Sebuah Kisah tentang Homoseksualitas

Angel duduk dengan gelisahnya di pelataran parkir stasiun Gambir. Ia sudah tak sabar lagi untuk bertemu dengan Ronny, pria yang beberapa minggu terakhir ini menjadi pacarnya. Ronny kebetulan terdaftar sebagai mahasiswa di kota lain. Namun, kegelisahan Angel lebih dikarenakan pertemuan ini akan menjadi pertemuannya yang pertama dengan Ronny. Ya, Angel belum pernah bertemu langsung dengan Ronny, ia hanya mengenal Ronny dari friendster, sebah situs pertemanan yang sangat populer di kalangan remaja. Perkenalan mereka di friendster berlanjut ke chatting di MSN, hingga mereka akhirnya menyadari kalau mereka cocok satu sama lain dan memutuskan untuk memulai kisah cinta mereka.Ronny tidak berbeda aslinya dengan foto-fotonya di friendster, dan Angel merasa senang karena tidak salah pilih pacar. Sayangnya, Ronny membuat pengakuan yang sangat mengejutkan…

IA TERNYATA ADALAH SEORANG WANITA LESBIAN. Selama ini dengan pintarnya Ronny berlagak seperti seorang pria. Hal ini tidak terlalu susah buatnya, karena ia memliki suara bariton ala lelaki, rambut yang cepak, muka yang sangar, dan dada yang rata. Bahkan ia meng-input MALE sebagai jenis kelaminnya di friendster.
Angel menangis sejadi-jadinya karena merasa ditipu, dan Ronny menyatakan kalau ia rela bila Angel ingin memutuskan hubungan dengannya. Entah karena kebanyakan nonton sinetron atau ingin sok-sokan seperti alur cerita film-film Barat, Angel berkata: ?Kalau cinta kan harus bisa menerima apa adanya?. Sejak saat itu, dimulailah kisah cinta terlarang ini.

(Cerita di atas sama sekali bukanlah khayalan saya belaka. Oknum-oknum yang disbutkan di dalam cerita di atas adalah kenalan sahabat saya yang telah dimodifikasi namanya. Mereka bahkan tidak malu-malu lagi meng-expose keromantisan mereka di depan umum, dan menurut informasi yang diperoleh dari sahabat mereka, Angel dan Ronny telah melakukan beberapa hal yang sering dilakukan oleh remaja masa kini saat berpacaran. Saya pun telah melihat account friendster mereka berdua.)

Menurut informasi yang saya dapatkan dari majalah Newsweek edisi 17 September 2007, kaum homoseksual di negara-negara Eropa Barat, seperti Belgia, Belanda, dan Spanyol telah mendapatkan kedudukan dan hak yang sama dengan kaum heteroseksual. Mereka bahkan diizinkan untuk menjadi anggota angkatan bersenjata. Di Mexico, pemerintah setempat telah melegalkan pernikahan sesama jenis ada November 2006. Negara bagian Rio Grande di Brazil mengharuskan adanya subsidi bagi pembayar pajak yang menginginkan operasi ganti kelamin yang berarti meyetarakan mereka dengan penderita peyakit jantung dan AIDS.

Di akhir tahun 2007 ini, Kolombia juga akan memberikan hak penuh bagi kaum homoseksual untuk mengikut asuransi kesehatan. China telah menghapus sodomi dari daftar tindak kriminal dan jug menghapus homoseksualitas dari daftar penyakit mental. Menurut sumber ini yang dirangkum di sini, kaum liberal Amerika Serikat juga telah melegalkan pernikahan sesama jenis di empat negara bagian. Lebih lanjut lagi, seperti yang kita ketahui, di beberapa belahan dunia, Gay Pride Parade adalah salah satu festival yang ditunggu-tunggu.

Di saat dukungan terhadap kaum homoseksual semakin meningkat, pertanyaan pun muncul: Apakah sikap yang harus kita ambil? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya ingin mencoba melihat masalah ini dari dua sisi:

Sisi Agama
Saya rasa agama-agama besar di Indonesia, Islam dan Kristen, pun mengambil sikap tidak setuju akan hal ini. Mari kita tilik beberapa kisah dan ayat Alkitab yang membahas mengenai ini:
Kejadian 19: Kisah tentang hukuman Allah bagi kota Sodom dan Gomora yang penduduknya suka melakukan kejahatan homoseksualitas.

Imamat 18:22: Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian

Ulangan 23:17: Di antara anak-anak perempuan Israel janganlah ada pelacur bakti, dan di antara anak-anak lelaki Israel janganlah ada semburit bakti.

1Raja-raja 14:24: Bahkan ada pelacuran bakti di negeri itu. Mereka berlaku sesuai dengan segala perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari orang Israel

Roma 1:27: Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka

Yang dapat kita tangkap dari sini adalah homoseksualitas sama sekali bukanlah barang yang baru, melainkan telah ada dari jaman dahulu. Banyak sekali alasan yang dapat dikemukakan oleh kaum homoseksual, namun yang sudah pasti agama menentang prakteknya.

Bila di antara para pembaca sekalian ada yang ingin menyumbangkan ayat-ayat kitab sucinya yang melarang praktek homoseksualitas, saya akan sangat berterima kasih.

Sisi Logika
Saya percaya bahwa setiap manusia memiliki kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya masing-masing, dan setidaknya mereka masih lebih baik daripada orang-orang yang bingung akan menentukan jalan hidupnya sendiri. Saya juga tidak pernah memandang rendah kaum homoseksual sepanjang mereka tidak menggangu saya, dalam arti tidak mengejar-ngejar saya atau bermesraan di depan saya. Berteman dengan mereka pun tidak masalah, walaupun berdasarkan pengalaman saya gay-gay itu kok sensitif banget yaaa?

KHUSUS mengenai orang-orang yang telah menjadi homoseksual sejak lahir, dengan fair pun saya menyatakan kalau sah-saja bagi mereka untuk memperjuangkan persamaan hak seperti halnya kaum heteroseksual (kecuali bagian pernikahan sesama jenis tentunya). Mereka juga berhak membentuk solidaritas Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender ataupun I-am-proud-to-be-a-gay group dan semacamnya. Setidaknya mereka masih berani jujur akan identitas diri mereka dan tidak peduli apa pun pendapat orang tentang mereka, dan saya menghargai mereka. Mereka memang menyalahi kodrat, namun bukan karena keinginan sendiri, sangat berbeda dengan kasus Angel dan Ronny.

