Kisah Kasih di Hari Valentine
Hari ini, 14 Februari adalah hari yang didedikasikan bagi dua orang suci kaum Katholik Valentine of Rome dan Valentine of Termi. Sejak saat itu, tanggal 14 Feburari disebut Valentine’s Day, dan dijadikan hari untuk mengekspresikan kasih sayang kepada orang yang kita sayangi, entah dengan memberikan waktu seharian penuh, sampai hadiah-hadiah kecil seperti bunga, coklat, maupun kartu Valentine.Seharian ini, saya mengamati banyak sekali bentuk ungkapan cinta di sekitar saya yang saya kira cukup menarik untuk dibagikan, mulai dari yang dilakoni oleh pasangan bergaya emo sampai pasangan gay.
Cerita bermula saat seusai kuliah saya bermaksud untuk pergi ke pusat perbelanjaan WestEnd dengan tram dari depan sekolah saya. Susunan bangku di dalam tram yang agak sempit memungkinkan sepasang lelaki duduk berhadapan dengan mesranya, sambil saling menggengam tangan. Mencoba berpikir positif, saya menerka bahwa mereka adalah bapak dan anak lelakinya. Kenyataan berkata lain, mereka adalah sepasang kekasih yang sedang mengucapkan janji-janji indah mereka.
Tram pun berhenti di stasiunnya, saya melihat beberapa pasang muda-mudi bergandeng tangan dengan mesra, tangan sang wanita pun menggengam setangkai bunga mawar merah. Toko bunga di stasiun yang biasanya sepi dari pengunjung pun dipenuhi lautan pria yang hendak membeli bunga untuk kekasihnya.
Setibanya di mall tersebut, saya melewati seorang wanita yang sedang menuntut sang pacar membelikannya sebuah kaos sebagai hadiah Valentine dan sang lelaki pun seperti kerbau dicocok hidungnya, manut saja. Di dalam mall, saya melihat lebih banyak lagi wanita muda yang membawa setangkai atau bahkan sebucket bunga mawar merah. Ralat, saya juga melihat beberapa wanita lanjut usia yang membawa bunga mawar, dan tangan keriput mereka dengan mesra terus menggengam tangan sang pasangan hidup. Cinta memang tidak mengenal usia.
Saya lantas duduk di foodcourt, dan sembari menikmati french fries dan chicken wings, sepasang muda-mudi datang dan duduk di sebelah saya. Si wanita membawa setangkai bunga dan memasang raut muka cemberut, sementara si pria langsung pergi memesan makanan. Selesai makan, si pria langsung mengungkapkan cintanya, dan dalam sekejap ekspresi penuh kebahagiaan terpancar dari wajah dari si wanita. Tak lupa si pria memuja betapa cantiknya pasangannya malam itu, yang dibalas dengan ucapan terima kasih dengan malu-malu.
Masih sembari makan, saya melihat di counter sebuah restoran fastfood ternama, sepasang remaja beratribut emo sedang memesan makanan, dan si lelaki pun berkali-kali mencium gemas pipi wanitanya. Di seberang saya pun duduk sepasang kekasih yang duduk di bangku yang sama sambil menikmati makanan mereka seakan-akan tidak ada bangku kosong lagi di sana. Di belakang saya, berdiri seorang wanita yang membawa koper, sepertinya dia baru datang dari luar kota. Tak beberapa lama kemudian, kekasihnya pun datang dan jadilah mereka menikmati dinner Valentine mereka.
Setelahnya, saya pun pergi ke stasiun kereta internasional demi membeli sebuah tiket ke Vienna, dan di sebelah saya berdiri segerombolan anak muda yang sepertinya hendak pergi travelling. Seorang pemudi diantar oleh ibunya langsung menghambur dan memeluk salah seorang pemuda di sana. Si pemuda pun tidak menghiraukan ibu kekasihnya yang mencoba mengajaknya ngobrol dan hanya menatapnya jahat (seperti
) seakan mengatakan “I’ve got your daughter and I’ll eat her”. Di depan saya pun berdiri pria berbadan besar dan berkepala botak yang mondar-mandir dengan tidak sabarnya sembari terus menatap jadwal kedatangan kereta. Tangannya pun menggengam sebucket bunga mawar merah.
Ternyata, pengunjung toko-toko tidak hanya didominasi oleh para pria. Di perjalanan pulang, saya melihat banyak ibu-ibu yang sedang menawar dasi-dasi di warung pinggir jalan untuk hadiah Valentine suaminya.
Berhubung pasangan saya tidak berada di Budapest, beginilah jadinya hari Valentine tahun ini, menatap semua orang berbagi kasih. Saya pikir semua ini sudah cukup, ternyata oh ternyata, di perjalanan pulang, saat saya mampir di sebuah supermarket, saya melihat sepasang kekasih sedang berciuman dengan ganasnya. Sang wanita tampak berusaha keras agar bunganya tidak terjatuh. Selesai berbelanja, mereka masih di sana saudara-saudara!!! MASIH BERCIUMAN!!!
