On Fitna The Movie
Geert Wilders, Dutch far-right politician from conservative Party for Freedom, became increasingly well-known among Muslims population worldwide. His self-made short film, Fitna, was deplored and condemned widely, be it by Muslims or Christians.
Form of reactions prior to the release of this film could be found here. I found one funny reaction from Kurt Westergaard, Danish cartoonist who drew Prophet Muhammad wearing bomb as his turban. Using Westergaard’s cartoon in Fitna, Wilders would be sued for copyright infringement. Liveleak, Dutch video website, was the first to show this film and eventually removed it after its staffs received serious threats from unknown persons.
I did not know what to say after watching this film, I have always been against any behavior or language that insults or shows lack of respect for God or religion, thus I feel sorry for all Muslims around the world.
I believe that people should never talk about something which they do not really understand. I used to involve myself in religious discussion with people from different religions. I have seen that there were so many people picked up some “scary” or “weird” verses from other believer’s holy book, interpreted them in their favour, and used those interpreted verses to attack their debate opponents. I guess what Wilders did was much of a muchness, he just picked up randomly those Koranic verses and visualized his misinterpretations blatantly in this bad film.
I do not want to talk about freedom of speech here and I do agree that the film was a bad one. Protesting should be fine, but I surely hope that Indonesian Muslims or even Muslims around the world do not attack Dutch Embassies as happened before with Danish’s. Wilders, and some other people too, might be using this film as bait. Any kind of brutal and barbarous reactions from Muslims worldwide would just make them smirk and say: “See, Muslims are, indeed, barbarians”. Show them that Islam is religion of peace, show them that those Muslims in the video did not act accordingly to the Koran.
I read in Indonesia Matters that the leader of Majelis Ulama Indonesia (MUI) encouraged Indonesians to boycott Dutch products which I totally disagree with. Why should we blame an entire country for one’s “wrongful” act? Dutch government had even shown its stance against Fitna.
Still from Indonesia Matters, one politician argued that Youtube must be blocked in Indonesia for showing Fitna. Every forbidden things always invite curiousity, people will just simply try harder to find this film because some people must have downloaded Fitna to their PCs. Just let people watch it, I believe people can judge by themselves whether the film was right or wrong, whether it was made for good purpose or by profound hatred. I also hope that, one day, our government could also do something when other religions in Indonesia is insulted and discriminated.
Image was taken from here.
Tags: Fitna, Geert Wilders



March 31st, 2008 at 2:51 am
Hey Sherwin, thanks a lot for your sympathy for us, Muslims
Yes, Muslim’s enemies are everywhere, they’re keep trying to create negative image on Islam.
Di Indonesia sendiri, reaksi protes cukup banyak datang dari kalangan politisi, partai, ormas, LSM namun menghimbau masyarakat untuk tidak bereaksi anarkis menanggapi film tersebut. Bahkan Ban Ki Moon juga memprotes Wilders.
Memang ada penganut agama -untuk agama apapun- yang ekstrim dan menganggap agama dan umat agama lainnya tsb sebagai musuh yang harus dihancurkan. Penganut ekstrim ini ada di hampir semua agama, bahkan di internal mereka sendiri, juga ada perbedaan pendapat. Jadi mgkn Wilders termasuk yang ekstrim nih, entah agamanya apa.
March 31st, 2008 at 3:11 am
donload dmna ya filmnya..
March 31st, 2008 at 6:17 am
It’s time for us to stop offensive each other
March 31st, 2008 at 6:34 am
wah kalo ampe blokir produk Belanda sih kayanya emang gak usah ampe segitunya ya, biasa aja, toh gak memberikan dampak signifikan
yang mau nonton film ini sebaiknya juga mengimbanginya dengan nonton Tegenfilm yang merupakan balasan Fitna dan Wilders sendiri, biar fair
March 31st, 2008 at 8:36 am
Perdana Menteri Belanda - Jan Peter Balkenende dalam siaran persnya juga tidak setuju dengan pesan film FITNA..” kami tidak melihat manfaat film in kecuali hanya untuk menyinggung perasaan “.
Memang secara konstitusi mereka tidak bisa melarang film ini beredar tapi kebijakan Pemerintah Belanda sudah menceminkan ketidaksetujuan dengan penafsiran film
March 31st, 2008 at 9:08 am
gw setuju ama yuki yang nulis kalo ga ada gunanya mem-blocked semua barang-barang berbau Belanda sehubungan dengan hal ini. Menurut gw juga hal ini semata untuk memperpanas ketegangan antar umat beragama. Kalau kaum muslim termakan oleh hal-hal seperti ini (menjadi anarkis) justru itu berarti Wilder lah yang menang. Berarti dia berhasil memperlihatkan bahwa umat muslim adalah umat yang anarkis. Be patience in anything u decide to do..