Saya rasa ada beberapa point yang harus dipikirkan juga oleh kaum homoseksual:

  • Indeed, mereka punya beribu alasan untuk menjustifikasi alasan mereka untuk menjadi homoseksual. Namun, apakah mereka sadar kalau masyrakat punya berjuta alasan untuk memandang rendah mereka? Apakah mereka sadar kalau mereka itu menyalahi kodrat?
  • C’mon, terima saja kalau pemerintah menolak mengizinkan pernikahan sesama jenis! Tinggal berdua saja kok susah? Apa ini yang namanya dikasih hati minta jantung? Pemerintah membuat peraturan berdasarkan karakter masyarakatnya juga; misalnya, bagaimana mungkin kaum homoseksual Indonesia berharap pemerintah SBY-JK melegalkan pernikahan sesama jenis?
  • Sadar gak sih kalau GOD CREATED ADAM AND EVE, NOT ADAM AND STEVE?

Bagaimana pendapat kalian tentang homoseksualitas? Pernah diganggu gay? Pernah diterror lesbian? Tuliskan comment kalian. Oh ya, ini ada jadwal Gay-Pride Parade, yang mau ikutan silahkan, jadwalnya ada di sini, hahaha..

NB: Tulisan ini tidak dimaksud untuk menyinggung pihak manapun. Bagi yang merasa tersentil, saya mohon maaf,.

Image was taken from here.

This entry was posted on Thursday, September 27th, 2007 at 1:57 pm and is filed under Budaya. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

 

49 Responses to “Sebuah Kisah tentang Homoseksualitas”

  1. Sandy Eggi Says:

    kalo saya selalu diolok-olok sebagai homo sama temen-temen kos. alasannya ndak punya pacar, ndak punya bulu kaki, sensitip, baik hati dan suka menolong, dan terakhir lugu.

    tapi entah apa itu kriteria homo/gay apa ndak. yang jelas saya ganti mengolok2 temen2 kos sebagai gay malah mereka marah.

    kalo teman ndak ada yang gay/homo. ntah juga kalo ada yg sebenernya suka sama saya .. huaahaha… cewek aja ndak suka .. apalagi cowok .. :D

  2. -veni- Says:

    pernah “ditembak” sama temen kantor yang sama-sama perempuan… waduhhh… mana pake acara ngancem pengen bunuh diri… mending gue resign deh akhirnya…

  3. Rahmat Aini Yudidharma Says:

    Kalau dalam Al Qur’an Perilaku homoseksual disebut diantaranya dalam Q.S. al-A’raf/7 : 30-34; dan Q.S. Hud/11 : 77-82, satu rangkaian dengan kisah Nabi Luth dan umatnya. Ada juga di Surat Al-Hujurat/49 : 13. Intinya : Haram.

    Homoseksual karena faktor psikologis maupun kultural dapat disembuhkan dengan terus-menerus melakukan pendampingan (advokasi) terhadap mereka. Perlu ditumbuhkan dalam diri mereka perasaan bahwa mereka dalam kondisi sakit (kesadaran sakit) sehingga kemudian muncul dalam diri mereka motivasi sembuh yang kuat. Selanjutnya mereka perlu didampingi oleh psikolog maupun rohaniawan untuk memantau dan terus memberi motivasi sembuh. Mereka, kaum homo/lesbi itu, kalau perlu dikarantina secara khusus untuk menghindari kontak sesama mereka yang akan berakibat pada munculnya kembali keinginan untuk melakukan homoseksual/lesbian. Kayaknya sih gitu solusinya.

    Emang kamu pernah ditaksir seorang gay, yuki? :D

  4. gerry Says:

    salah satu orang terdekat saya adalah gay. Kecuali ada kemauan kuat dari orang tersebut, ga ada gunanya dikasi tau apalagi dipaksa. Buang-buang waktu menurut saya. But i do have nothing against gay, I respect them like everybody else. Tapi saya percaya bahwa menjadi gay itu adalah pilihan, bukan “udah dari sana” nya atau gen at apa.

    @sandy eggi

    Saya pernah berada di sekitar para gay, dan mendengarkan cerita mereka. Gay tidak selalunya harus seperti perempuan ato kondisi fisik diatas. Kadang ada yg macho banget, dan biasanya ini bertindak sebagai sang “lelaki”. Demikian jg dengan lesbian, kadang ada yg perempuaaaannn bgt.

    saran gw sih, jgn terlalu dipikirin tentang fisik atau keadaan yg menjuruskan diri sendiri ke arah kaum gay. Confidence atas sexual orientasi itu penting lho. Mempertanyakan hanya bikin tambah bingung. Confidence itu juga termasuk tidak terganggu atas adanya kaum gay, lesbian atau bisexual.

    Tapi…tetap pancarkan kesan bahwa kita tidak setuju dengan kehidupan gay tsb. Jadi yg gay juga ga bakal “coba-coba” hehe

  5. colson Says:

    Of course I’ve got not the ghost of an idea what the content of this article is about. However the word “homoseksualis” gives a hint.

    Every once in a while I get involved in discussions with Indonesian students - friends of my Indonesian daughters in law. It’s a pleasure to exchange Indonesian and European perspectives on all kind of issues. And to see our similarities outnumber the few ( fascinating) differences by far.

    But, I have to admit, I sometimes get astonished by the apparent prudishness. No offense meant, but to me it’s like the opinions on sex related issues (virginity, premarital sex, homosexuality)more often then not, are firmly set in a very traditional framework, rather than being the result of independent rational thinking.

    The Indonesian students I meet usually consider being gay, at least practicing a gay lifestyle, to be a sin. They actually share this view with the most extreme minority of European Christian orthodox people.

    In a way they seem to deny the possibility there’s room for more between heaven and earth than heterosexuality. However, actually about 7% of mankind is born to be homosexual. And I can not see why the minority of lesbians and gays should not be able to live the life that fits them and can make them happy, like I can live the life of a heterosexual male.

    In my opinion especially well educated, academic, people have a responsibility to promote the opinion that rationality should be given priority over tradition. And to allow others to be “different” and to claim the right to be “different” ( which may mean anything from wearing strange clothes via being a nerd to to question all established “truths”) oneself.

