Liburan yang Menyebalkan
Lagi-lagi saya tidak menulis artikel baru untuk waktu yang cukup lama, maklum lagi liburan, atau mungkin lebih tepatnya liburan yang penuh kesialan. Melalui artikel ini, saya ingin berbagi cerita singkat mengenai segala kesialan yang saya alami selama liburan ini yang saya susun secara kronologis. Setelahnya, saya juga akan menuliskan resolusi tahun baru saya, sesuai yang diminta rekan nia.Namun, pertama-tama, saya ingin mengucapkan:
SELAMAT HARI NATAL 2007 BAGI REKAN-REKAN UMAT KRISTEN YANG MERAYAKAN, KELAHIRAN YESUS KRISTUS AKAN MEMBAWA DAMAI BAGI SEMUA ORANG
juga
SELAMAT TAHUN BARU 2008, SEMOGA MENJADI TAHUN YANG LEBIH BAIK BAGI KITA SEMUA.
Pertengahan Oktober 2007
Menyadari bahwa saya tidak memiliki residence permit Hongaria, saya mengunjungi kantor imigrasi setempat untuk memintanya. Mereka mengatakan bahwa visa pelajar saya sudah mencakup residence permit, sehingga saya tidak usah membuatnya.
Senin, 17 Desember 2007
Pukul 09.00
Saya menerima telepon dari seorang rekan di kedutaan besar RI di Budapest. Pada intinya, beberapa perubahan dalam peraturan dasar Uni Eropa menyebabkan saya tidak bisa mengunjungi Austria hanya dengan residence permit (visa saya) saja lagi mulai 1 Januari 2008 tanpa mengganti visa Hongaria saya ke visa Hongaria Schengen. Saya panik, karena orang tua saya akan berada di Austria sampai 3 Januari 2008, sementara dengan keadaan sekarang ini, saya hanya bisa berada di Austria sampai 31 Desember 2007.
Pukul 11.00
Dia menelepon lagi, dan menyebutkan syarat-syarat penggantian ke visa Hongaria Schengen. Salah satu syaratnya adalah memiliki rekening bank dan potokopinya. Setelah melengkap persyaratan lainnya, saya berlari ke bank lokal terbaik untuk membuat rekening baru. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 lewat, sementara saya sudah harus berada di universitas pada pukul 14.30 karena akan ada UAS. Proses pembuatan rekeningnya memakan waktu 1 jam dan pada detik-detik terakhir, entah kenapa, komputernya mereka rusak. No other choice, UAS lebih penting, saya kembali ke sekolah.
Pukul 17.25
Lima menit sebelum bank itu ditutup, saya tiba di bank itu lagi, dan akhirnya saya punya rekening bank.
Selasa, 18 Desember 2007
Setelah malam sebelumnya mati-matian menulis paper untuk tanggal 19 Desember, saya bangun sangat pagi agar bisa mengumpulkan seluruh dokumen tersebut ke kantor imigrasi Budapest pada giliran pertama. Tak lupa saya membawa buku catatan saya karena pada keesokan harinya saya masih ada 1 UAS dan pada malam hari itu saya masih harus menyelesaikan 1 paper lagi.
Pukul 10.00
Saya sampai di kantor imigrasi yang jaraknya 1 1/2 jam dari rumah saya hanya untuk menemukan tulisan bahwa khusus tiap hari selasa kantor imigrasi dibuka mulai pukul 13.00.
Saya menuju ke kantor pos terdekat untuk membeli materai seharga kurang lebih 400.000 rupiah untuk melengkapi dokumen-dokumen tersebut. Sialnya, di kantor pos saat itu, ada 1 makhluk biadab yang mengirimkan lebih dari 500 surat dan paket sekaligus.
Pukul 12.45
Saya akhirnya mendapatkan materai tersebut pada pukul 12.45 dan langsung berlari ke kantor imigrasi dan mengambil nomor urut lagi, dan menemukan bahwa nomor urut saya adalah 102.
Setelah mendapatkan giliran saya, saya mengiba ke petugas imigrasi agar dibuatkan visa Hongaria Schengen demi bertemu orang tua sampai 3 Januari 2008. Mereka menyatakan bahwa pelayanan tersebut baru akan diadakan mulai 2 Januari 2008, yang berarti saya tetap harus meninggalkan Austria pada 31 Desember 2007.
Pukul 21.00
Tiba di rumah setelah les bahasa Hongaria, lelah, belum menulis paper dan belum menyiapkan diri untuk UAS keesokan harinya. Akhirnya saya tidur jam 4 pagi.
Kamis, 20 Desember 2007
Orang tua saya tiba di Budapest, dan segera saya meminta dana untuk membeli 6 bohlam demi mengganti bohlam yang korslet di dapur saya. Ternyata, saya salah beli.
