<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pesta Demokrasi di Indonesia</title>
	<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/</link>
	<description>Pemikiran ngawur pelajar setengah gila yang terdampar di ujung dunia..</description>
	<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 13:43:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: sherwintobing</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1162</link>
		<dc:creator>sherwintobing</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 22:36:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1162</guid>
		<description>@doc wong:
Haha, kayaknya semua setuju soal ini. :lol:

@Ipang:
Halo Pang, hehe. Lama bener gak update lo? Setuju juga sih gw, seperti yang gw sebutin di atas temen gw bilang itu namanya multiplier effect, pasti ada aja pihak yang diuntungkan.

Politisi sebagai profesi tunggal? Kayaknya belum ada di Indonesia bukan?

@Inda:
Hooh, pusing lihat bendera dan poster dimana-mana. Kadang ngotorin malah, mana kalau pemilunya sudah lewat suka gak dicabut lagi posternya. 

@Ian:
Gw juga bingung Ian, kenapa yak commentluv plugin gw gak bekerja?
Bedanya, kalau di bisnis mereka punya insentif positif untuk membentuk aliansi, di dunia politik Indonesia ini, mereka justru punya juga insentif untuk tidak membentuk aliansi nampaknya. :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@doc wong:<br />
Haha, kayaknya semua setuju soal ini. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Ipang:<br />
Halo Pang, hehe. Lama bener gak update lo? Setuju juga sih gw, seperti yang gw sebutin di atas temen gw bilang itu namanya multiplier effect, pasti ada aja pihak yang diuntungkan.</p>
<p>Politisi sebagai profesi tunggal? Kayaknya belum ada di Indonesia bukan?</p>
<p>@Inda:<br />
Hooh, pusing lihat bendera dan poster dimana-mana. Kadang ngotorin malah, mana kalau pemilunya sudah lewat suka gak dicabut lagi posternya. </p>
<p>@Ian:<br />
Gw juga bingung Ian, kenapa yak commentluv plugin gw gak bekerja?<br />
Bedanya, kalau di bisnis mereka punya insentif positif untuk membentuk aliansi, di dunia politik Indonesia ini, mereka justru punya juga insentif untuk tidak membentuk aliansi nampaknya. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ian</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1155</link>
		<dc:creator>Ian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 15:26:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1155</guid>
		<description>Kok komen gw g ada ian's last blog post-nya ya hehehe....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kok komen gw g ada ian&#8217;s last blog post-nya ya hehehe&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ian</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1154</link>
		<dc:creator>Ian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 15:23:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1154</guid>
		<description>Kalau di dunia bisnis, hal ini mungkin seperti kapitalisme kali ya. Tapi sediit kurang jelas  :lol: 

Kalau di bisnis aja pemain2 kecil akhirnya membentuk aliansi strategis utk memperkuat posisi mereka bersama. Karena kalau pemain2 kecil hanya mengandalkan kekuatannya utk cari profit, mereka tahu mereka gak akan sustainable. Brand mereka tidak cukup solid, juga kemampuan finansial mereka lemah utk mendukung usaha mereka bersaing dengan existing players. Dalam usaha menembus pasar, mgkn mereka bisa menjual sejumlah produk dan dapet revenue, tapi mgkn jg akan cepat bangkrut.