  6. macangadungan Says:

    gw punya tuh temen cwe yg kaya gtu. dan gw juga pernah dideketin lesbi. klo ada dia gw jadi pgn kabur mulu bawaanya.
    tp gw punya sohib yg lesbi dan gay.

    eniwei.. homoseksual itu bukan sesuatu yg bisa diatur. sebagian kaum gay memang terlahir dengan kondisi psikologi berlawanan dengan jenis kelaminnya. jadi, dr masih bayipun mereka sudah tertarik sama sesama jenis.
    mau nyuruh mereka balik ke jalan normal?
    coba klo ada yg tiba maksa lo harus jadi homoseksual? lo pasti ga mau, dan ga ada hal apapun yg bisa membuat lo tertarik sama lawan jenis. nah..seperti itulah yg ada di pikiran mereka. at least..itulah yg gw tau setelah selama beberapa tahun bersahabat dengan seorang gay.

    gw tau di semua agama ga ada yg ngebolehin homo, tp bukan berarti kita hrs menghindari ato benci. kdg gw klo denger curhatan temen2 gw yg homo, gw jd sedih.

    walau gw percaya homoseksual itu bukan hal yg baik en bner, tp gw menghormati mereka. krn walau perilaku seksual mrk menyimpang, bukan brarti kita lbh baik dr mreka. itu adalah pandangan subjektif gw

    nice blog anyway :)

  7. PuTLie Says:

    yeahh… seperti teman saya 1 kantor juga penyuka sesama jenis, beda nya dia laki-laki dan sayangnya cinta dia bertepuk sebelah tangan hahahaaa… [jadi nya ngegosip]. udah jadi rahasia umum di sekitar kantor saya. Tapi buat saya NP, itu pilihan dia dan mungkin juga takdir nya.

  8. Iman Brotoseno Says:

    fenomena sosial yang tidak begitu mudah pemecehannya, karena dari jaman Sodom dan Gomorahpun sudah ada. Secara agama apapun, ini dianggap menyimpang, namun biarlah ini menjadi jalan pilihan mereka tanpa kita harus menjudge secara sepihak. Saya memiliki banyak teman teman dari komunitas gay, dan sama sekali nggak mengganggu.

  9. Audrey Cornu Says:

    Ki, ini topik yang dari dulu selalu mengganggu pikiran saya.

    Dulu saya termasuk orang yang anti banget sama orang-orang yang berorientasi seks menyimpang. Pokoknya ngga boleh karena dilarang agama. TITIK.

    Tapi sekarang, saya lebih bersikap toleran terhadap mereka. Entah ya, jadi lebih sensitif dan berempati. Kenapa? Karena sebagian dari mereka itu sulit sekali mengubah ketertarikannya, walaupun mereka tahu bahwa yang mereka lakukan salah.

    Saya masih percaya bahwa gaya hidup seperti itu tidak bisa dibenarkan, tapi saya memilih untuk menyikapinya dengan lebih dewasa. Semoga.

    Satu hal yang saya percayai:
    Mencintai siapapun, hanya pandangan manusia dan dunia yang membuatnya seakan salah.

  10. vienz Says:

    saya pernah terlibat pembicaraan yg menarik dengan seorang teman. dia adalah seorang katolik, tapi cenderung agnostik. jadi dia tanya ke saya dalam kapasitas saya sebagai orang muslim:

    ‘So, what do you think about gay people?’

    saya bilang, ‘well, I respect them as people. I respect their choice, although that it’s against my view.’

    lalu temen saya ini bilang, ‘Yea, but, as in your religion point of view, do you think they don’t deserve to go to heaven or something?’

    saya diem. serius. speechless.

    masalahnya gini, kalo dalam agama ya udah lah ya ga usah dipertanyakan lagi. itu terlarang, haram, dikutuk Tuhan, dll.
    tapi sebagai manusia saya juga menghormati pilihan mereka. saya gak akan cape2 mengkhotbah teman2 saya yg gay supaya’kembali normal’ atau apa lah. mereka gak akan peduli juga.

    tapi saya ngerasa, jadinya ada double standard yg saya pegang. ngerti gak? gini, saya punya sahabat yang kebetulan gay. kita sering jalan bareng, nonton, dateng ke venue band2 underground. lalu datang teman saya yg agnostik itu dan menantang saya, ’so you think he doesn’t deserve to go to heaven and should just rot in hell?’

    tough one. tapi akhirnya saya akhiri perdebatan itu dengan jawaban diplomatis, ‘From my belief, well, they’re not in the right path in the first place. So what we should do is just try to get them back to God’s way. but, It’s their choice to make, anyway. In this world, they can do what ever they think is right. But in after life? No. I can’t even assure myself that I’ll go to heaven after I die. Only God Who Knows. Besides, even we don’t know that we worship the right ‘God’, but we still believe in them anyway, don’t we?’

    yah. susah sih. jaman sudah edan, ki. hakhakhak

  11. Pury Says:

    seumur hidup gw jg g prnah ngira, bakalan ada org yg gw kenal cerita gmn dia bisa ‘on that path’
    i mean
    brada dalam lingkungan yg baik dan kondusif
    dan universitas negri ternama

    heran ajah,,
    tp
    klo dnger crita dr homo side nya
    well
    kayaknya, merek auda ngelewatin banyak bgd dalam hidup yg g kita tau dan ,who am i to judge?
    tp
    gw bersyukur krn smapai sekarang masi staight..dan g pngen sampe ‘belok’

    ntah c..mnrurt gw, hal kayak gini g bs mengatas namakan cinta
    buat apa tuhan capek2 bikin soulmate, klo berujung sama prkawinan lawan jenis??

    sayang bgd..really..

  12. Dony Alfan Says:

    Sorry, I’m not GAY!

  13. Ipang Says:

    ga ada yg bagus & baek ttg komentar qt semua…
    coz menurut mereka itu lah jalan terbaik U/ mereka…dan mereka enjoy dgn kehidupannya…so ga usah lah qt komentar, menilai, membahas, men-judge…
    kalaupun itu dosa & masuk neraka, ya biarlah…kan qt jadi untung, neraka udah penuh sesak so…mg2 qt dpt dispen langsung masuk surga…hehehehehe….

