Jangan Terobsesi dengan Statistik
Saya tidak bermaksud untuk menjelaskan jenis-jenis narkoba dan definisinya melalui artikel ini. Jika itu yang anda cari, anda berada di tempat yang salah, saya kurang tahu banyak mengenai masalah tersebut. Saya jadi tertarik untuk menulis artikel ini setelah membaca statistik tindak pidana yang berkaitan dengan narkoba di Indonesia di website Badan Narkotika Nasional (BNN). Statistik yang saya maksud itu sendiri bisa ditemukan di sini. Anda tidak perlu mendownloadnya jika memiliki masalah dengan bandwidth anda, karena toh saya sendiri akan menjabarkan data-datanya di artikel ini.Membaca data yang disajikan dalam bentuk statistik memang gampang-gampang susah. Orang yang berbeda bisa saja akan mengambil kesimpulan yang berbeda atau bahkan bertolak belakang sama sekali. Statistik yang terakhir kali diupdate pada akhir tahun 2007 ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan peningkatan kasus tindak pidana yang berkaitan dengan narkoba. Berikut ini adalah statistik yang dimaksud:
- Tahun 2001: 3.617 kasus
- Tahun 2002: 3.751 kasus ; terjadi peningkatan sebesar 3,7%
- Tahun 2003: 7.140 kasus ; terjadi peningkatan sebesar 90,3%
- Tahun 2004: 8.409 kasus ; terjadi peningkatan sebesar 17,8%
- Tahun 2005: 16.252 kasus ; terjadi peningkatan sebesar 93,3%
- Tahun 2006: 17.355 kasus ; terjadi peningkatan sebesar 6,8%
- Tahun 2007: 20.726 kasus ; terjadi peningkatan sebesar 19,4%
Hal yang paling terlihat adalah adanya kenaikan tindak pidana yang berkaitan dengan narkoba setiap tahunnya di Indonesia, bahkan pada tahun-tahun tertentu tercatat peningkatan yang cukup signifikan.
Berbekal kesimpulan di atas, saya mencoba memprediksi dua kemungkinan reaksi anda.
1. “Waah, polisi kita udah hebat sekarang, keren abis, udah pada jago ngendus mangsa”
Tentu wajar bila anda berpikir bahwa aparat kepolisian kita semakin tangkas dalam menangkap para pemakai maupun pengedar narkoba, apalagi saat melihat besarnya persentase kenaikan pelaku tindak pidana yang tertangkap. Apa reaksi ini tepat? Ada baiknya kita membaca terlebih dahulu prediksi saya akan kemungkinan reaksi kedua.
2. “Anjing, makin banyak aja pengguna narkoba di Indonesia”
Saya sendiri tergabung dalam kelompok ini, dan jelas merasa sedih melihat semakin banyaknya pengguna narkoba di Indonesia. Yang lebih menyedihkan lagi bagi saya adalah saat melihat kelompok satu begitu terbuai dengan angka-angka “indah” yang disajikan statistik tersebut dan mengatakan dengan lugunya bahwa “Indonesia sudah semakin membaik, para pelaku sudah semakin banyak ditangkap”. Orang-orang yang menunjukkan reaksi pertama di atas itu jelas memiliki salah pengertian akan masalah ini, mereka begitu terobsesi pada statistik itu dan mengharapkannya untuk terus meningkat demi memuaskan perasaan aman mereka.
Bukankah seharusnya kita merasa senang apabila angka-angka statistik di atas mengecil yang tentunya disebabkan oleh tingginya kesadaran masyarakat untuk tidak merusak diri? (NB: bukan karena aparat kepolisian makin bego looh)
Angka-angka “indah” di atas jelas menunjukkan bahwa pihak-pihak yang seharusnya sejak dini mengajarkan akan bahaya pemakaian narkoba belum memberikan kontribusi yang cukup berarti.
Bagaimana cara menurunkan angka-angka itu? Anda tentu tahu jawabannya bukan?
Image was taken from here.


March 3rd, 2008 at 2:17 am
angka itu untuk yang ketangkep aja lho ki
yang ketangkep itu ibarat fenomena puncak gunung es.. iya, puncak nya doang.. di bawahnya masih banyaaak lagi…
March 3rd, 2008 at 9:47 am
Yup…Saya setuju dg komentar pertama..Yg ketangkep paling cuman kroco2nya aja..Bos2nya mana mungkin ketangkep laa..Kayak gak taw aja…hehe ^_^
Cara menurunkannya ya harus kita mulai dari diri kita sendiri dumz..Tul gak?
