memancing di air keruh lah kira2.. hehe..

    point 3, indeed, it’s very obvious.. dan yang terpenting adalah interpretasi masyarakat Indonesia juga ke masalah2 itu, gimana mau ngerubah sikap mereka kalo nanggepin masalah seperti Israel-Palestina aja udah dengan ngasih dukungan buta..
    seperti yang kita tahu, Islam Indonesia pasti condong ke Palestina dan Kristen Indonesia condong ke Israel.. CMIIW
    pernahkah umat Kristen kita berpikir bahwa Israel selalu dengan biadabnya membunuhi kaum Palestina?
    pernahkah umat Islam kita berpikir bahwa Israel, undoubtedly, juga sama-sama punya hak atas tanah itu?

    anyway, mari kita kembali ke topik awal..

  4. Adite Says:

    hmmm kalo di islam khan ada ayat yang mengatakan “agama ku agama ku, agama mu ya agama mu”.. udah khan beres.. :D

    FPI kalo menurut saya sendiri sih emang terlalu agresif gitu kalo demo… jadi serem. vandalisme banget, mbok ya baek2.

    ga ada yang salah dengan agamanya.. yang ngaco itu ya orangnya..
    semua agama ngelarang judi, tapi masih aja ada judi, ngelarang mabok, masih aja ada yang mabok, ngelarang zina, masih aja ada yang hobi zina..

    last word.. HERAN…. saya
    lol

  5. gerry Says:

    pola pikir sempit itu kadang disebabkan juga karna orang-orang yg diskriminatif itu tidak tahu inti manusia sebenarnya. Saya tidak bisa menilai orang lain hanya dengan agama dan tata cara sehari-harinya, begitu juga orang lain juga tidak bisa menilai sesamanya berdasarkan perbedaan itu.

    Sikap menghargai perbedaan juga harus didukung dengan kemampuan untuk “nimbrung” di perbedaan itu. Ga mau tahu dan memupuk rasa permusuhan kalau dikembangkan akan menjadi sikap ekslusif yang sama sekali tidak rasional. Hilangkan sikap skeptis golongan dan belajar memahami “yang lain” itu.

    Tulisannya bagus nih..buang diskriminasi jauh-jauh

  6. Sani Says:

    post bagus .. cuman hati2 aja kawan .. kemaren2 ada blog yg jadi ajang
    saling .. ehm .. di shoutbox nya
    gara2 mslh sensitif begini. Cukup menyenangkan bisa mendengar masukan2 dan pencerahan dari para blogger.

  7. inda_ardani Says:

    permisiii …. nyoba bilangin sudut pandangku ya. sebelumnya mau tanya kenapa? di eropa ada isu anti agama tertentu lagi kah sejak masalah hirsi ali tahun 2004-2006? :) penasaran aja, ide apa yang memicu artikel ini

    agama memang berkali2 didiskreditkan hanya untuk menutupi kekerdilan jiwa manusia yang merasa dirinya paling benar. sebenernya, yang salah tetap manusianya

    harun yahya, seorang tokoh islam yang rajin mengupas masalah ketuhanan dalam fenomena alam dan sosial, menekankan di penghujung salah satu vcd-nya tentang palestina, bahwa kita harus membedakan antara yahudi (agamanya) dan zionis (orang2nya). pihak yang menekan rakyat palestina dengan sedemikian rupa adalah zionis, tidak boleh digeneralisasikan ke yahudi karena tokoh pendeta yahudi pun ada yang mengecam tindakan kejam mereka menyiksa rakyat palestina itu

    pernah baca buku biografinya james yee: for god and country? kalau ada yang belum tahu, keluarganya adalah keturunan cina yang tinggal di amrik hampir seumur hidup mereka. dia sendiri kemudian menjadi militer lulusan west point, jadi harusnya tidak ada yang meragukan nasionalismenya (kepada amrik).

    yang terjadi, dia dipanggil dengan dalih tugas rahasia kemudian digiring ke guantanamo (yang kita tahu merupakan salah satu neraka dunia) berbulan-bulan tanpa kejelasan–hanya karena dia seorang muslim. dia mengalami hal itu saat isu terorisme menghangat. yang menyakitkan, setelah itu dia memang dibebaskan, tetapi kasus itu dipetieskan. tidak ada pengakuan apalagi ucapan maaf dari amrik atas kesalahan penangkapan itu.