Nah, mestinya parpol2 kecil juga bikin aliansi agar bisa dapet market lebih banyak, organisasinya sustainable, lalu bisa mencapai tujuan umum kan? Kalau gak mau bergabung utk menggalang kekuatan bersama dan lebih rela mati cepet meski tujuan umum belum tercapai asal bisa dapet kursi...logika ini mengarah ke satu tujuan parpol yg ky loe juga bilang: cari duit utk kantong sendiri. Dan bukan kantong parpol dan pendukungnya, tapi cm bbrp gelintir pengurusnya  :twisted:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau di dunia bisnis, hal ini mungkin seperti kapitalisme kali ya. Tapi sediit kurang jelas  <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau di bisnis aja pemain2 kecil akhirnya membentuk aliansi strategis utk memperkuat posisi mereka bersama. Karena kalau pemain2 kecil hanya mengandalkan kekuatannya utk cari profit, mereka tahu mereka gak akan sustainable. Brand mereka tidak cukup solid, juga kemampuan finansial mereka lemah utk mendukung usaha mereka bersaing dengan existing players. Dalam usaha menembus pasar, mgkn mereka bisa menjual sejumlah produk dan dapet revenue, tapi mgkn jg akan cepat bangkrut.</p>
<p>Nah, mestinya parpol2 kecil juga bikin aliansi agar bisa dapet market lebih banyak, organisasinya sustainable, lalu bisa mencapai tujuan umum kan? Kalau gak mau bergabung utk menggalang kekuatan bersama dan lebih rela mati cepet meski tujuan umum belum tercapai asal bisa dapet kursi&#8230;logika ini mengarah ke satu tujuan parpol yg ky loe juga bilang: cari duit utk kantong sendiri. Dan bukan kantong parpol dan pendukungnya, tapi cm bbrp gelintir pengurusnya  <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: inda</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1152</link>
		<dc:creator>inda</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 13:26:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1152</guid>
		<description>o ya lupa bilang, soal interior itu, saya jawab di blog saya ya kalo di sini takutnya malah lebih bikin oot :)

&lt;em&gt;inda's last blog post..&lt;a href='http://trimmerinda.blogspot.com/2008/05/measuring-namru-for-its-optimum.html' rel="nofollow"&gt;Measuring NAMRU for its Optimum Concentration (of Ethics)&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>o ya lupa bilang, soal interior itu, saya jawab di blog saya ya kalo di sini takutnya malah lebih bikin oot <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<em>inda&#8217;s last blog post..<a href='http://trimmerinda.blogspot.com/2008/05/measuring-namru-for-its-optimum.html' rel="nofollow">Measuring NAMRU for its Optimum Concentration (of Ethics)</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: inda</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1151</link>
		<dc:creator>inda</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 13:02:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1151</guid>
		<description>nah ya itu, mungkin kami kalahnya karena shock ngeliat mereka dateng ke forum resmi pake seragam kusut yang kemejanya 100% dikeluarin dari bawahannya trus ... pake sandal, gubrak! hehehe, nggak juga sih ya itu karena kita kurang kuat aja argumennya. baru nyesel di kemudian hari setelah baca2 lagi. untung kita tetep dapet hadiah soalnya kan jadi juara harapan, hehehe

voters turnout ... ya mungkin juga, sebetulnya saya sedih justru ketika sedang musim kampanye gitu, buat apa sih banyak2 spanduk dan foto2 dan gambar2 gede2 gitu, ngabisin uang aja. kalo mau publikasi ya ajaklah masyarakatnya diskusi tapi jangan cuci otak juga lah. kebanyakan masyarakat yang jadi pemilih juga nggak bener2 mempertimbangkan pilihannya, repot memang