March 31st, 2008 at 9:49 am
@yonna:
Sama2 Yonna. Gw juga udah liat soal pernyataan Ban Ki Moon itu, tapi belom baca banyak soal protes2 domestik di Indonesia. Gw bingung sendiri, itu yang protes2 LSM-politisi-ormas Islam Indonesia udah pada nonton belom sih, kadang lucu aja ngedenger ada film ngejelek2in tapi belom nonton langsung protes, cckk. Ada baiknya mereka melihat dulu film itu, biar mereka tahu film itu sendiri sebenernya cuma karya asal buat yang sebenernya kalo ditanggapin dengan pintar gak akan ada apa2.
Thanks soal tegenfilm, saya belom lihat, tapi tadi check ada ternyata di Youtube. Yonna udah nonton Fitna?
@diorockout:
Dari youtube aja kawan. Download flash player dulu dari download.com, install di komputer anda. Terus buka videonya di youtube, copy URLnya, pergi ke keepvid.com, paste URLnya di space yang tersedia, klik download, ntr dikasih link, tinggal diklik. Pas udah kedownload, kasih judul misalnya Fitna.flv
Jangan lupa .flv nya.
@masyaro:
Too little too late maybe?! Haha. I guess they should stop it from long time ago, well, I still believe that there is still hope anyway.
@mas Iman:
Iya betul itu, dia sebagai individu jelas memiliki hak untuk mengkritik dan mengutuk film itu, cuma walaupun sebagai PM dia gak bisa melarang peredarannya. Toh, dia gak bisa seenaknya ngerubah konstitusi cuma gara2 mau melarang film ini.
@doedoedoe:
Yap, itulah yang saya sarankan dan coba tekankan, ngapain bereaksi sesuai keinginan Wilders, tunjukin aja kalo Wilders salah, gitu aja kok susah. Jangan malah ngancem ini dan itu kayak yang dilakukan ke LiveLeak.
March 31st, 2008 at 10:40 am
udah dapet aq filmnya om tobing..
eh, om apa tante y.. (maap ^^)
tapi b.inggris, gk ad terjemahaannya ta..
uhui.. ^^v
March 31st, 2008 at 10:51 am
@dirockout:
Belum ada kayaknya yang terjemahan Indo, ntar kalo ada tak kabarin yah.
Haha, cowok gw, gila loe.
March 31st, 2008 at 10:54 am
hi yuki… sepertinya sudut pandang kita atas film ini gak banyak beda..
gue harap banyak juga di indonesia yang sependapat sama kita..
salam kenal juga
March 31st, 2008 at 11:07 am
@rima:
I feel humble, I just read yours and like it. Setuju2, mudah2an banyak yang bisa berpikir begitu.
March 31st, 2008 at 2:53 pm
wahhh…ini film pasti punya rating tertinggi…kacau nie, bisa2 Konser superstar ratingnya tergusur…hihihihiii….
Ini adalah bukti kalo masih ada hal yg lebih “Konyol” di bumi ini…
reaksi keras dr beberapa pihak itu wajar…memang lebih baek beri reaksi keras dr pada diem aja cuz tidak selamanya “diem itu emas”…!!!
Masalah blokir mem-blokir itu punya pandangan sendiri…
1) sok atuh diblokir, mungkin dengan cara ini bisa menekan konstitusi/individu tertentu untuk lebih seleksi, tegas or gimanalah…(yg kena efeknya siapa juga…negara kan yg akhirnya dibawa2 juga…)
2) ga usah di blokir, lha wong jarang pakai barang made in belanda(paleng2 di Indo makai jg barang warisan…rel, pabrik gula…hihhiii… lagian sepak bola liga belanda juga ga menarik, masih bagus LIGINA… )
so…nyantailah…dr pada ngurusin Fitna mending nonton Ayat-ayat Cinta…
Sukhron yuki…hihihihiiiii…
March 31st, 2008 at 3:32 pm
Gw pikir gw bisa melewatkan dan melupakan saja kontroversi ini sampai menguap, ternyata loe malah nulis posting ini Ki haha…
3 hal:
1. Terima atas dukungan, simpati, dan ajakan untuk kebaikannya
2. Kasihan sama Wilders, mgkn dia sudah berusaha melakukan sesuatu agar bisa bersinar di Belanda tapi tidak berhasil. Film ini jadi sarana. Inget kan foto2 syur artis yg trus bikin artisnya naik daun?
3. Mau sampai kapan orang bilang berlian itu pecahan kaca? Sampai orang percaya bahwa berlian itu pecahan kaca? Mau dibilang apapun, berlian ya berlian bukan pecahan kaca, struktur kimianya tak berubah. Why try hard against the fact?
Kalau mau mengatakan bahwa berlian itu pecahan kaca, kan harus mempelajari susunan rantai karbonnya secara menyeluruh, lalu kalau ternyata sama dengan susunan rantai karbon pecahan kaca, maka berlian = pecahan kaca.