    buku itu (terjemahan di indo) dikasih subjudul: korban paranoia amerika. sebuah titel yang wajar, menurutku.

    teman2 kak yuki benar, saya sebagai muslim bersaksi bahwa agama kami adalah agama yang cinta damai (peace out? ya bolehlah dibilang gitu :p) kalaupun ada yang sampai merugikan ketentraman umat manusia tanpa alasan yang jelas, itu adalah pihak yang tidak bertanggungjawab yang mencatut identitas kami

    Al Quran jelas sekali telah mengatur masalah kerukunan umat beragama ini, bagamana kita menjaga kedamaian demi keadilan dalam penjelasan runtut sebanyak 8 ayat (36-43) di surat AsSyuro (bahasa arab:musyawarah, bisa diduga isinya lah). bisa banget sih saya tulisin terjemahannya … cuma agak panjang :)

    mungkin salah satu dari rangkaian ayat itu aja dulu ya:
    “dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa,
    tapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (terhadap orang yang berbuat jahat kepadanya),
    maka pahalanya atas (=menjadi) tanggungan Allah.
    Sungguh, Ia tidak mencintai orang-orang yang dzalim (=ketidakadilan)”

    segitu dulu aah … maaf kalo komennya amatir banget, kan memang hanya Tuhan yang Mahabenar. :) saya pro deh sama kampanye damai!

  8. Yuki Tobing Says:

    @adite:
    that’s it my brother, salahkan orangnya, jangan agamanya, hehe.

    @gerry:
    penilaian terhadap seseorang memang tidak sebaiknya dilakukan berdasarkan agamanya, melainkan kualitas dirinya sendiri regardless of his/her religion..

    @sani:
    thanks sani, yang penting saya tela berusaha bersikap objektif,hehe, gak bermaksud nyinggung sapa2 kok..

    @inda:
    gak kok, emang lagi pengen aja, hehe.. kebetulan melintas di kepala ide2 tentang itu..
    benar sekali soal pembedaan yahudi dengan zionis, sayangnya yang sering terjadi kita liat orang2 awam teriak: yahudi bangsat dstrusnya..
    indeed, semua anggota zionist adalah yahudi, tapi apakah semua yahudi adalah zionist?
    gak amatir kok, gw suka ama komen loe, pake referensi Qur’an lagi, jadi gw bisa tau ayat2nya juga.. thanks all..

  9. Idrus Fhadli Says:

    hmmm….
    sebenernya sih mungkin aja tercipta kerukunan antarumat beragama itu…
    seperti kata #adite, dalam Islam ada ayat yang menyatakan “untukku agamaku, untukmu agamamu”, nah selama intisari ayat tersebut dipegang, atau dengan kata lain tiap pemeluk agama menghormati dan menghargai pemeluk agama lainnya, tentulah terciptanya kerukunan antarumat beragama tersebut bukan hanya ada dalam mimpi…

    dan satu lagi, penyebab ketidakharmonisan hubungan antarmanusia yang ada didunia ini adalah “SETAN”, sebab setan akan berupaya sekuat tenaga untuk menghasut umat manusia sampai hari kiamat… dengan berbagai cara tentunya…

  10. Yuki Tobing Says:

    @idrus:
    thanks kawan, saya tau ayat itu dan kebetulan saya menyukainya..
    saya menginterpretasikannya kira2 “jangan usik agamaku, urus saja agamamu”

    dan emang bner, ngapain kita iseng nyari2 celah agama lain? cuma buat kepuasan diri? buat nyela2 mereka?

    mau mereka gak sempurna ajarannya kek, mau mereka ajarannya absurd kek, kan bukan urusan kita.. jalani aja yang kita percayain lah, toh kita sendiri yang mempertanggungjawabkannya di akhir hayat ntar..