Salah satu lagu dari album lama Incubus seakan berdengung di telinga saya, “I wish you were here”.
Bagaimana pengalaman Valentine saudara sekalian?
Image was taken from here.



February 15th, 2008 at 2:38 am
Pasangan yang menyintai sesama dengan sejati tidak perlu menunggu hari istimewa seperti Hari Valentine untuk menunjukkan kasih sayang mereka. Ia dizahirkan setiap hari dalam hidup mereka.
Kasih sayang yang terzahir dari hati yang menerima seseorang seadanya akan sentiasa segar sepanjang masa. Pasangannya akan merasai kasih sayang tersebut tanpa perlu diberi bunga atau hadiah sebagai tanda.
February 15th, 2008 at 3:16 am
jaman semakin modern.. bumi semakin tua.. cinta tak lebih hanya sekedar selangkangan…. hmm… moral jadi taruhan…
February 15th, 2008 at 7:40 am
pasangan sejati pasangan yang mencintai apa adanya. gak harus valentine tiap hari juga harus ada kasih sayang khan?
February 15th, 2008 at 11:27 am
Kasih sayang tidak semestinya hanya diraikan pada 14 feb.. everyday is Valentine’s day..
February 15th, 2008 at 1:39 pm
valentine itu gak mesti tgl 14 feb… bagi gue valentine itu setiap hari…
February 15th, 2008 at 7:52 pm
@wan yem:
tentu kawan, emang gak perlu nunggu hari Valentine kok, dan gak usah ke pasangan aja lagi menurut gw, bisa ke ortu atau para sahabat..
@anang:
haha, gw suka tuh ungkapan loe nang, emang sekrang perayaan Valentine udah menjelma jadi ajang legalisasi kemesuman bagi beebrapa orang..
@oom dan myra dan denis:
betul oom dan myra dan denis, tentu gak harus pas Valentine aja kok, tiap hari lebih baik tentunya..
February 16th, 2008 at 8:33 am
Yaaa..Hari Valentine..
kagak pernah kepikiran niih..
mo gimana lagiii..
Jombloo…
Ha..haa..ha..ngawur abiss…
February 17th, 2008 at 7:50 am
Yuki…
How r u?
Lama tidak membuka blog-mu.
Keadaan di Budapest kontras banget sama di Bandung.
Ceritanya, saya dan teman-teman sejurusan memanfaatkan momen hari Valentine untuk jualan bunga dan coklat untuk nyari dana. Yang banyak saya temui adalah kalimat2 ini:
“Wah, saya ngga ngerayain Valentine…”
“Duh maaf ya, saya ngga Valentine-an.”
Dan lain-lain, yah yang sejenis lah.
Walaupun televisi2 nasional masih memutar film2 cinta, tampaknya orang2 di sekitar saya sudah ngga memandang 14 Februari sebagai hari yang spesial lagi..
February 19th, 2008 at 4:12 pm
saya dapet sekotak permen, coklat dan bantal lucu hahahahaha belum lagi spageti buatan adiknya + minuman milk shake
dududu ngga nyangka dah
cinta memang buta yah… bahkan ngga memandang itu sesama sejenis :p~
February 20th, 2008 at 8:02 am
I’ve got not the ghost of an idea what you wrote about Valentine. But as I know you know now, the present I got was slightly delayed, but very sweet.
February 21st, 2008 at 10:28 pm
@hartman:
haha, semangat kawan, cari pacar sana..
@audrey:
long time no see audrey, kemana aja neng?
itu yang ditawarin emang pada pelit aja kali? hehe..
@putlie:
haha, no comment dah gw..
@colson:
haha, thanks for coming colson, yeah, I know that you now have one beautiful granddaughter, I’m happy for you..
February 22nd, 2008 at 2:03 am
Hari valentine y..Jujur deh aq tuh orangnya gk trlalu nanggapin serius,hari valentine,aq cuek aja..Tpi brhubung cewekku kalo hari valentine gk dirayakan ntar dia marah,y uda deh tak rayakan..Sori ni yuk aq jrg mampir lg sibuk ama urusan kerjaanku..
February 22nd, 2008 at 5:13 pm
Salam kenal sebelumnya..Wah mas…14 februari kemarin bener2 hari yg melelahkan bagi saya.Ujian CPNS di daerah Sragen,Jawa Tengah dimulai dari jam 7 pagi sampai jam setengah 11 malem.Itu pun saya termasuk pulang agak awal (katanya ada yg baru pulang jam setengah 3 pagi!).Pengumumannya kemarin,eee…saya gak lulus.
Secara pribadi,saya menilai hari Valentine bukanlah hari yg istimewa.Setahun lalu,mungkin istimewa,karena mantan pacar saya yg membuatnya jd begitu.Sekarang gak lg..Feb 14 just a val fu*kin day…
February 23rd, 2008 at 11:08 am
gw gak ngasi coklat di hari valentine, hikz hikz
February 23rd, 2008 at 1:06 pm
Sebenernya, hari valentine ga berarti apa-apa buatku, karena pacarkyu jg ga pduli ma valentine-valentinan. Ngasi bunga jg dia ga pernah. Dia jg ga pernah bilang kalimat semisal “Goodnite babe..”