&lt;em&gt;inda's last blog post..&lt;a href='http://trimmerinda.blogspot.com/2008/05/measuring-namru-for-its-optimum.html' rel="nofollow"&gt;Measuring NAMRU for its Optimum Concentration (of Ethics)&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nah ya itu, mungkin kami kalahnya karena shock ngeliat mereka dateng ke forum resmi pake seragam kusut yang kemejanya 100% dikeluarin dari bawahannya trus &#8230; pake sandal, gubrak! hehehe, nggak juga sih ya itu karena kita kurang kuat aja argumennya. baru nyesel di kemudian hari setelah baca2 lagi. untung kita tetep dapet hadiah soalnya kan jadi juara harapan, hehehe</p>
<p>voters turnout &#8230; ya mungkin juga, sebetulnya saya sedih justru ketika sedang musim kampanye gitu, buat apa sih banyak2 spanduk dan foto2 dan gambar2 gede2 gitu, ngabisin uang aja. kalo mau publikasi ya ajaklah masyarakatnya diskusi tapi jangan cuci otak juga lah. kebanyakan masyarakat yang jadi pemilih juga nggak bener2 mempertimbangkan pilihannya, repot memang</p>
<p><em>inda&#8217;s last blog post..<a href='http://trimmerinda.blogspot.com/2008/05/measuring-namru-for-its-optimum.html' rel="nofollow">Measuring NAMRU for its Optimum Concentration (of Ethics)</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ipang</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1146</link>
		<dc:creator>Ipang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 03:12:11 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1146</guid>
		<description>Kl menurut gw bozz, smakin banyak Partai brati Masyarakat Indo semakin PINTAR(atau sok Pintar????)!!!
Tapi anehnya...PINTAR nya itu lho koq gak klihatan sampai sekarang!!!!
Mungkin Parpol itu sekarang menjadi salah satu "Lapangan Pekerjaan" di Indonesia
1. Dari pada nganggur...mo buka counter HP jg dah banyak, mo jual Bensin eceran udah banyak pula...so mending bikin Parpol(itung2 bs jd Public Figure dadakan...tetangga sbelah pasti ngrumpiin)  :mrgreen: 
2. Kmaren aja temen gw ikut kampanye..eh dpt Uang jajan(lumayan kan U/ yg masih nganggur...yah, itung2 aja kerja part time di PT. Parpol).

-&#62; Intinya, *Masyarakat Indo itu sebenernya Pintar2(bukti PARPOL banyak...Di LN aja cm ada 2 or 3)
                *Semakin banyak Parpol, smakin beruntung Temen2 qt yg buka usaha Sablon Kaos  :razz: 
                *Semakin banyak Parpol, Nenek gw semakin bingung mo nyoblos mana(dr rumah dah yakin, eh   
                 sampai TPS bingung cuz tempat Logo Partai di kertas Pemilu yg mo dipilih ga tau...)

*Orang yg terlanjur masuk Dunia Politik, pasti tidak punya cermin di kamar tidurnya...!!!
Thx bozz...Salam Sampah U/ Politikus Busuk Indonesia....  :twisted:

&lt;em&gt;Ipang's last blog post..&lt;a href='http://irfan-arfianto.blogspot.com/2008/04/blok-situs-porno.html' rel="nofollow"&gt;Blok Situs Porno ...?!?!?!??!&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kl menurut gw bozz, smakin banyak Partai brati Masyarakat Indo semakin PINTAR(atau sok Pintar????)!!!<br />
Tapi anehnya&#8230;PINTAR nya itu lho koq gak klihatan sampai sekarang!!!!<br />
Mungkin Parpol itu sekarang menjadi salah satu &#8220;Lapangan Pekerjaan&#8221; di Indonesia<br />
1. Dari pada nganggur&#8230;mo buka counter HP jg dah banyak, mo jual Bensin eceran udah banyak pula&#8230;so mending bikin Parpol(itung2 bs jd Public Figure dadakan&#8230;tetangga sbelah pasti ngrumpiin)  <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
2. Kmaren aja temen gw ikut kampanye..eh dpt Uang jajan(lumayan kan U/ yg masih nganggur&#8230;yah, itung2 aja kerja part time di PT. Parpol).</p>
<p>-&gt; Intinya, *Masyarakat Indo itu sebenernya Pintar2(bukti PARPOL banyak&#8230;Di LN aja cm ada 2 or 3)<br />
                *Semakin banyak Parpol, smakin beruntung Temen2 qt yg buka usaha Sablon Kaos  <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':razz:' class='wp-smiley' /><br />
                *Semakin banyak Parpol, Nenek gw semakin bingung mo nyoblos mana(dr rumah dah yakin, eh<br />
                 sampai TPS bingung cuz tempat Logo Partai di kertas Pemilu yg mo dipilih ga tau&#8230;)</p>
<p>*Orang yg terlanjur masuk Dunia Politik, pasti tidak punya cermin di kamar tidurnya&#8230;!!!<br />
Thx bozz&#8230;Salam Sampah U/ Politikus Busuk Indonesia&#8230;.  <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /><br />
<em>Ipang&#8217;s last blog post..<a href='http://irfan-arfianto.blogspot.com/2008/04/blok-situs-porno.html' rel="nofollow">Blok Situs Porno &#8230;?!?!?!??!</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: doc_wong</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1142</link>
		<dc:creator>doc_wong</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 11:58:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1142</guid>
		<description>Lebih masuk akal, kemungkinan yang terakhir itu...