Kalau hanya karena berlian punya unsur karbon lalu berlian = pecahan kaca yang juga punya unsur karbon, lalu pensil = pecahan kaca juga?
Jadi inget pelajaran kimia di SMA aja nih sok rantai karbon hahaha…
March 31st, 2008 at 7:16 pm
@Ipang:
Hehe, kayaknya udah mulai pada ribut2 ya aktivis2 itu di Indonesia, ada info soal itu? Soal ngeblokir sih gak usah ajalah, toh orang2 waras juga tau itu film tujuannya emang jelek, ada sisi bagusnya juga sih gw pikir lama2, bisa mencegah aksi2 kekerasan sebagai respons terhadap film ini. Ah, tapi kayaknya yang belom nonton aja udah pada protes duluan.
Ngomong2, kemana aja Pang, blog loe kok kagak diupdate lagi?
@Ian:
Sama2 Ian, I felt obliged buat menulis ini, haha. Soal kemungkinan Wilders mencari reputasi gw juga gak tau sih, tapi kalo diliat dari aliran ekstrim kanan yang dia ikutin, bisa jadi emang dia niat bikin itu film bukan untuk tujuan popularitas.
Asik, rantai karbon, ah indahnya saat2 pelajaran Kimia dulu, paling suka gw, gak sesusah Fisika dan itung2annya relatif lebih simpel. Cuma buat rantai karbon kadang males aja gambarnya, haha. Euh, karbon tangannya empat kan ya kalo gak salah?
April 1st, 2008 at 4:07 am
@Sherwin
belum tuh, makanya gak bisa kasih komentar hehehe. tapi presiden SBY telah memberikan pernyataan resmi kalo film Fitna dilarang diedarkan d Indonesia termasuk disiarkan di situs-situs internet, mencekal Wilders jika bliau ada niatan ke Indo dan menghimbau masyarakat Indo untuk tidak melakukan tindakan anarkis dalam memprotes film tsb. Tapi gak nyebut memboikot produk Belanda dalam pidatonya semalam. Ide boikot datang dari Mahathir Muhammad dan beberapa kalangan Indo. Terserah yang mau boikot, sok atuh…yang engga mau boikot juga sok atuh.
@Ipang
heheh bener, gue juga yakin rating Fitna bisa ngalahin Superstar eh tapi sekarang udah ganti jadi Super Seleb Show loch hahahah, gue apal aja lagi….ah mending nonton Super Seleb deh, ketauan kocak
@Ian
maksudnya, kebenaran pasti akan terpancar dengan sendirinya gitu? gak usah dipamerin, gak usah dingototin, gak usah dipromosiin pasti akan keliatan sendiri gitu? bener gak?
kabarnya, Fitna dan Tegenfilm masih versi bahasa Belanda, blum ada versi Inggrisnya. kalo Sherwin punya linknya, boleh bagi ya, hehe, thanks
April 1st, 2008 at 5:26 am
Wilders have fully known what would majority Muslims have reacted if the film launched long before he made the film. No one would even put a tiny doubt that such film will raise anger in Muslims world. Thus, for my opinion this film used by him to raise his name, on the other hand, he seeks popularity for his own good. He’s a politician, isn’t he? Therefore, no surprise popularity and name are behind of his own motivation.
Who will argue me, that Islam is the most helpful tool for anyone that seeks fame to gain fame? It’s bullshit if anyone in the west currently still need a film to know what Islam is (especially the circulated negative image on the west about Islam have been clouding its own sacred teaching into malevolent barberious bloody thirsty teachings, thanks to media that has put a lot of efforts to make the white become black). He knows this film will cause dozens of countries suddenly stand up in protest and almost a billion Prophet Muhammad (upon him be peace) followers will yell and rampage. That’s more than enough supporters to make your name boost up to the sky, rite?
Islam in the west appears as the compiled texts which inspired its adherents to chop off as many infidels head as they can recently. I’ve been participated in many inter faith discussions on the net, no matter what I spout to clean dirts that non Muslim have thrown over Islam body, they’ll throw any dirts, this happens again and again.
What I’m saying is that the man doesn’t have intention to discredit Islam at the first place, instead Islam used by him as a tool to gain a quick popularity, by displaying its image through his own perception. Beside, as the general words I used to read in discussion, let’s the audience decide which is right & which is wrong, neither you or your opponents should take a place as the judge. So, the audience have fully noticed what Islam is, so does Wilders, why should add a film to know more?
But as a Muslim, I’m personally obligated to strengthen the wall which has been tried to be wracked by outsiders, no matter what their reasoning might be.