  14. alwaysmommo Says:

    wahhhhhh baru dateng nih,,,,,,, bukan ceritamu yang dirubah ya mas yuki??? :D hehehe bcd kok,,, menurutku setiap orang memang berhak untuk menentukan jalan hidupnya, selama tidak mengganggu ketentraman dan hak orang lain, kenapa harus kita ganggu…

  15. Beni Bevly Says:

    Yuki, artikelnys sangat menarik. Sebagai seorang yang tinggal di jantung kegiatan gay, San Francisco di Amerika, keberadaan mereka tidaklah aku dirasakan sebagai gangguan. Aku punya tetangga dan teman cukup dekat yang beli rumah bersama dan tinggal bersama bagai suami isteri. Penampilan mereka di depan kalangan orang straight biasa saja.

    Aku link ke blog kamu. Thank you.

  16. Sani Says:

    Sebuah keadaan yg mau enggak mau hrs bisa menerima keberadaan mereka. Selalu ada sisi dan sudut pandang yang berbeda terhadap komunitas ini. Namun apa pun itu mereka mempunyai hak yg sama untuk menjalani hidup ini.

  17. shige Says:

    sependapat dengan pandangan kamu terhadap kaum ini Yuk ..

    sebagai orang yang beriman, agama memang jelas jelas melarang kegiatan semacam ini dan harus dihindari dari kehidupan kita, dengan berbagai alasan positif dan logis Tuhan telah memerintahkan dalam aturan2-Nya demi kebaikan manusia sendiri.

    tetapi sebagai mahluk sosial.. mungkin kita harus sedikit mengesampingkan sikap individu kita untuk menghargai keberadaan mereka layaknya setiap orang lain .. ^^

    masalah untuk saling mengingatkan, boleh saja .. tergantung mereka sendiri, ingin berubah atau tidak.. karena Tuhan pun tidak ikut campur dalam kehidupan setiap mahluknya ..
    entah, apakah peristiwa semacam akan terjadi lagi seperti yang telahnmenimpa kota Soddom dan Gomorah .. hanya Tuhan yang tahu … ^^

  18. Yuki Tobing Says:

    wah udah banyak yang komen, thanks yah, hehe..

    @sandy eggi:
    sedih amat kawan ceritanya, hehe.. jangan begitu kawan, jodoh udah ada yang atur, ntr pasti ada yang mau.. hahaha..

    @-veni:
    wah veni ampe mundur kerjaan getu, hehe.. kasihan juga.. cuma orang2 kayak veni nih yang bener2 bisa nyeritain gimana seremnya diuber2 ama kaum seperti itu..

    @rahmat:
    wow, loe kasih ayat2nya, thanks yah mat.. sungguh membantu buat pembaca lainnya.. setuju gw, mereka perlu bantuan rohaniawan juga selain psikolog..

    soal ditaksir gay? no comment aja yah.. hehe

    @gerry:
    gw juga respect kok ger ama mereka, tapi ya itu td sepanjang mereka berani ngaku dan gak ngejar2 gw.. haha.. dan kalau mereka lolos kedua tahap ini tanparagu pun gw mau jadi temen mereka..

    @mr colson:
    thanks for your comments mr colson, I do have to admit that I, for religious reason, believe that being a homosexual might be a sin.. this article was written by me, a person with conservative minded.. hehehe..

    but I do believe that they may get the same right just like us, the heterosexuals after excluding the right to get married and I don’t think I have to explain much about this since you have mentioned the reason..

    moreover, I don’t despise them as long as they are willing to admit their peculiar sexual orientation and they don’t try to make me as their partners, haha.. If they’re qualified, I will be willing to have them as my friends..

    @macanadungan:
    makasih yah, salam kenal loh..
    yah gw udah tulis di ats kalo eang ada homosexual sejak lahir.. dan gw juga gak pernah mandang rendah mereka kok.. btw, lucu namanya..

    @putlie:
    nah itu masalahnya, silahkanlah jadi gay ato lesbian tapi jangan berharap banyak deh dengan jatuh cinta ama orang normal..

    @mas iman:
    yup, saya gak ngejudge kok mas, biarkan saja mereka seperti itu.. hehe.. asal gak ganggu saya aja.

    @audrey:
    baguslah audrey kalo udah mulai bisa menerima mereka, hehe.. btul itu mencintai memanggak salah, cuma jangan expect too much lah..

    @vienz:
    setuju vienz, emang benr sih biarin aja kalo emang mau jadi homosexual, cuma secara agama emang gak bakal bisa dibenarkan, dan gw juga selalu mengacu agama kalo mau tau sesuatu itu baik ato buruk bukan semata-mata pake aka sehat.. hehe..

    @pury:
    hooh, setuju gw..gw jadi sadar juga baca komen loe kalo kita haru bersyukur udah dilahirkan normal, hehe..

    @ddony alfan:
    I know it my friend..

    @ipang:
    bagaimana dengan penapat bahwa kita harus ngasih tau seseorang kalo yang dia lakukan itu salah?

    @alwaysmommo:
    anda seorang liberalis mommo, hehe, bener memang begitu adanya, cuma sayangnya dari sisi agam tak bisa dibenarkan bukan?

    @beni bevly:
    iya sih mas beni kalo di amrik atau di tempat saya di sini, cuma kalo konteksnya di Indo kan berat juga, hehe.. palagi kalo ceritanya ampe kayak yang saya tulis itu.. makasih linknya yah mas..

    @sani:
    yup, saya setuju soal persamaan hak kok sani.. hehe..

    @shige:
    ah saya suka, komenya bijaksana sekali.. kita memang gak boleh menjudge mereka, tapi tentu kita harus memberitahu bukan bahwa mereka ada dijalan yang salah..

    thanks for the comments all..

  19. aisha_putri Says:

    wew…cerita yang mengiris banget tuh..dan serba salah juga, karena jalan pikiran kita ama mereka udah beda…apalagi cerita angel n ronny tadi, hanya karena cinta T_T

  20. qnoi Says:

    baruuu kemaren denger crita temen yang dengan polosnya *atau bodohnya?* gak nyadar kalo lagi diincer seorang gay sampe pantatnya dipegang.. kalo sampe kaya gitu, pikir2 serem juga hehe.. tapi yang jelas orang2 sekantor seneng dapet kueh sekarung traktiran si gay pada si teman teh.. hehehe.. kite mah.. imbas enak2nya aja deee :D.. ^o^v..

    salam kenal ;).. tulisannya seru2.. *o*..

