Apa Orientasi dan Ideologi Politik Anda?
Mungkin ada dari saudara sekalian yang pernah bertanya-tanya “Apa sih artinya haluan politik kiri?”, atau “Apa sih bedanya conservatism, liberalism, dan socialism?”. Postingan kali ini bermaksud untuk memberikan semacam penjelasan mengenai hal-hal seperti itu, dan di akhir post ini para pembaca sekalian juga bisa melakukan semacam tes untuk mengetahui ideologi dan orientasi politik pembaca.Pertama-tama, saya hendak menjabarkan secara singkat pengertian dari ideologi liberalism, conservatism, dan socialism, setelah itu saya bermaksud untuk menggabungkan penjelasannya dengan orientasi politik kiri-kanan atau yang lazim disebut left-right scale.
Liberalisme
Dewasa ini, terminologi liberalisme sering sekali muncul dalam media massa, dan banyak orang seolah-olah mengaitkannya dengan dunia Barat.
Beberapa kata kunci yang saya rasa penting dari liberalism adalah:
- equality dan pluralistic; mereka percaya pada kemajemukan, namun walaupun berbeda satu dengan yang lainnya, semua manusia adalah setara.
- meliorist; mereka percaya bahwa selalu ada kemungkinan untuk perubahan dan perbaikan. Semua hal bisa saja terwujud di the world of opportunities ini.
- universalistic; orientasi pemikiran mereka selalu ke arah global. Di dunia ekonomi misalnya, bagaimana kita harus mengimplementasikan perdagangan bebas dengan negara lainnya.
- human freedom; manusia diperbolehkan untuk melakukan apa pun yang mereka mau, bahasa gampangnya suka-suka loe aja deh. Akibat unsur inilah beberapa negara di dunia telah melegalisasi pernikahan sesama jenis dan penjualan ganja.
- individualism; semangat individu lebih ditekankan daripada semangat kelompok, jika ingin maju kita harus berjuang sendiri. Manusia juga tidak harus tunduk kepada siapapun.
- rationalism; manusia adalah makhluk yang rasional yang autonomously dapat menentukan jalan hidupnya sendiri.
Dari sisi politik, kaum liberalis percaya bahwa politik bukanlah semata-mata mengenai power. Tujuan akhir dari para kaum liberalis adalah kebebasan individual dan karena mereka percaya bahwa freedom is always under threat, mereka menciptakan berbagai saran untuk melindungi kebebasan, seperti polisi, civil rights, lembaga-lembaga pembela hak asasi manusia, kebebasan berbicara, kebebasan pers, otonomi daerah, dan sebagainya.
Peran dari pemerintah hanyalah semata-mata untuk menciptakan tatanan sosial, selain itu inervensi pemerintan dijauhkan dari kehidupan berekonomi.
Konservatisme
Kalangan konservatif selalu berpendapat bahwa situasi yang sedang berlangsung adalah situasi yang benar karena telah diseleksi dan diperbaiki lewat sejarah dan tradisi yang panjang. Mereka mengambil sikap skeptis terhadap perubahan. Contohnya, konstitusi Hongaria melarang pembentukan partai-partai baru yang bertujuan untuk melakukan reformasi atau perubahan tatanan masyarakat.
Dalam menentukan baik-buruknya suatu hal, seringkali mereka mengacu pada tradisi dan sejarah. Tradisi yang dimaksud di sini bisa berupa budaya setempat atau agama. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pemikiran kaum liberalis. Ingat, mereka berpendapat manusia adalah makhluk yang rasional, sehingga manusia bisa menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk, sehingga bisa terjadi variasi pandangan terhadap suatu masalah.