April 1st, 2008 at 8:46 am
aku heran, kok orang luar negeri menganut kebebasan yang kebablasan
April 1st, 2008 at 1:44 pm
@yonna:
Tentu Yonna, pasti saya carikan dan kabarin kalo udah dapet tegenfilm versi Inggris. Kok gak dicoba tonton Fitna-nya di Yotube Yonna? Apa udah keburu diblokir duluan di indo? Ada info soal itu gak?
@Abi Bakar:
Well, why should he do a negative campaign against himself? Or is it positive campaign in this case? Or is he just trying to find popularity? I mean, Kurt Westergaard is hiding somewhere right now since he receive some serious threats from lot of people, he said the cartoon had ruined his life. Looking at this case, why should Wilders risk himself? It is still one reasonable argument of yours though, we see this case from different point of view.
@ario dipoyono:
Ah, di Indonesia sama aja, masa sih gak pernah liat umat yang ngakunya beragama kebablasan juga?
April 1st, 2008 at 1:44 pm
nyari nyari akhirnya dapet di torrent
setelah melihat (dan gebleknya nonton sambil makan ketoprak, yang sangat - sangat tidak saya anjurkan untuk ditiru)
tapi masih ngga’ nangkep apa maksud dari film-nya, tujuan film-nya
kalo emang si-bule-belanda itu cari popularitas, dari mananya gt. menurut saya si fitna cuma rangkuman kejadian” kriminal yang kemudian dibumbui propoganda ngga’ jelas. trus ngambil kesimpulannya juga ngga’ jelas.
yang penting, abis ini jangan ada *film balesan* aja hehe
*benturin kepala ke tembok, mending nonton mamamia d*
April 1st, 2008 at 1:52 pm
@aryo:
Halo Aryo, saya nontonnya sambil makan nasi ayam lemon malah, haha. Biarin ajalah kawan, saya bukan Muslim juga ngerti kok itu cuma propaganda belaka, orang kan juga gak bego, biarin aja jadi keliatan siapa yang bego.
Film balesannya udah ada kawan, diupload di http://www.pelopor.nl/2008/the-youtube-wars/
Yang ngebuat Arab European League kalo gak salah, trus kata si Yonna, ada juga yang judulnya Tegenfilm.:D
April 1st, 2008 at 2:09 pm
membalikkan fakta dan kebenaran dengan mencomot2 ayat qur’an dan hadist, kemudian memotong kalimatnya sesuai interpretasi buruk dia tentang agama islam.. yang begini udah banyak dan gue menanggapinya dengan ketawa aja.
kemaren gue abis baca buku yang menanggapi “islamic invasion” nya robert morey.. busyet deh nih orang banyak hadis dan ayat qur’an yang dia penggal buat ngedapetin bukti palsu yang bisa ngejerumusin pemikiran orang terhadap agama islam.. dia berusaha menyangkal kebenaran qur’an dan hadis supaya orang ikut2an musuhin islam..
ya cuma itu sih yang pengen gue bilang…
kalo dari ilmu kedokteran, tau khan kalau manusia tercipta secara ‘bertahap’ dalam rahim (3 lapis endo,mio,perimetrium).. al-qur’an menjelaskan tahapan2 itu dengan begitu lengkap dimana manusia tumbuh dalam 3 lapis kegelapan diperut ibunya.. adakah ilmu pengetahuan secanggih itu 15 abad yang lalu kalau bukan langsung dari sang pencipta… emang nelitinya pake mikroskop tutup botol!? iman gue jadi makin kuat nih
MUI ya.. hahaha front FPI juga anarkis tuh.. emangnya islam pernah ya ngajarin cara2 brutal kaya gitu? bikin malu aja… itu malah bikin cap SEMUA orang muslim tuh barbar. payaaah
April 1st, 2008 at 3:35 pm
@Adite:
Yap, tampaknya kesalahan mendasar menterjemahkan kitab suci orang dengan memenggal sesuka hati ayat2 yang menguntungkannya masih menjadi senjata utama seseorang saat bermaksud jelek dan menyerang lawan diskusinya. Lucu memang.
April 1st, 2008 at 11:26 pm
artinya apaan ya?? gak ada tulisan yang bahasa jawa ya
April 2nd, 2008 at 3:17 am
@Sherwin
mana batuk2 lagi karena koneksi lagi jelek. abis tu kapok buka youtube hehe.
wah gak pernah buka you tube lagi, dulu pernah nyoba nonton video clip the chemical brothers “star guitar” di youtube, eh pusing
kalo indo, mgkn kayanya diblokir abis SBY udah ngomong gt, hmmm gak tau juga sih, enakan nonton di TV kayanya
April 2nd, 2008 at 11:34 am
isinya cuman cuplikan aja dan mnyelipkan satu ayat aja.. ah.. ga kreatip… harusnya mendalami dulu baru bikin film biar ga ngawur kaya gini….