  11. PuTLie Says:

    sebenernya perbedaan itu indah. Dulu saya pernah pacaran sama orang bali yang beragama hindu. Menyenangkan kok, saya jadi lumayan tahu tentang agama nya. Bahkan saya ikut ke pura sekadar nunggu dia sembahyang dan kadang saya sendiri ikut acara keagamaannya di pura. Saya pikir, selama kita saling menghargai, menghormati satu sama lain pasti nya akan baik2 aja. Tapi ketika satu pihak udah mulai memaksa, menuntut, atau berusaha untuk menjadi dominan… udah pasti bakal ada konflik. menurut saya sih inti nya harus saling mencintai sesama umat manusia. jadi jangan mencintai seseorang hanya karena kelompok, agama, atau ras nya. Tapi karena kita semua sama, manusia.

  12. Aya Nurdin Says:

    Kalo menurutku, itu disebabkan karena beberapa pemeluk agama yang berlainan hanya mengedepankan perbedaan diantara mereka bukannya mencari persamaan yg bisa jadi menyatukan mereka. Nah lho….aku ngomong apaan yak?! Make sense gak sih^_^
    (Mode korslet: ON)

  13. bleu Says:

    Agama adalah salah satu cara effektif untuk memobilisasi massa (cara lain misalnya race, citizenship, sekolah). Bisa untuk tujuan baik, jahat, politik, dll. Sayangnya seringan digunakan untuk tujuan politik…

  14. -La Vienz- Says:

    yup. totally agree with you. esp in the part that says: don’t judge the religion, blame the people.
    kejahatan itu munculnya dari manusia kok.

    itu dia ki, udah lama gw mengkhawatirkan kenyataan yg makin ke sini makin menyedihkan ini: apakah semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ hanya sekedar wacana belaka?

    soalnya makin ke sini kayaknya kita makin sulit menerima perbedaan. padahal perbedaan itulah yg menimbulkan keragaman, dan keragaman memperindah identitas kita.

    bukan begitu?

  15. Charley Hutabarat Says:

    Artikel yang bagus nich, dengan arti mudah-mudahan dengan artikel ini semua yang memberikan komentar adalah mengenai persamaan dan bukan perbedaan antara kedua agama. Karena kalau kita lihat persamaan antara agama Islam dengan agama Kristen adalah paling banyak persamaanmnya daripada persamaan ke agama yang lain, tetapi kenapa selama ini yang menonjol justru perbedaan antara kedua agama tersebut, heran kan…? Saya setuju bahwa kita ngga usalah menilai atau ngusilin agama yang lain, itu namanya kurang kerjaan, soalnya agama yang kita anut aja belum tentu kita memahaminya sepenuhnya (teori dan implementasinya)apalagi harus menilai agama yang lain, iya kan?. Palestina dan Israel abang-adik kali ye?, kok negara mereka bertetangga dekat gitu ya? (sama-sama keturunan ADAM-HAWA bro..?). kalau mereka adalah abang-adik dan besok-besok mereka berdamai, amin..!, Negara kita jadi negara apanya mereka ya? mungkinkah negara kita akan dijadikan sebagai adik atau abang mereka? atau jangan-jangan negara kita dijadikan cuman sebagai pembantu kali ye?. Kalau saya melihat ni ya, ibaratnya konflik di Palestina - Israel masih gerimis, konflik di negara kita sudah hujan badai, sangat lucu dan menggelikan. Saat ini saya bekerja dan hidup ditengah-tengah hampir 99% umat muslim, kita hidup damai kok sebagai keluarga besar tetapi perlu dicatat bahwa kami adalah “orang-orang yang blank sama sekali tentang politik”. Jadi menurut saya, konflik antara umat Islam dan umat Kristen di Indonesia adalah ulah para Poli-TIKUS2 yang ada didalam dan diluar negeri sana yang ingin mengambil keuntungan dari konflik tersebut(kita dijajah politik eui…). Saran saya nich.. medingan banyak-banyak dengarin lagu “DEWA” aja, lagu yang itu..tuh..ngga hapal benar judulnya eui.. tapi yang isinya kayak gini nich…! “Aku hanya orang Indonesia saja” dan “Laskar Cinta” Aku Ucapin “SALAM DAMAI” buat seluruh warga Indonesia.Katakan “Aku hanya orang Indonesia saja”
    Cee..illee… kok saya bisa nulis kayak gitu ya.. inspirasi darimana tuh…? ah, ngga tahulah… yg. penting mari kita bersatu Bung..! :)