Selain sejarah dan tradisi, kaum konservatif juga sangat menghargai kehidupan masyarakat, seperti keluarga, sekolah, atau tempat ibadah. Masyrakat dan individu dihubungkan oleh negara. Di dalam masyrakat sendiri, berkebalikan dengan kaum liberalis, mereka percaya akan eksistensi suatu hirarki, manusia tidaklah setara. Contohnya adalah pemisahan pria dengan wanita, orang berpendidikan dengan yang tidak, dan lain-lain. Politik sendiri berarti kekuasaan atau power, kita pasti akan selalu memiliki seseorang untuk kita patuhi di atas kita, entah bos di kantor, orang tua, maupun Tuhan YME.
Sosialisme
Paham sosialisme mulai dikenal setelah revolusi industri di Inggris. Kalangan ini berorientasi pada kemakmuran yang harus dicapai melalui kerja sama antara elemen masyrakat sehingga semua orang bisa merasakan kemakmuran itu, bukan segelintir orang saja seperti yang dihasilkan oleh free fight ala liberalisme. Di dalam kamus mereka, equality berarti distribusi barang-barang konsumsi yang adil. Hak-hak kepemilikan individual “tidak” diakui, semua barang dan jasa dianggap sebagai milik publik.
Seperti halnya kaum konservatif, mereka percaya bahwa selalu ada pembagian kelas dalam masyrakat, walaupun terbatas pada kehidupan ekonomi saja, yaitu kalangan the haves dan the have nots.
Dalam kehidupan kenegaraan, kontrol langsung dari pemerintah pusat seperti yang kita saksikan di Uni Soviet dan China mutlak diperlukan untuk menjamin kesetaraan seluruh lapisan masyarakat. Kontrol langsung yang dimaksud adalah adanya intervensi pemerintah dalam kehidupan ekonomi, seperti pendistribusian barang dan jasa.
Sekarang kita dapat melangkah lebih lanjut ke apa yang disebut dengan left-right scale. Pentingnya membagi orientasi politik menjadi kiri dan kanan adalah untuk menentukan model dari sistem politik suatu negara. Kalangan kanan biasanya diidentikkan dengan konservatisme dan kalangan kiri diidentikkan dengan sosialis demokrat. Apabila orientasi politik kita semakin menjauhi pusat, entah ke kanan atau ke kiri, semakin ekstrimlah kita.
Dalam menganalisa sistem left-right scale ini, kita juga dapat menggabungkan unsur ideologi itu dengan pandangan ekonomi kita. Apabila cultural ideological haluan kanan berarti konservatisme dan cultural ideological haluan kiri berarti sosialis demokrat, mari kita anggap:
- ekonomi haluan kanan sebagai sistem yang menekankan perdagangan bebas, desentralisasi dan minimalisasi peran pemerintah dalam perekonomian
- ekonomi haluan kiri sebagai sistem yang menekankan pajak tinggi dan intervensi pemerintah terhadap kehidupan ekonomi.
Untuk mengetahui gabungan orientasi dan ideologi politik kita, bisa disimpulkan bahwa apabila kita memiliki:
- ideologi kanan + ekonomi kanan = kristen demokrat*
- ideologi kanan + ekonomi kiri = kristen sosialis*
- ideologi kiri + ekonomi kanan = liberalis
- ideologi kiri + ekonomi kiri = sosialis
NB*= saya menggunakan kata Kristen karena saya mengacu pada pembagian ideologi dan orientasi politik di Eropa.
Beberapa kategori lain juga dapat kita masukkan, seperti:
- Orientasi kebudayaan; kanan = nasional, kiri = internasional
- Urban/Suburban; kanan = keduanya, kiri = urban
- Perekonomian negara; kanan = negara aktif, kiri = negara pasif
- Masalah keamanan; kanan = garis keras, kiri = lebih lembut
- Menyikapi masalah sosial; kanan = konservatif, kiri = liberal
Saya menemukan sebuah situs di Internet, dimana kita bisa melakukan semacam tes singkat untuk mengetahui ideologi dan orientasi politik kita. Tes itu sendiri terdiri dari 6 bagian yang tidak begitu panjang, khususnya bagian 1, 5, dan 6 yang menurut saya sangat pendek.