Jumat, 21 Desember 2007
Beli 6 bohlam lagi, salah beli lagi. Tak lupa, saya juga merusakkan keran kamar mandi, sehingga air mengalir tanpa henti. Untungnya, saya bisa membetulkannya di malam harinya.
Senin, 24 Desember 2007
Setelah tiba di Vienna, Austria bersama orang tua dan adik kecil saya pada hari Sabtu sebelumnya, pada hari Senin itu saya+orang tua+kedua adik+oom+tante+tiga sepupu memutuskan untuk menuju ke Parndorf, sebuah kota khusus counter barang bermerk 1 jam dari Vienna, dimana mereka mengadakan diskon natal sampai sekitar 80%.
Pukul 12.45
Tiba di sana dan menemukan bahwa seluruh toko di situ ditutup pukul 13.00. Kami akhirnya meneruskan perjalanan ke Stile Nacht di perbatasan Austria-Jerman (jarak tempuh 4 jam) untuk melihat gereja kecil dimana lagu terkenal Malam Kudus diciptakan. Sepanjang perjalanan, banyak sekali tempat pemberhentian, lucunya semua restoran tutup karena Christmas Eve. Alhasil, kami mengalami kelaparan tingkat tinggi.
Pukul 20.00
Perjalanan pulang ke Vienna dimulai, kami sempat berhenti di restoran China yang masakannya lebih parah dari masakan saya sendiri, dan di sebuah pom bensin.
Pukul 24.00
Sampai di rumah dan menemukan bahwa handycam yang menjadi tanggung jawab saya selaku reporter keluarga HILANG.
Selasa, 25 Desember 2007
Pukul 09.00
Kami menuju ke airport untuk membeli tiket pesawat ke Berlin, Jerman dan menemukan bahwa harga tiket melambung jauh jadi 5-7.5 juta rupiah karena tingginya permintaan tiket. Saya langsung mengutuk pencipta hukum permintaan dan kaitannya dengan harga dalam pelajaran ekonomi, terlebih saat saya menemukan bahwa jika pembelian dilakukan 3 bulan lalu, saya bisa mendapat tiket itu seharga 310 ribu rupiah. TIDAK JADI KE BERLIN.
Pukul 16.00
Sampai di pom bensin yang kemarin kita kunjungi (2 jam jarak tempuh), hanya untuk mencari handycam itu. TIDAK KETEMU
Pukul 20.00
Menelepon pom bensin itu lagi, dan dikabarkan bahwa ada yang menemukan handycam kami dan kami disuruh datang pada Rabu, 26 Desember 2007 pukul 11.00 untuk mengambilnya di tempat yang sama.
Rabu, 26 Desember 2007
Pukul 10.30
Setelah another tiring 2 hours, kami sampai di pom bensin itu, hanya untuk menemukan bahwa kami baru bisa mengambil mulai Kamis, 27 Desember 2007.
Setelahnya kami menempuh 3 jam perjalanan ke pinggiran Republik Ceko dimana diadakan pasar tradisional. Daerah itu sebenarnya bisa dicapai dari Vienna dalam 45 menit jika tidak harus memutar ke pom bensi keparat itu.
Pukul 17.00
Masih ngotot ingin ke Berlin, kami memutuskan untuk membeli tiket kereta malam 12 jam ke Berlin dan berangkat malam itu juga. Kami kebetulan tahu bahwa kereta akan berangkat pada pukul 20.00. Kami sampai di stasiun pukul 18.30 dan petugas tiket memberitahu kami bahwa mereka sudah tidak melayani pembelian tiket ke Berlin untuk hari itu.
Kamis, 27 Desember 2007
Petugas pom bensin itu menelepon dan mengatakan bahwa ternyata handycam itu tidak mereka temukan.
Entah kenapa, kok liburan ini banyak kejadian menyebalkan ya? Mudah-mudahan gak terus berlanjut untuk minggu yang akan datang. Anyway, mari kita tuliskan resolusi tahun baru kita:
- Menjadi anak yang lebih patuh dan hormat kepada orang tua.
- Belajar dengan lebih giat (klise? MEMANG), misalnya dengan membaca lebih banyak buku referensi demi memudahkan penulisan skripsi nanti.
- Membaca lebih banyak koran dan majalah setiap harinya.
- Menyelesaikan sebuah proyek khusus di dunia maya bersama seorang rekan.
- Kembali aktif di dunia basket setelah absen selama 4 bulan-an.
- Mencoba lebih tekun dalam merawat perabot flat pinjaman, misal: dengan tidak merusakkan keran, pancuran, mesin cuci, jemuran, heater, dan lain-lain.
- BELAJAR MASAK, sumpah bosen makan sandwich dan tuna kalengan hampir tiap hari.
- Lebih rajin menulis artikel baru di blog, jangan sampai goresanngawur berakhir tragis seperti blog lama saya.
Akhir kata, HAVE A NICE HOLIDAY PEOPLE!!