  16. Yuki Tobing Says:

    well said dari temen2 sekalian, ya memang betul, isu agama gampang sekali dipergunakan untu memobilisasi massa demi kepentingan pribadi, terlebih di Indonesia, dimana masih banyak orang2 fanatik, cckkk..

    satu point lagi, mencari2 perbedaan bukan mencari persamaan yang sudah jelas lumayan banyak dan bisa mempersatukan kita.. wBhineka Tunggal Ika seperti yang ditulis mbak vivien, sudah ditinggalkan pun..

  17. Yuki Tobing Says:

    okey, this is ENOUGH..

    silahkan cermati berita berikut:
    Domestic Church attacked; pastor and faithful injured

    http://www.asianews.it/index.php?l=en&art=10218&size
    by Mathias Hariyadi

    Over 300 Islamic extremists attacked a protestant congregation gathered to celebrate Sunday service. The reason remains unclear. The Synod of Christian Churches expresses concern.

    Sukatani (AsiaNews) – A group of over 300 Islamic extremists attacked a domestic Church in the regency of Tangerang, 25 km from Jakarta on September 2nd last. The attackers gravely wounded the pastor and 6 of the faithful, circa 60 people, while they totally destroyed the community’s property. The attack took place while the faithful where gathered to celebrate Sunday service.

    Jau Dolokseribu, pastor of the Protestant Churches of the Christian Synod is currently in hospital in a grave condition. According to early reports, the extremists attacked because the Christians were without permission to erect the domestic Church. In Indonesia, a complicated law governing the religions makes it very difficult for minority Churches to gain this permission, making it practically impossible for them to practice their faith.

    Police Chief of Tangerang, Toni Hermanto, confirmed the attack but gave no further information. The group which unites Indonesia’s protestant Churches instead released a statement condemning the episode and expressing its “pain and deep concern

    The Protestant Church of the Christian Synod is well known through the country. His faithful are mostly drawn from the batak ethnic group, and celebrate all of their functions in the local dialect.

    bner2 dah, baru bikin post ini baca berita bgni, cckk..
    no hope kah??!!

  18. guebukanmonyet Says:

    Of course, it is possible. It may sound so hard but it is feasible. As you guys have been saying, religions are never wrong, it’s the people who always manipulate religions for their own sake.

    What’s happening in Indonesia is something that other countries are experiencing too. Even in countries such as UK, religious assimilation is something that’s really challenging to be done smoothly by the government. The difference is that UK has better economy and therefore its people are so much more aducated.

    Salam :)

  19. Yuki Tobing Says:

    @guebukanmonyet:
    huhu, brarti bner donk nyet, kunci dari semuanya adalah pendidikan..

  20. Dony Alfan Says:

    Sesuai dengan misi dari posting ini yang menyebarkan kedamaian, maka saya dukung sepenuhnya.
    Seseorang memeluk agama supaya dapat merasakan ketentraman jiwa, dengan memiliki suatu agama kita bisa berkeluh kesah kepada Tuhan yang kita yakini masing2, dan tentu saja ini tidak bisa dipaksakan kepada pemeluk agama lain. Seandainya agama Islam itu benar senang berperang, maka dengan enteng hati saya lebih memilih menjadi orang yang tak beragama. Alasan saya memeluk Islam adalah karena cari ketentraman, ketenangan, dan kedamaian, bukan peperangan! Siapa yang bakalan masuk surga atau neraka, itu urusan Tuhan, Tuhan yang mana? Ya Tuhan-nya masing2 pemeluk agama.
    Dah dulu yah, komentar saya ini sama sekali tidak berbobot, mohon maaf kepada yang punya blog…

  21. Goresan Ngawur » Blog Archive » Blogger Indonesia of the Week (82): Sherwin Tobing Says:

    […] between Muslims and Christians. I took different stance. You can read my opinion on this issue here. Basically, that article suggested one important starting point for this peaceful coexistence, that […]

Leave a Reply

 

Close
E-mail It