Di setiap bagian anda akan dihadapkan pada sejumlah permasalahan, dan anda tinggal memilih sikap Strongly Disagree, Disagree, Agree, dan Strongly Agree, jadi kira-kira semacam pilihan ganda. Berikut ini saya cantumkan daftar topik yang dibahas per bagian:
- Permasalahan seputar negara anda (7 pertanyaan)
- Permasalahan seputar ekonomi (14 pertanyaan)
- Permasalahan seputar nilai-nilai sosial (18 pertanyaan)
- Permasalahan seputar kehidupan bermasyarakat (12 pertanyaan)
- Permasalahan seputar hal-hal religius (5 pertanyaan)
- Permasalahan seputar kehidupan seksual (6 pertanyaan)
Orientasi dan ideologi politik kita juga akan dicocokkan dengan berbagai tokoh terkenal di dunia, silahkan kalau mau coba klik di sini.
Apa pendapat anda? Apa orientasi dan ideologi politik anda menurut anda sendiri?


October 2nd, 2007 at 4:42 pm
Apakah itu berarti Indonesia di jaman Orde Baru menganut paham Konservatif boss?
October 3rd, 2007 at 2:03 am
Kalo gw yaah..Orientasinya : cewek cantik dengan senyum manis..Ideologi Politiknya : Politik Tarik-ulur..Ha.ha..apa kabar ki?
October 3rd, 2007 at 8:21 am
hm .. bingung kalo disuruh pilih harus menganut ideologi yang mana .. ^^
karena setiap paham punya kelebihan dan kelemahan masing-masing .. ^^
tergantung orientasi kamu mau seperti apa, lebih mementingkan kesejahteraan pribadi?! atau umum?!
kalau kamu sendiri gimana yuk?!
October 3rd, 2007 at 3:47 pm
menurut saya sih, pelaksanaan sistem politik yg murni ‘konservatif’ atau murni ’sosialis’/'demokratis’ itu agak sulit. dengan kata lain pada pelaksanaannya, pasti ada penyesuaian.
misalnya nih, Amerika Serikat adalah negara demokratis-liberal yang mengedepankan nilai-nilai individu. berarti mereka sejatinya akan membebaskan setiap masyarakatnya untuk melaksanakan hak2nya (civil rights), dan kontrol pemerintah sekecil-kecilnya.
tapi pada kenyataannya kita pernah dengar kan bahwa pasca-tragedi WTC 9/11, bahwa akan diterapkan hukum perundangan baru yang men-sahkan pemerintah untuk ‘menyadap’ setiap pembicaraan telepon bagi warga AS yang dicurigai terlibat aksi teroris. (saya lupa nama pasal atau Act yg berkaitan dengan ini, maklum, bukan anak HI)
Nah. di sini timbul pro dan kontra. masyarakat yang liberalis (umumnya pendukung partai demokrat) menentang pasal ini, karena jelas di sini intervensi pemerintah terhadap kehidupan bermasyarakat dinilai terlalu jauh dan ada pengorbanan atas ‘civil rights’.
sementara golongan masyarakat yg cenderung konservatif-liberal akan memandang pasal ini sebagai ‘opportunity of change’; di mana terkadang perubahan dan pengorbanan atas hak2 individu diperlukan demi kepentingan masyarakat banyak.
jadi intinya bisa kita lihat, kalau pada pelaksanaannya jarang ada sistem yang murni. pasti ada adaptasi atau penyesuaian, variabel nya biasanya berupa waktu, atau kondisi negara (misalnya pada saat terancam).
sementara untuk saya sendiri, kalau kamu pernah baca posting di blog saya yang berjudul ‘undefined’, mungkin kelihatannya saya cenderung liberalis ya? soalnya saya menolak mentah-mentah yang disebut ‘collective identity’. kenapa? karena hal tersebut dekat dengan ’stereotyping’. dan saya adalah orang yang percaya bahwa setiap individu itu berbeda, maka tidak akan ada silogisme yang cukup logis untuk mendefinisikan seseorang karena dia adalah himpunan bagian dari suatu masyarakat yg lebih besar (misal: dia orang Sunda, orang Sunda biasanya malas, maka dia pemalas). wah, salah banget tuh.
tapi saya tetap orang timur kok. liberalisme yang saya anut walaupun dipengaruhi sejarah pemikiran barat tetap disesuaikan dengan nilai ketimuran yg kita pegang. fleksibel aja lah ya…
sudah ah, cukup. maaf ki, saya jadi bikin blog di blog kamu. hehehehe..