&lt;em&gt;doc_wong's last blog post..&lt;a href='http://hoaxhariini.blogspot.com/2008/05/ring-in-red.html' rel="nofollow"&gt;Ring in Red&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lebih masuk akal, kemungkinan yang terakhir itu&#8230;</p>
<p><em>doc_wong&#8217;s last blog post..<a href='http://hoaxhariini.blogspot.com/2008/05/ring-in-red.html' rel="nofollow">Ring in Red</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sherwintobing</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1120</link>
		<dc:creator>sherwintobing</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 20:51:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1120</guid>
		<description>@yonna:
Hehe, yonna sensornya kuat juga nih. :D

@guebukanmonyet:
Ayo, ayo, gw ikutan, ntar kita bagi2 kaos di pedalaman Jakarta. Emang Jakarta ada pedalamannya gitu? :lol: 
Soal banyaknya parpol, ngeri juga yak, segede apa tuh ntar kertas suaranya, pemilu 2004 yang cuma 24 parpol aja udah gede gitu ukurannya.

@inda:
Kalau gak salah sih keputusan dihancurin pasti akan diambil kalau referendum gagal, jadi sah-sah saja penghancurannya.
Sebenarnya saya juga sama inda, kayaknya program per parpol kurang disosialisasikan dengan jelas, cuma teriak-teriak bakal bawa perubahan, gampang bener ngejual kata perubahan. :lol:
Kok kalah inda? Hehe.
Apa demokrasi kita kurang kuat ya budaya demokrasinya, kalau mau diamati sih biasanya negara-negara yang budaya demokrasinya masih lemah lah yang memiliki fenomena voters turnout.

@antown:
Betul kawan, republikbabi dan banyak blog lainnya memiliki banyak sekali info menarik, selamat blogwalking. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@yonna:<br />
Hehe, yonna sensornya kuat juga nih. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@guebukanmonyet:<br />
Ayo, ayo, gw ikutan, ntar kita bagi2 kaos di pedalaman Jakarta. Emang Jakarta ada pedalamannya gitu? <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /><br />
Soal banyaknya parpol, ngeri juga yak, segede apa tuh ntar kertas suaranya, pemilu 2004 yang cuma 24 parpol aja udah gede gitu ukurannya.</p>
<p>@inda:<br />
Kalau gak salah sih keputusan dihancurin pasti akan diambil kalau referendum gagal, jadi sah-sah saja penghancurannya.<br />
Sebenarnya saya juga sama inda, kayaknya program per parpol kurang disosialisasikan dengan jelas, cuma teriak-teriak bakal bawa perubahan, gampang bener ngejual kata perubahan. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /><br />
Kok kalah inda? Hehe.<br />
Apa demokrasi kita kurang kuat ya budaya demokrasinya, kalau mau diamati sih biasanya negara-negara yang budaya demokrasinya masih lemah lah yang memiliki fenomena voters turnout.</p>
<p>@antown:<br />
Betul kawan, republikbabi dan banyak blog lainnya memiliki banyak sekali info menarik, selamat blogwalking. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: antown</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1087</link>
		<dc:creator>antown</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 20:25:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1087</guid>
		<description>saya tidak bisa berkata banyak untuk kunjungan saya yang kesekian kali di blog ini. Saya cuma ingin mengatakann bahwa tidak rugi juga ternyata kita blogwalking dan menemukan info bagus di republikbabi