  21. colson Says:

    @ goresan ngawur:

    Generally speaking I don’t think it to be a good idea to impose my moral values on others.

    So, with all due respect to anyone who may think otherwise, however controversial the idea proves to be for orthodox believers in all three monotheistic religions, I want to make clear I don’t see any valid reason to prohibit same-sex-marriages to my fellow citizens.

    I don’t think it a good idea to impose my moral values on others.

  22. Yuki Tobing Says:

    @aisha:
    betul, saya memang hars mengakui kekurangan saya di hal ini, saya belum bisa menerima hal2 semacam itu, karena jelas bagi moral saya salah..

    @qnoi:
    makasih qnoi, salam kenal yah..
    kalo ceritanya begitu saya mau juga ah ngarepi ada gay deketin temen saya.. hehe..

    @mr colson:
    I do understand your point mr colson, and I do admit that it might be my fault or my weaknesses to always judge something based on the religious value..

    besides religious reason, I know it’s kind of hard to find any valid reason to prohibit the same sex marriage.. it’s just not right.. weak reason? I know, hehe..

    supposed that there is an Indonesian gay couple who wants to get married.. you said something about not to impose my moral value to others, well how about I share this moral value with almost all Indonesian.. I will not be the only one who oppose it..

    it’s just the tradition of our society to link all of the things with religion..

    moreover, as I’ve mentioned before I do agree that homosexuals deserve to get the same right like us.. but in case of same sex marriage, have the homosexuals ever tried to understand that majority of us, because of religious reason, will still oppose them?
    have they ever tried to understand that the government will never legalize same sex marriage if the society itself strongly disagree about this?

    I still wait for your comments Sir, please don’t feel offended just because I took different side on this case, haha.. thank you,,

  23. colson Says:

    @yuki tobing: Of course I don’t take offense!

    One reason is that you did not insult at all. Quite the opposite. You took the trouble of writing a reply. And did it clear and gentleman like.Thanks.

    Another is that to differ (to a limited degree) of opinion is at the core of any good and interesting discussion. And that’s the case here. At least, that’s the way I see it.

    And most of all: I just love your site/blog.

    (And, by the way: it might be worthwhile for intellectuals in any society to critically rethink the values, norms and habits it clings to.)

  24. Yuki Tobing Says:

    @colson:
    haha, I am happy to know that you did enjoy our discussion here.. thank you for the advice, I’ll use it to improve myself.. keep on coming Sir..

  25. mamat Says:

    as like gerry said before. Gay is some opsi. jadi gak usah di tuntut supaya loe berbalik atau nggak… sedangkan ex user sendiri kalau gak ada niat sembuh pasti jatuh juga.. perokok tanpa therapy psikolog juga berenti. Jadi semua pilihan sama seperti saya. Setiap malam jam 9 di RCTI selalu di depan tipi nonton aisyah. halah*

  26. Ronn Says:

    Di kota dan khususnya kampus tempat gw kuliah, sangat deket dgn dunia gay. Tiga-empat tahun lalu gw udah terbiasa melihat sesame cowok bergandengan di mal dan berpelukan di foodcourt ( really!).

    Awal-awal sih agak kaget juga. Tapi lama-lama terbiasa aja. Bahkan beberapa temen gw sudah openly announce that they’re gay/lesbian. Mungkin karena banyak perguruan tinggi dan mahasiswa/i yang tiap tahun keluar-masuk dengan kebiasaan dan budayanya masing-masing, warga kota itu akhirnya juga cuek dan menganggap fenomena tersebut tidak aneh lagi… Memang satu-dua masih ada yang memandang rendah, tapi kebanyakan masyarakat udah mulai bisa nerima dan menganggap itu sebagai pilihan hidup mereka.

    Kan katanya yang penting kasih saying, hahaha…

  27. Yuki Tobing Says:

    @mamat:
    aisyah pula, hehe.. sinetron apalagi itu?
    bener juga yang loe bilang emang, harus ada niat sendiri..

    @ronn:
    eh udah kembali aktif loe ronn..
    pilihan hdup sh emang pilihan hidup ronn, cuma pilihan bisa ada yang salah dan benar..

  28. awi Says:

    wow gila aza kali ya, kalo nerima pengakuan kayak gini, tapi bagus juga sih dia jujur dari pada boh

  29. Ipang Says:

    @ipang:
    bagaimana dengan penapat bahwa kita harus ngasih tau seseorang kalo yang dia lakukan itu salah?

    …Bozz, apakah “qt sebagai pribadi” wajib harus ngasih tau seseorang kalo yang dia lakukan itu salah??? Truzz brp juta atau pasti lebih kasih pendapat kl yg dia lakuin salah kpd seorang yg “katanya” salah????
    Santailah…itu mua dah ada yg ngatur…Mungkin, dr beberapa temen yg commentnya wow…”berat bgt”, aq yakin pada suatu saat menjumpai seseorang yg pnya “keistimewaan”(maap aq ga suka bilang kelainan coz mereka jg temen , saudara qt), rekan2 hampir pasti ga kan kasih teguran!!! Karena apa…temen2 ini semua hanya bs teori & paleng suka kasih comment yg berat2 & nampak dewasa or indah…rekan2 cm bs nulis comment tanpa pernah lakuin tindakan!!! knp gw brani ngomong gini?? Kl rekan2 peduli seperti yg mereka tulis dlm comment…gw yakin, ga ada bencong/banci di pinggir jalan….
    Begitu bozz….

  30. Yuki Tobing Says:

    @awi:
    hooh, at least mereka jujur..

    @ipang:
    komentar yang menusuk tepat ke jantung dari si Ipang.. hehe.. kalo gw sih jujur aja Pang, gak bakal gw biarin, dan gw bakal ambil tindakan dan menganjurkan mereka kembali kok.. gw inget dulu mantan tukang cukur gw di”indoktrinasi” ama gw ma nyak gw buat kembali ke jalan yang benar..

    skrg gini aja, mereka jadi bencong ma banci juga suka tanggung2, contoh, ke WC masih ke WC cowo, di Mesjid baris di bagian cowo, dll..

    di atas vienz nulis, emang gampang bilang biarin aja, cuma kalo ditanya “as in your religion point of view, do you think they don’t deserve to go to heaven or something?”, apa coba jawabannya, you know it right?

    hehe, thanks berat pang..