October 7th, 2007 at 4:57 am
baca dulu y mbak..
October 8th, 2007 at 8:45 am
ideologi yang bisa membebaskan pikiran aja deh
October 9th, 2007 at 8:44 pm
@rahmat:
ehm, kenapa bisa bilang gitu mat? fenomena2 apa aja yang menunjukkan ke-konservatif-an? hehe..
@hartman:
baik2 gw di sini.. ah ideologi loe macem politikus korup kita, haha, becanda kawan..
@shige:
gak harus milih shige, itu kan udah ada dalam diri kita sendiri.. kita sendiri punya pertimbangan terhadap aspek2 tertentu dalam kehidupan, nah kamu cocokin ke deskrpsi di atas..
kalo aku mungkin rada ke arah konservatif kali ya, aku percaya di atas langit masih ada langit, akan selalu ada yang berada di ats kita.. dan aku juga masih berpacu ke nilai2 agama kadang2 kalo menilai sesuatu..
@vienz:
ah mantap sekali si vienz ini koemnnya.. hehe.. bener emang, gw setuju kok kao dalam beberapa kasus tertentu mungkin kita harus mengambil sikap liberal dan beberapa kasus lain kita berlagak konservatif..
soal contoh yang amerika itu, nama UUnya kalo gak salah Patriot Act.. dan yaah mau gimana lagi, pada saat itu emang keadaannya bener2 membngungkan, bush administration had no other choice kok, america was in total chaos, mereka jadi paranoid menyadari kalo sebenernya ada “musuh” berbahaya deket mereka.. yah makhluk2 republik itu emang paranoid sih, entah dibuat2 demitujuan tertentu ato emang beneran paranoid..
@cempluk:
mas woi, bukan mbak.. ampunn.. udah ditulis gede2 juga, huhu..
@dodski:
apa tuh namanya kawan?
October 9th, 2007 at 9:11 pm
saya mah olput aja dah… yg penting hidup tentram
October 10th, 2007 at 8:55 am
saya setuju dengan yg di atas
mau yang mana aja, asal saya hepi-hepi aja udah bagus…..
apa berarti saya termasuk yg kanan ya?
October 11th, 2007 at 3:56 am
Apapun itu, sistemnya sudah bagus tinggal orangnya aja koq…ya gak bozz????
—sebenernya kl diliat dr comment rekan2 tuh pada asik lho..kalah tuh comment bola..hihihihii.
Cm sayangnya tuh mereka just comment…mereka comment hnya sesuai buku, mksdnya..”Rekan2 itu kasih comment ky ngerjain ulangan so jwbnya pasti yg bagus2 biar dpt nilai bagus”. Hihihihihi………
cm satu ideologi Politik gw…Biarkan rakyat yg menentukan nasibnya…
October 14th, 2007 at 3:31 am
Kalo gw sie setia dgn Pancasila, falsafah hidup bangsa Indonesia. Meskipun butir2-nya sangat ‘bhs ke-Ibuan’ dan ‘normative’, tapi Pancasila adl hasil kompromi 3 kekuatan ideologi pada waktu itu (tepatnya kurun waktu 1920-1960) yaitu Marxism melalui SI sayap kiri yg kemudian ber-transformasi menjadi PKI, nasionalisme melalui PNI dan Islam melalui PNU dan PSII. Dan hebatnya Pancasila mengakomodir semua esensi dari 3 pemikiran tsb.