April 2nd, 2008 at 6:02 pm
Yuki, this isn’t the 1st time since Theo van Gogh made a film which titled “submission.” He made that film with a female Dutch politician who was born in Somalia, Ayaan Hirshi Ali.
Ayaan is one of a right-wing liberal politician in Dutch recently. The film mostly about pressure from men to women in Islamic world that Ayaan only knew in her small close-mind. Some of the Al-Quran (not Koran) verses was written to a few naked women body on that film.
Theo van Gogh was murdered in 2004. Two years after anti-immigrants politician Pim Fortuyn, also murdered.
But Pim wasn’t murdered because his demonstratively act to reject, mostly, immigrants from Islamic countries. Pim was murdered by a veganis who was shocked when Pim’s says something about using animals fabric in clothes.
Issues abut racism are heating up in Europe recently. There are some deformation from its social structure i guess. Well, you know better about Europe than me Yuki. You tell me is that true?
And i agree with Abi, the 1st motivation from Wilders is just about how to gain up his popularity. This is business as usual. After all, with all this coverage, it means a free campaign for him right?
Wilders think, after Theo van Gogh and Pim Fortuyn murdered, the Dutch authority (i.e. police and counter terror squad) should be well prepared. I think that’s Wilders assumption.
Time will tell.
April 2nd, 2008 at 9:48 pm
ooohh… bgitu toh tampang geert wilders. baru liat
April 2nd, 2008 at 10:24 pm
@antown:
Boong deng.
Gak ada kawan, saya bisanya bahasa batak.
@yonna:
Kalo di TV mah gak bakal ditanyangin di Indonesia ampe kapan pun juga, haha. Saya juga pernah buka Youtube di Indonesia, stree nunggunya, kata teman2 saya ada yang namanya fastnet tapi dan kinerjanya lumayan bagus, entahlah, haven’t tried, saya masih pake telkomnet yang kecepatannya 30 kbps saja.
@ingki:
Yap, I know about Theo van Gogh and he was killed by one Hofstad Network, kind of Islamic Youth Organization. I do pay attention on every news on racism in Central and Eastern Europe, do not really pay on it in Western Europe though. Still, I believe the growing number of African immigrants, which economically poorer and differ in religion, cause some problems there. I have said that your and Abi Bakar’s argument is reasonable, popularity is, indeed, what politicians seek although I think his popularity will be the negative one. As you said, “time will tell”.
@kamal:
Kan ada google kawan.
April 3rd, 2008 at 3:07 am
Well, it’s not a really new thing what Wilders did. It has been from the time when Prophet Muhammad SAW was still alive.
It’s not a good thing to happen. It should not happen. But if it happens, let it happen. People should learn. The truth has never changed. The message is still the same no matter how hard Wilders and friends try to deviate it.
I would not say that discussion about whether or not Wilders should make his film at the first time is not totally necessary. And if really it is for his popularity, that’s ok. We wouldn’t support him anyway.
But, I found a good thing about this post. At least, this post can attract great bloggers to comment. And when they see my comment they can peek at my blog hehehe…
April 3rd, 2008 at 6:34 am
@Sherwin
wahahah mimpi aja bakal ditayangin di TV
cuma film Fitna mendapat reaksi keras di Indonesia. padahal filmnya aja masih beredar terbatas (internet maksudnya) tapi reaksinya udah kemana tau, sampe konsulat Belanda di Makasar kalo gak salah didemo trus kemaren FPI mendemo Kedutaan Belanda. gimana kalo itu film bebas ditayangin? gue rasa presiden SBY cukup bijak dengan melarang peredaran film tsb, dia tau betul kelakuan orang Indonesia hehehe
reacting with anger is never solve any problem, it just add the problem itself.
sampe kapan kita bakal dijuluki negara yang masyarakatnya kebanyakan berkelakuan Saint Anger? hmmm
April 3rd, 2008 at 10:20 am
btw kmrn gua nonton acara talkshow di SCTV mengenai kontroversi film FITNA ini. Talkshow itu dihadiri oleh seorang moderator dari SCTV dan dua orang pembicara yaitu seorang cendikiawan muslim dan seorang romo katolik. setelah mendengar talkshow tersebut, yang kesimpulan memang sepemikiran ama opini gua, gua bisa menyimpulkan beberapa poin penting yang adalah:
1. yang namanya ayat kitab suci itu bener-bener kontekstual. kita gak bisa asal comot ayat ini lalu asal comot ayat itu. saya rasa itu berlaku untuk semua agama. jadi plis deh udahan napa melakukan hal-hal seperti demikian. apalagi comot-comot ayat dari kitab suci yang sama sekali lo gak ngerti.. i’m saying for ALL THE RELIGION in THE WORLD!!!! please stop!