  31. Novee Says:

    gw siy ga pernah ada kejadian khusus dg mereka, tp di Sarinah Thamrin neh, tiap gw ngeblog ampe tengah malem, gw slalu ketemu ama pasangan gay.
    kt nya siy disini emang tempat nye.
    Biarpun sama2 lg ngantri di Mc D bareng w, tp mereka tuh mesra lho… hehehee

  32. Adite Says:

    hmmm gimana yaa…

    kalo saya sih biasa aja ama mereka, as long as they dont try to do “something” with me.. toh kalo mo dibilangin juga susah, dan yang bikin gua bingung, keadaan mereka itu bisa dibilang kodrat/takdir gak sih? coz kelaenan genetik juga bisa bikin mereka jadi begitu lhoo..

    kalo jadi homo itu kodrat, trus neraka surganya gimana tuh.. bingung aja ah…

  33. Yuki Tobing Says:

    @novee:
    trus kok novee balik2 ke situ? seneng yaaa liatin mereka, hehe..

    @adite:
    yah gw yakin Tuhan lah yang sebenernya berhak untuk ngejudge kok, siapa yang salah dan siapa yang bener, hehe..setuju dite?

  34. yonna Says:

    halo yuki….met gabung di JBRB ya :)

    saya kasian ama kaum homoseksualitas ini, mereka begitu karena biasanya dimulai dari tragedi kehidupan pribadi mereka. karena kekerasan, trauma berkepanjangan, keputusasaan, limbung dalam menemukan jati diri, salah gaul, dll.

    saya gak membenci mereka karena teman saya juga ada yang demikian….saya baru marah kalo mereka mengganggu saya misalnya mempengaruhi utk ikut jadi bagian dari mereka…wah untuk urusan ini jangan trespassing deh kalo gak mau ditembak bedil hehe…salam kenal buat yuki.

  35. Yuki Tobing Says:

    @yonna:
    makasih mbak yonna, mudah2an saya bisa menyumbangkan sesuatu yang berguna di sana..

    saya juga kasihan kok ama mereka, kasihan ngeliat nasib mereka yang nyalahin kodrat dan dipandang rendah masyarakat sekitar.. yah sepanjang mereka bahagia ya udahlah, silahkan aja, asal gak colek2 saya.. serem..

    makasih komennya mbak yonna, hehe..

  36. michael jubel Says:

    homoseksualitas emang salah.. tapi kita semua tahu bahwa manusia gak selalu melakukan hal yang benar sekalipun mereka tahu yang mereka lakukan itu salah..

    hehe.. simple kan..

    nahh.. karena kita semua sama-sama manusia.. kita semua tau yang benar dan yang salah (tapi tetep aja kadang-kadang ngelakuin hal yang salah), jadi ga ada alesan buat kita sesama manusia untuk saling nge-judge siapa yang lebih baik, siapa yang lebih rendah harga dirinya, siapa yang lebih terhormat, dll, dsb..

    gini aja simplenya.. simple but extreme.. hahaha… misalnya kita punya temen.. dia normal.. katakanlah cowo.. tapi cewenya ada 7 dan selingkuh2 gt.. n cewe2nya gak tau mereka tuh di-tujuh-in.. lalu tuh temen kita itu ML tiap hari 7 DAYS A WEEK ama cewenya SEHARI SATU.. lalu tu temen kita kerjanya nge-drugs, ga jelas, kuliah ancur, dll, dsb..

    nah ada temen kita satu lagi.. dia cowo juga.. tapi HOMO.. punya pacar.. CUMAN satu.. dia setiaa bgtt ama pacarnya (homo juga).. lalu di kehidupan sehari-hari dia terhomat di segala aspek dan bidang.. hormat kepada orang tua, baik pada sesama, dan kepada masyarakat (sering nyumbang ke panti asuhan, panti jompo, dll, dsb)

    siapa kira2 yang lebih baik?
    >>temen normal kita: dosa karena selingkuh, nujuh-in cewe, nge-drugs, kuliahnya ancur, gak tanggung jawab ama amanat orang tua buat belajar
    >>temen homo kita: dosa karena dia memilih untuk jadi HOMO

    apakah layak kita mengatakan temen HOMO kita lebih rendah harga dirinya dibanding teman normal kita?

    ato mungkin.. apakah kita layak mengatakan KITA lebih terhormat dari teman homo kita.. yakin??

    —tokoh dunia favorit gua pernah ditanya tentang pelacur yang mau dihukum rajam. lalu Dia bilang barangsiapa yang TIDAK BERDOSA hendaklah dia PERTAMA KALI mengambil batu dan melemparkan batu itu ke pelacur itu. dan u know what? gak ada satu orang pun yang ngelempar. yang ada tu orang2 langsung pada bubar.—

    skrg gua tanya.. apakah pelacur itu berdosa? PASTINYA. tp tetep aja gak ada seorang pun yang berhak MERAJAM mereka kecuali Tuhan sendiri. (karena memang dosa ialah pertanggungjawaban pribadi kita kepada Tuhan)

    lalu gimana kelanjutan cerita pelacur yang mau dirajam itu?
    —Lalu tu orang2 pada bubar dan tokoh favorit gua mendekati pelacur itu dan lalu Dia berkata “pergilah dan JANGAN LAKUKAN ITU LAGI..”—

    “who are we to judge them?”

    it’s just a thought.. hehehe…
    and still thanking GOD for being normal.. hehehe..

  37. Yuki Tobing Says:

    @jubel:
    hehe, I know, menjudge memang bukan sesuatu yang baik kawan, cuma yang ingin gw tekankan sebenernya adalah kita selalu melihat para aktivis gay, lesbian, transgender atau biseks atau apalah triak2 persamaan hak dan pengen bisa dimengerti, cuman kebanyakan dari mereka sendiri gak pernah mau mengerti kita kan?

    point berikutnya, gw gak peduli kok temenan ama gay, sepanjang dia jujur dia gay, biar gw juga tau gimana harus bertindak.. jangan ampe tiba2 gw ganti baju depan dia trus dia horni, yahahaha..

    setuju gak?
    P.S: He’s my idol too jubel, sayang buat gw masih sangat susah buat nyontoh teladan Dia, hehe..

    thanks komennya temen2, masih ditunggu yang lain..