&lt;em&gt;antown's last blog post..&lt;a href='http://antownholic.blogspot.com/2008/05/bahaya-rokok.html' rel="nofollow"&gt;Bahaya Rokok&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya tidak bisa berkata banyak untuk kunjungan saya yang kesekian kali di blog ini. Saya cuma ingin mengatakann bahwa tidak rugi juga ternyata kita blogwalking dan menemukan info bagus di republikbabi</p>
<p><em>antown&#8217;s last blog post..<a href='http://antownholic.blogspot.com/2008/05/bahaya-rokok.html' rel="nofollow">Bahaya Rokok</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: inda</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1070</link>
		<dc:creator>inda</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 12:26:36 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1070</guid>
		<description>hehehe, kasian juga orang2 berlin pada gigit jari. hmmm tapi apa keputusan itu sah ya, kan nggak memenuhi kuota, mustinya otoritas di sono juga bisa diprotes tu (nggak bermaksud ngomporin :p)

right, kalo golput ntar kalo ada apa-apa jadinya ngga berhak protes. masalahnya susah juga "memenuhi selera" banyak orang. selama saya ikut pemilu (baru 2 kali sih, pemilu partai ma presiden kemaren) saya sendiri blom pernah tu ngerasain milih yang bener2 sreg di hati, yah paling nggak ada satu dua program mereka yang saya setuju, tapi tetep aja saya memilih tidak dengan keyakinan 100%. oya soal golput itu, kmaren saya baca pilkada yang di jabar tu yang menang sebenernya malah yang golput, blom baca lebih lanjut kenapa begitu :) repot juga nurutin maunya semua orang indonesia. cuma kalo kembali ke soal parpol yang banyak banget itu, saya juga setuju kalo yang gituan sebenernya pemborosan aja

* jadi inget lomba debat waktu sma, kalah gara2 ngga bisa mempertahankan argumen kenapa kita sebaiknya nggak golput :p *

&lt;em&gt;inda's last blog post..&lt;a href='http://trimmerinda.blogspot.com/2008/04/practicing-injection-anxiety-and.html' rel="nofollow"&gt;Practicing Injection: the anxiety and excitement&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe, kasian juga orang2 berlin pada gigit jari. hmmm tapi apa keputusan itu sah ya, kan nggak memenuhi kuota, mustinya otoritas di sono juga bisa diprotes tu (nggak bermaksud ngomporin :p)</p>
<p>right, kalo golput ntar kalo ada apa-apa jadinya ngga berhak protes. masalahnya susah juga &#8220;memenuhi selera&#8221; banyak orang. selama saya ikut pemilu (baru 2 kali sih, pemilu partai ma presiden kemaren) saya sendiri blom pernah tu ngerasain milih yang bener2 sreg di hati, yah paling nggak ada satu dua program mereka yang saya setuju, tapi tetep aja saya memilih tidak dengan keyakinan 100%. oya soal golput itu, kmaren saya baca pilkada yang di jabar tu yang menang sebenernya malah yang golput, blom baca lebih lanjut kenapa begitu <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> repot juga nurutin maunya semua orang indonesia. cuma kalo kembali ke soal parpol yang banyak banget itu, saya juga setuju kalo yang gituan sebenernya pemborosan aja</p>
<p>* jadi inget lomba debat waktu sma, kalah gara2 ngga bisa mempertahankan argumen kenapa kita sebaiknya nggak golput :p *</p>
<p><em>inda&#8217;s last blog post..<a href='http://trimmerinda.blogspot.com/2008/04/practicing-injection-anxiety-and.html' rel="nofollow">Practicing Injection: the anxiety and excitement</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: guebukanmonyet</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1067</link>
		<dc:creator>guebukanmonyet</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 07:34:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1067</guid>
		<description>Gue gak setuju kalau jumlah parpol di Indonesia kebanyakan seperti saat ini. Sederhana aja, bikin bingung yang milih! Hehe. 