2. pelecehan terhadap agama merupakan hal yang sudah amat biasa. dan itu berlaku untuk semua agama: kristen, islam, yahudi, dan semuanya. dan yang teramat penting ialah respon orang-orang dari agama yang bersangkutan. kemaren baru aja berita bahwa konsulat belanda di Medan sedang diporak-porandakan sebagai reaksi keberadaan film FITNA. Nah, coba kalo berita itu dilihat oleh orang awam.. bukankah itu menandakan bahwa film itu memang benar?? Oleh sebab itu, hindarilah tindakan-tindakan anarkis.. justru itulah hal yang diinginkan oleh mereka-mereka yang ingin memprovokasi.. semakin anarkis respon yang ada, semakin terbuktilah kebenaran film itu.. itu bukan hal yang kita inginkan kan??? jadi untuk semuanya, marilah kita merespon hal itu dengan kepala dingin. pelecehan agama itu udah biasaaa bgtt.. dari jaman dahulu kala juga udah ada.. dan sudah sepatutnya kita sebagai umat beragama bisa merespon hal-hal seperti itu dengan pikiran dewasa.
3. Stop stereotyping!!! Stereotyping itu emang manusiawi dan teramat wajar, tapi plis use it WISELY!!!! agama tuh hal yang sensitif banget! jadi plis jangan dijadikan objek generalisasi dan stereotyping dongg.. pleasee…
4. Berpikirlah bijak. To be honest, buat gua, apapun yang terjadi di dunia ini, rasa respect dan hormat gua terhadap orang yang berbeda agama dengan gua tidak pernah berubah. mau ada film FITNA kek, film FITNA 2 kek, mo ada film ANTI-KRISTEN kek, mo ada perang agama kek, itu gak bakal berubah pandangan gua terhadap orang-orang yang ada di sekitar gua yang berbeda agama dengan gua.
teman.. peace on earth.
semoga film FITNA ini bisa menjadi pendewasaan bagi kita SEMUA.
April 3rd, 2008 at 10:24 am
@ian:
Well, I actually do not think that it is necessary to discuss about why he made such a blatant film, I offered my thought on it though. This post was merely written to express my deepest sympathy to my brother, Muslims, and to discourage people from responding by violence. Maybe those who threw Dutch Embassy with eggs have no time to read this article of mine, haha.
@yonna:
Ah, masih lama itu yonna, hehe, emang mentalnya payah kok.
@michaeljubel:
Thanks jubel atas informasi tambahannya yang sangat berguna itu, hehe. Sangat disayangkan memang orang2 tertentu gak bisa memahami perbedaan antar agama, selalu sajaa ada niat usil mengutak-atik kitab suci orang buat nyari2 celah buat menghina, dan sangat disayangkan juga orang2 yang merespons hal2 seperti ini dengan tidak bijaksana dan (maaf) bodoh.
April 3rd, 2008 at 11:17 am
One conclusion can be drawn from this post and these comments:much more wisdom on this issue can be found here than in any of the words of mr Wilders.
(Well, to be on the safe side: I’ve got no clue what has been said in the comments which were in Bahassa Indonesia - I trust they were written in the same mindset as the ones in English).
April 4th, 2008 at 12:18 am
@Colson:
Thank you Colson. Nice guess anyway, haha, they are, indeed, wise enough to believe that any kind of violent responses just justify the film.
April 4th, 2008 at 4:07 am
FPI FPI… ck ck ck
kapan kah kau bisa benar2 membela nama baik Islam..
April 4th, 2008 at 11:06 am
@4nt0n:
Gimana kabar oom?
Eh si tukang web.
April 6th, 2008 at 4:16 am
baik win
gw suka banget loe punya blog
kita support deh selamanya huihuihui
bantu promosi dong di footermu
April 6th, 2008 at 11:08 am
Fitna: Pendewasaan Masyarakat Multikultur…
Sebuah opini pribadi terhadap film kontroversial Fitna yang menjadi buah bibir masyarakat dunia baru-baru ini. Film yang memiliki pesan diskriminasi agama ini menerima berbagai respon di seluruh dunia, termasuk Indonesia.Terlepas dari berbagai efek bur…
April 6th, 2008 at 9:05 pm
@4nt0n:
Haha, hidup crayonhost.net, yang mensupport pelanggannya 24 jam.
Tak coba edit footernya yah, kalo gak bisa kumasukin blogroll dulu.