  38. inda_ardani Says:

    oh jadi begitu yah, kirain … kirain … nvm, :)
    karena semua udah ngasih pendapat masing2 soal homo gitu, inda mau ngobrolin bagian intronya ah. wah-wah kok ternyata ada ya kejadian kayak gitu, mustinya mereka diekpos sekalian aja, lumayan hebohnya bisa nyaingin infotainment yang isinya kebanyakan cuma artis2 (yang istilah adite) gak meaning

    belum mau masuk ke soal homo. dipikirpikir tu dua orang juga nggak beres. angel nggak punya prinsip, rony jahat. iya dong. kalo dilihat dari reaksi angel pas tahu roni ternyata ‘gitu’, berarti aslinya angel straight dong. nah, kenapa dia akhirnya mau aja nerima rony? apakah dia segitu haus perhatiannya sampe sampe dia mikir ‘yo wis mau homo juga gak papa yang penting dia bisa ngasih perhatian ke aku kayak yang aku mau’ gitu? angel ac/dc? payah

    dan rony? rony orang yang jahat banget (aslinya pengen ngata2in tapi ya udahlah ngga ngefek juga :p). iyalah, mustinya seblm ketemuan tu, mereka kan udah berkomunikasi cukup intens, mustinya sejak belum ketemu rony bilang dong yang sebenernya.

    iyalah, mustinya dia tau diri, gak semua orang bisa nerima keadaan dia yang ‘beda’itu, angel punya hak untuk mempertimbangkan sejak awal, bukannya ngasih tahu … eh malah mengulur2 waktu sampe saat ketika angel udah segitu dalemnya perasaannya.

    ini sih sama aja pengkhianatan. kerdil juga wataknya rony gak mau ngaku dari awal. apa dia pikir dia berhak kayak gitu

    rony jelas udah bohong dalam hal besar, kenapa angel masih mau terima dia, ini lho yang saya bilang dia nggak punya prinsip

    tapi karena mereka akhirnya jadian ya kita mau gimana juga. bersyukur ini nggak terjadi sama relasi terdekat kita, soalnya pasti bakal memprihatinkan banget.

    soal homo itu bagian dari gen … well, pernah denger juga sih. tapi yang namanya gen itu kan cuma memberikan ke cenderungan. inda lagi baca buku the divine message of DNA yang ditulis sama prof kazuo murakami. blom selesai baca sih, tapi dari awal juga kelihatan banget kalo prof murakami itu terus menerus menekankan bahwa yang namanya gen tu cuma kecenderungan dan bahkan bisa diubah (buku itu adalah catatan spiritualnya berkut kesimpulan umum dari rangkaian penelitian ttg genetika-nya).

    kendalinya ya lewat perilakunya lah. jangankan pasangan homo, yang hetero aja saya sebel kalo mereka sok mesra2an di depan umum. yeah, mungkin konservatif juga sih, tapi kan saya kadang jalan sama adik or keponakan yang masih kecil, masa sih saya rela pandangan mereka dirusak hal-hal yang tidak mendidik kayak gitu. mbok ya nyadar gituuuuu, oi tempat umum tu artinya kita semua punya hak buat ngerasa comfort di sono woy

    tapi topik ini lain dengan kasus transeksual ya. kan ada juga orang-orang yang di kemudian hari dalam hidupnya baru ketahuan kalo ternyata dia bukan berjenis kelamin seperti yang selama ini dia tahu. ya mungkin salah satu simptomnya adalah ketertarikan seksualnya itu, contoh cowo yang pas pubernya kok naksir cowo juga, setelah diperiksa dokter ternyata hormon estrogennya lebih dominan gitu, dan biasanya ada tanda-tanda lain juga. kalo ternyata kemudian dia harus operasi yang mengubah jalan hidupnya tentunya pas dia ada pasangannya yang mau nerima dia apa adanya gitu bukan lagi dibilang homo ya

    oh iya, yang satu ini sampe kapanpun tetep relevan dilihat dari sudut pandang agama. bagus kak yuki punya prinsip begitu. soalnya Tuhan tidak membiarkan begitu saya hamba-Nya tanpa petunjuk menghadapi cobaan. petunjuk tu ada di mana2, cuma manusianya aja yang suka cuek. mereka yang homo gitu pastinya dapet saran dari kanan-kiri juga, tapi yah yang nggak mau dibilangin tetep aja begitu, bukannya berusaha nyari pihak2 yang bisa ngelurusin

    dari yang saya baca selama ini sih orang jadi homo karena ada latar belakangnya misalnya salah satu orang tua yang kelewat galak, jadinya yang ada saya kasihan sama mereka. makanya setuju ma kak gerry dan yang lain, bergaul ma mereka sih oke aja tapi kita juga perlu tegas nunjukin kalo homo itu bukan sesuatu yang kita benarkan

    *inda gak ada relasi homo. atau inda aja yg blm tahu? pyuuuh .. cape juga mikir orang2 yg ngga jelas gitu*

  39. Yuki Tobing Says:

    @inda:
    hey inda, makasih komennya, hehe.. kacau kan ceritanya, crita nyata loh, dan aku udah liat sendiri fsnya, smentara sobatku udah ketemuan dan berinteraksi sama mereka, cckk.. si angel bgitu bodohnya buat saya, dengan sengaja dimasukkannya dirinya ke jurang homoseksualitas, orang bilang life’s a choice, cuma choice juga ada yang bener ada yang salah..

    soal nilai2 keagamaan, ya saya setuju ama inda, kita emang bisa selalu mengkaitkannya dengan masalah agama.. orang mungkin bisa bilang: “ah itu hak asasi”, “ah biarin aja sepanjang mereka bahagia”, cuma yah untuk hal2 yang bersifat prinsip seperti ini, saya gak bisa dibengkok2in..

    thanks inda, ayo2 yang lain..

  40. yonna Says:

    halo yuki eh sherwin, numpang rumpi lagi ya :)

    @michael jubel
    heheh dua analogi yang menurut saya suangaatt dilematis, yang atu playboy bajingan dan yang atunya gay tapi setia. gak ada bedanya dgn membandingkan koruptor yang dermawan dgn ustadz yg pelitnya setengah amit hehe.