Ide yang bagus dari Marisa, JBRB bikin partai politik! Hahaha. Kalau emang dibikin gue mau Sherwin dan Marisa ikutan yah.

&lt;em&gt;guebukanmonyet's last blog post..&lt;a href='http://guebukanmonyet.com/2008/04/29/should-we-ban-dewi-persik/' rel="nofollow"&gt;Should We Ban Dewi Persik?&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gue gak setuju kalau jumlah parpol di Indonesia kebanyakan seperti saat ini. Sederhana aja, bikin bingung yang milih! Hehe. </p>
<p>Ide yang bagus dari Marisa, JBRB bikin partai politik! Hahaha. Kalau emang dibikin gue mau Sherwin dan Marisa ikutan yah.</p>
<p><em>guebukanmonyet&#8217;s last blog post..<a href='http://guebukanmonyet.com/2008/04/29/should-we-ban-dewi-persik/' rel="nofollow">Should We Ban Dewi Persik?</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1063</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 03:40:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1063</guid>
		<description>@Sherwin
tunggu-tunggu! *paling peka kalo namanya disebut neh :mrgreen:

yang bener tuh GBM dan Rusdi, mereka jadi biang parpol, gue bagian grecokinnya aja :lol:

dukung Foke ya, gue dulu dukung Adang, lmyn dikasih oleh-oleh juga meski cuma stikernya doang :mrgreen:

&lt;em&gt;yonna's last blog post..&lt;a href='http://totellthetale.wordpress.com/2008/04/28/barang-mewah-bernama-pendidikan-bermutu/' rel="nofollow"&gt;Barang Mewah Bernama Pendidikan Bermutu&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Sherwin<br />
tunggu-tunggu! *paling peka kalo namanya disebut neh <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>yang bener tuh GBM dan Rusdi, mereka jadi biang parpol, gue bagian grecokinnya aja <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>dukung Foke ya, gue dulu dukung Adang, lmyn dikasih oleh-oleh juga meski cuma stikernya doang <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
<em>yonna&#8217;s last blog post..<a href='http://totellthetale.wordpress.com/2008/04/28/barang-mewah-bernama-pendidikan-bermutu/' rel="nofollow">Barang Mewah Bernama Pendidikan Bermutu</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sherwintobing</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1062</link>
		<dc:creator>sherwintobing</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 13:14:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1062</guid>
		<description>@Calvin:
Ya saya setuju, terlalu banyak partai politik memang akan membuat negara lemah. Bayangkan betapa susahnya pengambilan keputusan apabila banyak yang lolos electoral threshold. Seharusnya electoral threshold kita juga dinaikkan sedikit persentasenya. Parpol kecil pun saya kira tidak memiliki kandidat yang cemerlang yang nantinya apabila duduk di parlemen bisa memberikan kontribusi berharga dengan pemikirannya. :D 

Menyikap banyaknya logo seperti yang Calvin sebutkan, teman saya pernah bilang hal ini setidaknya membawa efek positif, di ekonomi dinamakan multiplier effect, penyablon, tukang poster dan sejenisnya akan meraup banyak keuntungan dari sini.

Thanks ide postingannya. :D

@michaeljubel:
Sepanjang pengetahuan gw sih walaupun berbasis Kristen ideologi mereka masih Pancasila. beberapa partai Islam juga menyatakan bahwa terlepas dari ideologi Islam mereka, mereka juga menerima anggota parpol dari agama lain. Mengusung ide agama seperti ini memang dengan sendirinya membuat parpol tertentu bisa menarik suara yang banyak. 