April 7th, 2008 at 1:03 am
hi, so your real name is sherwin? well nice to reveal it, kak sherwin
to be honest, i haven’t seen the movie yet for my very low speed internet connection :p can’t even afford youtube (what can i do) and … well, just like adite said, this is no longer a brand new thing in the history of islam. so actually i’m not recently interested in. yes i believe in my religion with all of my soul and i would do anything to reserve its honor, but this thing is too much nauseating to even look at. i feel satisfied reading about this on leading newspapers
above all, i see that in the both side of this case they had such over-generalizing assumption increasing into super-sensitive suspicion. the film maker over-generalize things regarded as faith in islam and (particular, though) people over-generalize the country where the film came from. disproportional action and reaction (wait up, action-reaction? am i talking physics? :p nvm)
incidentally i wonder how the “combating” film would be, would it present its clarification peacefully or in the contrary … agitatedly, generally recognized as “fundamentalist” style?
however, actually the real islamic response should not be that rough kind. yes islam teach us about war, but the war exists due to the reason of preserving nobility. if we must kill human being (for an extreme example), we don’t involve our emotion. there was a history in the age of prophet Muhammad (peace be upon him), a man fighting in a war canceled his killing action after the enemy spitted on him. such a huge humiliation, but surprisingly he took his sword back, and left away. before he go, the enemy asked him why. the enemy wondered why the man did not kill him for the enemy was no longer got his strength at all, and actually he was so close to be executed. briefly, the muslim man answered calmly, “yes i have intended to kill you, but if i kill you after you spitted on me, it means i kill you due to my personal sentiment, out of the pure aim of my religion.”
i thank for your sympathy for our religion. yes, smart people know exactly which one went wrong and know exactly how to overcome
i saw one of the blog audience wondering about fpi, well it is also my confusion about their publicized actions, why is it so reactive at so many points. however i saw it from a view that they are perhaps just a different color of islamic society. i watched a talkshow presented by shanaz haque in tvri quite long ago, with the leader of fpi as interviewee, a man whose first name is habib, and i see that in spite of his ‘a-bit-too-courageous’ talking style, basically he could converse in such a dialogue cooperatively, well that’s what i saw
and by the way i’ve fixed your url on my page, sorry for your waiting
April 7th, 2008 at 12:07 pm
mari kita sudahi kontroversial tentang fitna dan kembali ke hati kita masing2
mo nonton atopun engga, itu ga bakal mempengaruhi hati kita *kalo bisa mencerna dengan baik*. toh filmnya uda beredar, ya uda biarin aja… ga perlu ditentang atopun dicekal. memangnya mencekaal sebuah film di dunia maya itu gampang? ya ga? lagian, bikin film itu ga gampang loh… 
April 7th, 2008 at 12:44 pm
hey yuk..
kayanya emang mayoritas orang orang indonesia berpendapat yang sama mengenai film ini ya?
bagus juga sih, shows how mature Indonesians are these days…
But that’s just the people, the government, on the other hand, is just a group of morons.. lol
April 7th, 2008 at 10:14 pm
@inda:
Hi Inda, I have been waiting for your long and insightful comment as usual.
There are some video made as reponds to Fitna, Yonna mentioned Tegenfilm (haven’t watched that) and http://www.pelopor.nl mentioned one made by European Arab League or something like that, you can watch it there. I have watched it and totally agree with Pelopor’s comment, it was such a lousy work.
You have not seen the film and, let me tell you something, it is not even worth watching. Actually, there is nothing to be worried about. Even people with average level of intelligence should be able to recognize the stupidness of it.
About FPI, this afternoon, I found one blog http://rimafauzi.blogspot.com/2008/04/fpi-urging-indonesian-government-to.html mentioning FPI’s demand for severer diplomatic relationship with Dutch. It is also mentioned there that one of interviewed FPI members admitted that he had not even watched it.
:D Is there any laugh-on-the-floor emoticon?
@fenfen:
Setuju fenfen, orang udah banyak saya kira yang download sebelum youtube mulai diblok, saya sih dapet informasi di beberapa warnet udah ada tulisan bahwa youtube dll itu gak bisa diakses karena keberadaan UUITE.
@rimafauzi:
Hi mbak, I referred to your article in my reply to inda’s comment above, hehe.
I agree, some of Indonesians audiences, at least those who read this blog and I know in real life, are mature enough. About the government as a group of morons, it is related to your newest article, right?
April 8th, 2008 at 2:27 pm
Sekarang multiply.com dalam keadaan diblokir aksesnya dari Indonesia oleh pemerintah. Seperti biasa, reaksi cepat tak akurat yang dilakukan pemerintah untuk menjawab kegelisahan rakyat malah berujung kekacauan. Pinter, apa keblinger. Cuma seorang Geert dengan Fitna nya kok malah bikin pemerintah kalang kabut. Blokir? Membuat bangsa Indonesia tampak lebih dungu di mata dunia…..
April 8th, 2008 at 9:56 pm
@Sennov araf:
Ya gitu deh, padahal multiply kan punya banyak fungsi lainnya, seperti tempat download MP3 dan nulis blog juga.