    @all
    apa salahnya dengan judging? judging itu baru salah jika tidak didasari oleh fakta dan data yang benar dan akurat. menjudge seorang homo itu berdosa tidaklah salah karena memang agama jelas menentangnya, tapi kalo menjudge homo itu lebih rendah daripada kita itu baru salah….karena ich pede banget lo :mrgreen:

    nah memberikan judge juga ada caranya, gak mgkn elo ngatain seorg homo sbg pendosa…krn itu menyakiti hatinya. kalo elo merasa care dgn keadaannya, elo bisa melakukan dengan cara persuasif. sentuh hatinya, jangan sentuh amarahnya :) tapi gak usah ngotot mau ngubah dia jadi seorang yang normal orientasi seksualnya….because you are not a hero dan segala tindakannya bukanlah tanggung jawab elu karena dia lah yang akan mempertanggung jawabkan perbuatannya di akhirat nanti…so take it easy bro?!kalo dia tanggung jawab elo dunia akhirat (seperti suami/istri, anak) nah boleh deh rada keras dikit.

    untuk para homoseksualitas yang mgkn membaca reply saya yg ini, jangan tersinggung ya….peace :mrgreen:

  41. Yuki Tobing Says:

    @yonna:
    saya setuju loh mbak yonna ama jangan ngejudge, toh biarin ajalah udah ada YME yang menetapkan mana yang salah dan mana yang benar, dan walaupun kita gak menjudge, di pkiran kita juga udah jadi semacam general truth kan kalo hal itu dosa, hehehe..

    saya tapi suka ama kalimat yonna yang bilang you’re not hero, hehe, bener tuh, biarin aja mereka kalo gak mau dibilangin, toh mereka berani berbuat harusnya berani bertanggung jawab, hehe..

    thanks yonna, ayo2 yang lain..

  42. yonna Says:

    ya betul saya suka dengan istilah general truth….artinya dalam hati kita sudah tahu mana yang benar dan yang salah sehingga prinsip kita tidak tergoyahkan lagi :)

    saya kaget waktu ada pendapat “gak mau ngejudge” diartikan sebagai pribadi yang plin plan, gak punya pendirian, ikut sana ikut sini, omongannya gak bisa dipegang karena gak jelas pendapat sebenarnya apaan. Nah tapi bukan berarti abis itu kerjaan kita ngejudge sana sini yach…bahkan kucing belang aja dijudge juga hahaha cape deh.

    Jadi ngejudge cukup dalam hati aja ya alias general truth menurut sherwin tadi. Kalo pada prakteknya saya gak berani komentar ini itu soal keadaan dan kepribadian orang. Kalo kelakuan saya gitu, pasti udah musuhan ma temen saya yang gay dari kemaren2….buktinya sampe sekarang justru dia yang paling care dengan kabar saya dibandingkan temen2 saya yang lain :) Percayalah aku gak gitu hehehe.

    Ngejudge dalam hati, general truth…ya mending gitu aja. Mengetahui adanya perbuatan dosa gak berarti harus judes dan galak ma si pembuat dosanya. Kalo soal dosa sih semua manusia juga berdosa, ya ndak? Peace hehe

  43. Yuki Tobing Says:

    @yonna: maaf lama responsnya, hehe..
    thanks mbak, saya tau, saya tadinya juga bersikap kayak yang mbak bilang itu, I have to admit that.. lama2 saya pikir, seperi yang dianjurkan colson, ngapain sih kita maksain standard moral kita ke orang?

    dan ya, gak ngejudge bukan berarti plin plan donk.. thanks mbak for your support.. hehehe..

  44. Anonymous Says:

    Saya sangat menyayangkan bahwa negara indonesia ini negara yang katanya agama tapi manusianya merasa diri makhluk surga. dalam kenyataannya tidak menghargai martabat manusia khususnya kaum waria, membunuh atas nama agama, najis dengan orang lain yang juga manusia. Hai kamu umat beragama tak ada gunanya doamu jika tak disertai perbuatan. Makanya Indonesia semakin terpuruk Aceh buktinya. Itu hukuman bagi kamu para orang beragama yang sok suci hanya berlindung di balik agamamu tapi mana wujud terhadap sesama. apa karena kamu merasa makhluk surga dan takdirmu masuk surga kamu lupa cinta sesama atau cuma yang seagama. Luruskan pandanganmu dan jadilah manusia seutuhnya yang punya hati. Jangan menjadikan agamamu tujuan tapi jadikan itu alat, ya khan? Coba aja apa arti kata agama Bukankah kekal abadi. Jadi suatu yang tak pernah lenyap. Itu Cinta Sobat. Masuklah ke dalam hatimu dan cintailah sesamamu maka akan kau temukan Tuhan yang Sesungguhnya. Bukan orang yang siang malam menyerukan Tuhan,Tuhan, masuk ke dalam surga tetapi orang yang melakukan CintaNya. Renungkanlah manusia !!!!!!!

  45. Aku Says:

    orang-orang seperti mereka memerlukan kasih, bukan hujatan. setiap perkataan negatif justru makin membuat mereka terpuruk.

  46. Yuki Tobing Says:

    @aku:
    terima kasih masukannya aku, cerita hidup anda bisa jadi inspirasi orang2..

  47. Vitrelle Says:

    Kutuk dan bencilah dosa !!… namun kasihilah pendosa…. !!

  48. michaeljubel Says:

    btw, dah ada smiley ni skrg. hahaha..

    lo pernah diganggu gay ya sher? ampe bikin post tentang homoseksualitas segala. hahaha.. gimana tuh ceritanya sher? jangan-jangan… hahahaha…

    btw comment gua kok kadang kena akismet ya? ckckck..

    michaeljubel’s last blog post..How to Play Poker?

  49. sherwintobing Says:

    @Vitrelle:
    Tepat sekali kawan, hehe. :D

    @michaeljubel:
    Kagak kena akismet kok tadi lae, masuknya ke moderated comments aja. Kalo smiley kan loe yang ngajarin bukannya? :D

    Hahaha, bukankah pengalaman pribadi bisa jadi sumber inspirasi penulisan artikel? :D Tapi gw bukan gay kok, yahahaha. :lol:

Leave a Reply

 

Close
E-mail It