Paling top jg “tidur yg nyenyak yah..” hehe…Eitss, tunggu dulu. Tapi, dia slalu telpon aku tiap malem untuk tanya kegiatanku besok apa ajahh.. Dia jg slalu tanyain apa aja yang aku lakuin seharian to express that he always care..
Yah, stiap orang punya cara berbeda untuk ekspresi’in perhatian en rasa sayangnya kan Yuki?!…
Untukmu Yuki, happy valentine!
Although your baby is not in Budapest, jauh di mata tetep deket di hati kannnn…
February 25th, 2008 at 9:04 am
sbenernya ga terlalu peduli ama valentine days… jaman dlu aja waktu masih ABG..heboh gtu ama valentine. skrg udah ngga.
tp dengan manisnya si dia mengirim boneka anjing kecil yg bisa ngmg i love you…
so sweet ya?? XDDDDD
February 25th, 2008 at 9:20 am
halo yuk. udah lama bgt ga aktif di dunia blog nih. kmrn abis liburan ke indo 4 bulan. hehe.. skrg back to reality.
anyway,i dont really celebrate valentine, but last 14th feb i spent it with my girl, dinner. so yeah i guess that counts as celebrating valentine.
February 26th, 2008 at 8:09 am
walah kalo baca sejarah valentine dari artikel ini, kok hari tsb disalahgunakan sih ya?! bukankah kalo didedikasikan untuk seorang pemuka atau tokoh agama Katolik, orang2 Katolik mengadakan misa atau retreat atau kegiatan keagamaan?! kenapa ya berita2 valentine melulu ttg itu2 lagi. kayanya aku blm pernah baca kegiatan keagamaan untuk merayakan valentine….hmmm mgkn gak menarik untuk diekspos ke media massa karena dianggep basi kali yach?! saya yakin bagi orang katolik yang beriman, dia akan lebih bertanggung jawab merayakan valentine walau cuma ngasih bunga buat ortunya misalnya.
btw, protestan juga ngerayain secara hari raya keagamaan gak sih?! dari tadi saya ngomentarin orang katolik untuk nyambung ma artikel ini doang sich….salam
February 26th, 2008 at 3:24 pm
@didiet:
haha, cewek emang gitu diet, maunya romantis2an mlulu.. wah udah dapet kerja nih critanya, nice to hear that, sukses kawan..
@andri:
haha, gakpapa kawan, mungkin tahun ini Valentinenya penuh kesialan, tahun depan pasti enggak kok, sukses kawan..
@arief:
gakpapa arief, kalo jomblo kan bisa kasih ke ortu, hehe..
@wini:
makasih mbak wini, haha, sama brarti sama saya, gak pernah mau ngasih bunga2an segala, males ah, brapa hari juga layuu..
@macangadungan:
haha, dimana belinya tuh mbak bonekanya? saya juga mau beli doonk..
@spasi:
haha, what a long holiday mate, yeah, I think we can count it as celebrating Valentine, keep on posting new article then, people’re waiting.
@yonna:
wah, ceritanya sendiri sih banyak versinya mbak yonna, saya pernah denger juga versi lain yang menyebutkan di hari itu ada pastor bernama sama yang dibunuh karena mencoba menikahkan massal pasangan2 yang dimabuk asmara, sementara pernikahan lagi dilarang.. protestan sih gak menganggapnya sebagai hari raya agama kok..
thanks all for the comments..
March 3rd, 2008 at 2:44 am
saat saya mampir di sebuah supermarket, saya melihat sepasang kekasih sedang berciuman dengan ganasnya. Sang wanita tampak berusaha keras agar bunganya tidak terjatuh. Selesai berbelanja, mereka masih di sana saudara-saudara!!! MASIH BERCIUMAN!!!
>>> oh mi got… Get a Room! gilaaaa
March 11th, 2008 at 4:40 pm
@adite:
I know man, haha, bukan maksud gw sirik sih, cuma kayak gak ada tempat laen aja.
March 25th, 2008 at 9:17 am
Idihhh… seandainya….. seandainya……
Tapi apa boleh buat, my husband bukanlah type yg romantis. Jgnkan hari valentine, ultah perkawinan aja dia suka lupa. Tapi…. gak ‘pa2… tanggung jawab dan perhatian yg diberikan kepada saya dan 2 “buah cinta” kami melebihi dari valentine yg “menurut sebagian orang” adalah di atas segala2nya.
March 26th, 2008 at 2:04 pm
@dheacy:
haha, tak kira buat orang yang udah nikah tanggal perkawinan tetep jadi sesuatu yang sakral, buat jadi honeymoon kedua atau semacamnya lah, ternyata gak juga toh.