@ Ipang,
saya kurang setuju dgn statement: “Apapun itu, sistemnya sudah bagus tinggal orangnya aja koq”
Krn menurut gw good guy in bad system hasilnya tetap akan buruk dan bad guy in good system hasilnya kurang maksimal. System yg buruk akn memberikan hasil yg buruk; krn decision maker akan ter-influences dgn concept, pemikiran dan ide dari systme tsb.
October 16th, 2007 at 6:39 am
huahuahua test gua seems like gua cenderung ke konservatif…. wek kek kek
October 18th, 2007 at 1:33 pm
@ipang & AdhiRock:
yah menurut saya memang Good Guy in Bad System hasilnya akan buruk, dan juga Bad Guy di Good System.. contoh, Marxism ala Karl MArx memang sebenarnya memiliki kelebihna tersendiri, sayangnya Stalin atau Matias Rakosi (Hungarian) menerapkannya dalam bentuk diktatorship, dan gagallah semua..
dan setuju, Pancasila emang paling sakti..
@adite:
same here dite, hehe, temen2 gw kok larinya ke liberal semua malah..
October 23rd, 2007 at 11:39 am
wow seru jg diskusinya, ini pertama kali gw masuk blog ini, tadi keacantol ama entry ‘private photos’ friendster hahahaha..
gw setuju sama vienz, emang udah fakta bahwa kata ‘terlalu’ itu udah negatif konotasinya so terlalu nganan ato terlalu ngiri ya gitu lah jdnya.. contohnya liat aja komunisme cina ato rusia, yg notabene kiri sekali (dalam arti kata ideologi politis) dan sekarang udah pudar-dar-dar. sebenernya komunisme kalo bisa diterapkan secara efektif gw percaya bahwa negara itu bisa mencapai state yang mendekati utopia (note: bila berhasil diterapkan secara efektif) karena semuanya bekerja tanpa pamrih utk kepentingan bersama- or so it seems. tapi ya namanya aja manusia, kita kan bukan semut, kita mau didistinguish satu sama lainnya en mau dapet reward yang setimpal utk kerja kita, kalo semuanya jadi kepemilikan bersama, ya orang mana mau kerja keras jadinya, wong akhirnya juga dibagi2 en dapetnya sama.. the truth is that humans do need ‘carrot and stick’ approach to work!
dan itulah juga yang menjadi dasar kenapa amerika ngomongnya ‘free country’ tapi kenyataannya people are controlled very tightly walopun mereka belum tentu sadar. government mereka sekarang udah ancur kemakan sama greed and arrogance (power, money, and everything else.. *ehem* oil *ehem*).
gw lebih ke liberal, tapi moderat aja.. menurut gw pengelompokan ideologi ga terlalu penting. menurut gw utk punya satu komunitas yang bagus ya individunya harus punya common sense terhadap sesama alias tau diri en tenggang rasa!
sori bacot hahaseru sih
October 23rd, 2007 at 7:05 pm
@ke:
hai, salam kenal yah.. kok blog loe gak bisa dibuka kawan?
yah pengelompokan ideologi menurut gw bukan masalah penting gak penting, soalnya mau ngomong gak penting juga kan emang ada tujuannya, misal: untuk mencari tahu posisi sebuah parpol pada political map, tentu kita mesti ngeliat ideologi parpol itu sendiri kan? mungkin konsep ini susah dipahamin sih, cuma yah gw juga bingung ngejelasinnya. hehe
dalam hidup, kita masing2 juga pasti punya karakter sendiri2 yang secara gk langsung memiliki kesamaan dengan beberapa idologi yang saya sebutkan di atas, dan itulah tujuan penulisan post ini, hehe, cuma menanyakan mana sih yang cocok ama pribadi pembaca,,
tapi I got your point kok, tenang aja, hehe.. nice to know you ke, sering2 balik yah..