December 30th, 2007 at 9:59 pm
iya nih sama juga di bulan ini banyak kesialan yg juga menimpa saya mulai perut mules, ampe laptop ngadat.. eits tapi jangan lupa kesialan itu adalah kebahagiaan yang tertunda..
December 31st, 2007 at 12:42 am
Take it easy my friend…
I wish you have a Merry Christmas and Happy New Year… keep posting those interesting stories.
December 31st, 2007 at 2:58 am
loh…emang yuki natalan ya? klo gta merry xmas and happy new year yaaaqq
baca postingannya bikin hati miris. jadi ikutan pusing… tanggal 26 kmrn aja aku ke samosir dari medan, perjalanannya bulakbalik sekitar 20 jam, pdhl mampirnya cm 2 jam. mau nangis dehh
aplagi klo kaya yuki. wadaw… berjam2 perjalanan bulak balik. pake handycam ilang segala. klo gw yg posting, pst udah berisi maki2an smuwa. hahahaha….
December 31st, 2007 at 9:26 am
liburan koq kayaknya tegang banget sih yuk, kayak mo balapan aza, oke deh met menikmati tahun baruan ya, suksess!
December 31st, 2007 at 5:36 pm
busettt…gw jugar baru ngalamin kesialan beruntut. Tapi rasa lo lebih heboh. thanks to you…sekarang gw ngerasa gw bukan orang paling sial.
hehehe…semangat, pasti ada yang lebih sial lagi dari lo. siapa tau juga ada sesuatu dbalik ini semua…
Happy new year!! wish you have a very good time…
January 1st, 2008 at 3:30 am
Hapy New Year 2008, semoga gak ada kesialan lagi ditahun ini ya.
Salam kenal buat yg jauh disana.
January 1st, 2008 at 10:27 am
Visa dan paspor Indonesia..he-eh, masalah ini sudah bulan-bulanan saya selama tinggal di Eropa. Setelah tinggal lama di Eropa, saya sudah jenuh merasakan susah dan duka memiliki paspor hijau Indonesia. Walaupun punya resident permit dari negara EU (Belanda), saya tetap harus meminta visa ke beberapa negara EU seperti UK, Austria, Polandia, Hongaria. Menyebalkan. Saya sampai berpikir untuk ganti paspor ke paspor Belanda (dengan kata lain ganti kewarganegaraan) karena frustasi dengan kondisi seperti ini. Sayang pemerintah Indonesia tidak memperbolehkan warga negaranya untuk memiliki dua paspor - sok nasionalis tapi tidak memikirkan nasib warga negaranya yang lama bekerja dan tinggal di luar negeri yang juga menyumbang devisa ke Indonesia…
January 2nd, 2008 at 3:18 am
Hm..Pantes aja kamu jadi lama bgt gak nulis di blog.
Met tahun baru ya..
Semoga tahun ini kita semua lebih beruntung..
January 7th, 2008 at 7:17 am
wah Yuki….pas baca artikel ini saya merasa lagi baca komik Tintin hehe.
Ya itu lah suka dukanya liburan….saya pun merasakan hal yang sama. Liburan akhir tahun malah ke Tangerang alias ngumpul di rumah abang sulung. Yuki sih enak liburan ke Austria, dll….lah saya ke Tangerang…gile katrok kan hehe.
Jadi sekedar ngademin hati, kalo Sherwin masih lebih beruntung dari saya….salam.
January 11th, 2008 at 6:15 am
wah jd ikutan capek bacanya.. hehe.. salam kenal yaaa…
January 29th, 2008 at 8:20 am
buseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet….. beruntun amat sialnya…
kok semua orang lagi pada sial sih!! gue juga nih abis numbur mobil pick up.. trus mobil pickupnya numbur INOVA didepannya!!! sinting!!
February 5th, 2008 at 10:08 am
@anang:
haha, mudah2an bgitu nang..
@bleu:
thanks mas bleu, mudah2an tahun ini gak sial lagi, happy new year for you and family as well…
@macangadungan:
iya, di sini natalan juga, hehe..selamat natal yah, kayaknya orang batak juga yah, hehe..
@awi:
makasih mbak awi, selamat tahun baru juga yah..
@zahra:
haha. baguslah kalo bisa bikin loe ngerasa lebih baik, mudah2an kita gak sial lagi tahun 2008 ini..
@ridbay:
salam kenal juga kawan, met tahun baru yah..
@anonymous:
hehe, itulah dilema seorang warga Indonesia, adik saya juga banyak bener msalahnya di imigrasi austria kawan, sukses yah..
@pushandaka:
iya nih kawan, hehe, kmren libur lagi sbulan, gak nulis lagi deh.. haha..
@yonna:
hehe, makasih yonna, you made me feel better..
@chriz:
salam kenal juga kawan
@adite:
tau nih dite, ada apa yah? ada asuransinya gak mobil loe?