April 10th, 2008 at 4:05 am
[…] Goresan Ngawur (E): ein indonesischer Blogger äußert seine Meinung zum Film. […]
April 16th, 2008 at 4:04 am
Blogger Indonesia of the Week (82): Sherwin Tobing…
Christiaan Snouck Hurgronje (1857-1936) is a Dutch scholar of Oriental cultures and languages and Advisor on Native Affairs to the colonial government of the-so-called Netherlands East Indies, that is Indonesia, One of his famous advice to the Dutch co…
April 16th, 2008 at 11:51 pm
[…] read my opinion on Fitna the Movie and here I quoted his comment on it: But Muslim should also understand the […]
April 19th, 2008 at 7:58 am
start OOT –
Gw punya gang di kantor. di gang gw ini -sama seperti kristen di indo- gw adalah minoritas.
Dari awal gw udah ngingetin, bahwa kita ga boleh ngebahas SARIP (Suku - Agama - Ras, dan - IP).
Karena emang sensitip banget. Dan kalaupun terbahas (ter berarti tidak disengaja), gw kalah suara.
Untungnya sampai sekarang, kita langgeng, dengan tidak pernah membahas SARIP di level berbahaya.
end OOT –
Yang bisa gw simpulin adalah, begitu banyak hal lain yang bisa kami bahas diluar SARIP. Banyak banget.
Secara perlahan, gw dan teman-teman merubah cara berpikir kami. Harapan gw, seperti kelompok kecil kami inilah harusnya orang kita (Indonesian) berpikir. Entah sudah kemana “Bhinneka Tunggal Eka” yang dipelajari selama di sekolahan. Jujur aja, gw bangga, gw ngubah diri gw sendiri terlebih dulu.
Hal kecil untuk perubahan yang besar. Bukan sebaliknya, perubahan besar untuk hal kecil.
Trus, hal hal berbau agama begini, emang paling enak dibahas dan naikin popularitas.
Dan gw yakin, semua ini pasti permainan media. Udah ada golongan yang bermain di balik ini. Konspirasi.
Btw, yutub kena ‘ancaman serius’ juga ga?
Ohiyah, salam kenal bang.
Leonardo Situmorang’s last blog post..Dibajak?
April 22nd, 2008 at 11:17 pm
@Leonardo Situmorang:
Horas.
Salam kenal juga kawan, hehe. Yah, saya tidak sependapat tapi dengan anda. Saya dan teman-teman se-gang saya juga sangat berbeda satu dengan lainnya, baik dari sisi ras, agama, dan suku. Tapi saya rasa kami cukup mampu menghindari ketegangan saat melakukan diskusi semacam itu.
Youtube sih setau saya gak dapat ancaman.
Sering2 mampir kawan.
April 30th, 2008 at 1:07 am
KARENA MUSLIM TIDAK BISA MENERIMA KRITIKAN, SAMA SEPRTI NABI MUHAMMAD TIDAK DAPAT MENAHAN KRITIKAN SYAIR DARI KAKEK TUA…..LALU MUHAMMAD PERINTAHKAN UNTUK MEMBUNUH KAKEK TUA TERSEBUT.
DARI POHON KITA MENGENAL BUAHNYA, BAGAIMANA MUHAMMAD BEGITU PENGIKUTNYA SUKAH ANARKIS.
April 30th, 2008 at 11:30 am
@Mr. nunusaku:
Orang berbeda. Rekan-rekan saya yang Muslim sangat pintar dan dewasa dalam menanggapi film ini. Mereka tahu ini hanyalah film propaganda belaka. Anda tidak seharusnya menggeneralisir hanya karena sebagian orang yang anda kenal atau lihat di media massa menunjukkan reaksi yang (maaf) tidak pintar.
May 11th, 2008 at 8:09 am
Kalau saya tidak bisa menahan emosi karena agamaku/ kemilikanku di hina,saya lebih baik tidak melihat film fitna tsb.Saya rasa wajar orang merasa tidak suka /marah jika dihina.Aturan warasnya saya rasa,setiap orang harus wajib saling menghormati. Tapi menurut saya,yang saya ketahui ajaran Islam ini(tidak ada yang buruk buat semua mahluk,menurut istilahnya “rahmatan lil alamin” .Adapun jika terjadi keburukan pada realitanya,hal itu karena kita umat islam orang islam yang melakukannya.Nafsu dan karakter manusianya yang melakukannya.Berangkat dari pemahaman fondandotal ini,insya Allah saya tidak akan tergoyah seujung rambut pun dalam keyakinan ini penganut Islam yang paten.Dari sini jika tulisan ini terbaca, kalau anda bisa percaya tanpa saya uraikan paparkan ajaran jelasnya.Anda pun hanya akan tersenyum kecut melihat ‘ketidak tahuan dan kebusukan ketengikan wilders pembuat film tsb.’jangan kaget sudah banyak penghinaan pelecehan penghancuran usaha pemburukan dari orang-orang seperti iblis tengik Wilders. Percayalah.
May 13th, 2008 at 3:09 pm
@Agung:
Turut bersimpati dengan anda. Saya menghargai keputusan anda untuk tidak menontonnya.