October 24th, 2007 at 11:19 am
iya nih gw ga pny blog soalnya hehe salam kenal jg..
iya bro gw ngerti maksudnya penggolongan ideologis parpol.. kayanya gw salah cara ngomongnya deh yg gw maksud kemaren pengelompokan itu kaya masing2 bikin ‘kandang’ sendiri, bukan pengidentifikasian golongannya hehehe, gmn ya kira2 gitu..
gw bermaksud mau menghimbau teman2 smua bhwa apapun yang kt percaya itu gausa terlalu dijadiin a big deal (krn emg ya ada aja org yg ekstrim) ntar malah jd segregasi soalnya. kaya d amrik aja udh sering terjadi clash gara2 perbedaan ideologi, walopun mungkin ga/belom sampe tingkatan parah bgt, dan ga cuma berlaku di kalangan politik&pemainnya saja..
menurut gw a bit of this and a bit of that bikin kita ‘berbumbu’ hahhaaha, selama bisa harmonis ya itu lebih baik karena bisa menguntungkan semua pihak, kaya bhinnekatungalika.
btw nice blog!
October 24th, 2007 at 9:41 pm
@anonymous/ke:
ow, sori kawan, soalnya kmren tak kira loe ngasih link, hehe..
komen yang sangat menarik, saya setuju, kita telah menjadi saksi nyata bagaimana terlalu ke kanan (misal: kaum fascist PD2) maupun terlalu ke kiri(misal: komunis di Cold War) sama sekali bukan hal yang baik, karena jurang pemisah antara dua polar/kutub sudah sedemikian lebarnya.. yah bhinneka tunggal ika, pecampuran memang akan terasa lebih indah, kita lihat lagi komen dari AdhiRock yang menyatakan Pancasila bisa dikatakan sebagai ideologi terbaik karena merupakan perpaduan berbagai ideologi yang aktif saat itu..
thanks loh komennya,hehe..
October 24th, 2007 at 11:39 pm
Hahahaha… lucu nih pada narsis semua ama Pancasila.. Tapi gua juga kok. Hahahaha…
tapi gini nih.. sempet kepikiran aja.. penduduk dunia kan ada ENAM MILIAR lebih.. dan banyak negara-negara yang udah MAJU dari zaman kapan tau.. banyak negara yang berpengalaman mengalami berbagai fasa dan peristiwa penting di dunia.. lalu masa sih cuman ada satu negara yang berhasil memformulasikan suatu ideologi yang paling sakti?? yang notabene tidak terlalu KIRI dan tidak terlalu ke KANAN?
Hahaha.. sempet kepikir aja.. jd inget dulu pas SMA.. guru PPKn dan Sejarah pasti aja mengagung-agungkan Pancasila dibandingkan dengan ideologi2 laennya.. Oke deh Pak.. fair enough! tapi seperti yg gua tanya tadi! Emang cuman kita yang bisa bikin ideologi kaya Pancasila? Apa gak adakah kemungkinan bahwa ada ideologi Pancasila-like-with-PLUS-PLUS yang diformulasikan oleh negara laen yang ternyata lebih baik dari Pancasila?
blog ini tentang GORESAN NGAWUR kan?? anggep aja gua ikutan nge-gores ngawur.. hehehe.. krn gua bukan ahli sejarah, bukan ahli filsafat, dan bukan ahli politik juga.. hehehe…
it’s just a thought.
October 25th, 2007 at 1:43 pm
@jubel:
huhu, yah pasti adalah orang2 lain di negara2 lain yang telah memformulasikan ideologi ala mereka sendiri, cuma yang perlu diingat, Indonesia adalah bangsa yang majemuk, dan Pancasila punya power buat menyatukan itu semua..
October 26th, 2007 at 4:42 am
gw mo komen apa-apa, karna dari dulu selalu pengen tau tentang ini…tp ga pernah ada kesempatan buat baca…baca dulu ahhh..
love the quality of the post, yuki..
October 27th, 2007 at 2:46 pm
@gerry:
hehe, thanks man, trus menurut loe loe masuk ke yang mana nih ger?>