March 3rd, 2008 at 11:27 am
Penyajian statistik bisa bikin kesimpulan salah. Misalkan:
Thn 2007: kasus 600,000.
Thn 2008: kasus 600,000. Naik 0%!!
Kesimpulannya, thn 2008 ini polisi sudah berhasil karena tidak ada peningkatan kasus narkoba sedikit pun. Padahal kan tetep aja nilai absolutnya gede banget.
Tapi kalo:
Thn 2007: 10 kasus.
Thn 2008: 100 kasus. Naik 10 kali lipat!!
Padahal kan cuma 100 kasus.
Oh iya, thanks buat komentarnya. Iya saya jadi males nulis di blog krn ketemu generator komik bagus.
March 4th, 2008 at 1:24 pm
bener juga Yuk ..
percuma, walaupun makin banyak kasus tertangkap, tapi masalah tidak terselesaikan .. ^^
mungkin juga pihak keamanan sengaja mempertahankan kasus ini?
March 6th, 2008 at 10:32 am
wah itu angka mestinya jauh lebih buanyaaakkk kalo digabung sama kenyataan bahwa cewek2 abg di mal-mal sekarang pake celana nakorba (nampak kolor bangga) hehe… just kidding..
March 7th, 2008 at 6:48 am
iya deh…ngeri..makin banyak aja ya pemakainya. mestinya polisi2 jgn bangga karena udah nangkep pengguna dan pengedar narkoba kelas teri. harusnya dengan banyaknya org yg terjerat narkoba, yg dipikirin adalah gimana caranya mencegah agar pengguna dan pengedarnya makin berkurang….
March 8th, 2008 at 10:20 am
halo kak yuki, sebelumnya mau sekalian jawab pertanyaan di sb saya, pokoknya saya masih lama deh lulusnya kan jurusan saya tu ada program profesinya juga, jadi meskipun udah lulus s1 tetep harus ikut program belajar lagi buat bener-bener “pegang orang” :p
nah soal artikel ini … kalo mau menyoroti masalah statistiknya, memang kan yang namanya statistik itu hanya merupakan gambaran dan tidak berarti kenyataan di lapangan persis seperti data yang disajikan. contohnya survey kompas (versi cetak, ngga tau kalo versi onlinenya) itu kan setiap kali menyajikan data selalu diberi disclaimer kalo data yang mereka sajikan tidak bermaksud menggambarkan kenyataan yang sebenarnya.
soal data itu, kalo angkanya kecil–in my humble opinion– tetap saja kita harus waspada karena mungkin itu fenomena gunung es. meskipun kita kecewa ternyata angka statistiknya besar menurut saya ini bisa jadi awal yang baik juga untuk perubahan ke arah positif karena dengan tertangkapnya banyak oknum dalam kasus itu, salah satu tantangan dalam kasus narkoba berkurang
March 9th, 2008 at 5:33 am
wah kalau aku juga setujunya reaksi yang kedua tuh,,tapi kata anjingnya enggak ^^
untuk nurunin pemakai narkoba,,ya…kita juga harus terlibat juga, jangan nunggu aparat bertindak n kita santai2 aja
March 11th, 2008 at 5:03 pm
@adite, andri, shige, inda:
gw tau kok, gw cuma berusaha menyoroti sisi statistiknya aja. ada yang bilang kemungkinan memang ada perlindungan dari orang2 kuat.
@dekisugi:
wah bener banget tuh, pembengkokkan makna suatu data, thanks masukannya kawan.
@wkurniawan:
dan cowo2 juga tentunya kawan
@macangadungan:
ada ide? kayaknya polisi udah kehabisan ide tuh. bener2 udah kritis bangsa kita.
@aisha:
haha, iya deh, lupain anjingnya. saya sih dulu suka nempelin stiker BNN.
April 3rd, 2008 at 1:03 pm
Hi Yuki,
Gw jadi inget dosen gw yang ngajarin keajaiban sebuah statistik, dia kasih penjelasan perhitungan secara average dan geometri, disitu kita jadi tau kalau kenaikan 10% belum tentu lebih baik dari pada penurunan sebesar 20%, semua tergantung dari base yang dipakai buat perhitungan nya. walaupun keduanya ada kelebihan dan kekurangan nya masing2. Tunggu2… ini bukan lagi bahas statistik ya? hmm…
padahal saya tadi baru saja reload ie saya 25% hehehe….
April 4th, 2008 at 12:12 am
@Gilang:
Betul kawan, banyak sekali kayaknya hal-hal tersembunyi dari statistik. Agak menyimpang dikit sih, pernah baca Freakonomics? Menakjubkan bukan hal-hal yang penulisnya temukan hanya dengan mempelajari statistik.