@cak Dh1k4:
Setuju kawan, ada masalah dengan demokrasi yang kebablasan di sini. Kasusnya sama saja dengan negara yang baru memasuki era demokratisasi, kasus paling ekstrim bisa dilihat di Polandia, dimana setelah rezim komunis runtuh banyak sekali parpol bermunculan. Soal sekuler, bukannya negara kita negara sekuler? Oh ya, terima kasih juga atas linknya.

@yonna:
Hehe, udah rahasia umum yak Yonna.  :mrgreen: 
Kalau saya bilang ada unsur sekedar coba-coba juga, emang ada motivasi tersembunyi seperti itu, siapa sih yang gak tergiur melihat banyaknya uang yang bisa diraup dengan duduk di parlemen.

@Verdinand R.:
Orang mungkin mengira banyaknya parpol adalah sesuatu yang wajar, setelah puluhan tahun parpol-parpol dibredel dan dimerger secara paksa, yah semacam euforialah. Sistem dua partai seperti Amerika atau Inggris memang menarik, walaupun kandidat tidak terlalu memiliki banyak pilihan. Yah, mungkin gak sih sistem seperti ini bakal populer di Indonesia mengingat kita memiliki sejarah 3 partai saja namun yang menang itu-itu saja?

@inda:
Ada kan? hehe. :lol: Saya kira diversifikasi partainya juga belum terlalu kelihatan, apa yang mereka representasikan juga jadi tidak jelas. Rakyat nanti malah milih parpol yang sering kampanye lewat depan rumah mereka lagi, haha. Soal golput, saya pribadi kurang setuju sama golput, seberapa kecilnya pun pengaruh satu suara individu, saya percaya kita harus berkontribusi. Asal udah golput jangan pada komplain saja nantinya kalau pemerintah mulai membuat keputusan yang aneh-aneh. 

Kemarin ini, sebuah bandara bersejarah di Berlin direncanakan akan ditutup. Diadakan sebuah referendum untuk menentang penutupan bandara itu, masyarakat Berlin tidak ingin bandaranya ditutup, tapi mereka tidak pergi untuk memilih. Dibutuhkan tingkat partisipasi 25% penduduk untuk mengambil keputusan berdasarkan hasil referendum, sayang hanya 21% yang memilih dan 60% di antaranya menolak penutupan. Sekarang warga kecewa karena bandara akan benar-benar ditutup, lah siapa suruh gak milih? :D

@Marisa:
Si GBM sama Yonna aja ntar yang bikin, hehe, saya jadi aide-nya saja. :lol: Loh kok sama, saya juga dulu dukung beliau, walaupun gak nyoblos karena tinggal di luar electoral area. Koleksi kaos partai nih ceritanya? Hehe.

@Andika:
Tepat sekali, catch all parties. Itulah sebabnya saya menyebutkan mass parties di atas yang jika ditilik dari sejarah perkembangan parpol di Eropa merupakan tahap sebelumnya dari catch all parties. Sebagai contoh juga bisa kita lihat PKS yang seakan mencoba menarik pemilih dari non-Islam dengan beranjak menjauh sedikit demi sedikit dari ideologi mereka. CMIIW.

Pemilihan Gubernur Jabar kan seperti pengulangan pemilihan Gubernur DKI, dimana parpol yang relatif gurem hampir mengalahkan koalisi parpol-parpol bermassa banyak. :D

Kira-kira kapan ya masyarakat kita bisa dewasa dalam berpolitik?

@shige:
Yap, mengatasnamakan kepentingan rakyat demi kepentingan sendiri. Lihat saja banyak dari mereka yang duduk di parlemen dan tidak berkualitas sama sekali, apa mereka tidak malu (atau tidak takut azab, meminjam istilah film Hidayah :lol:) dengan menkhianati rakyat lugu yang telah mempercayai mereka.

@vienz:
Gue namain keadaan itu dengan democracy deficit, kondisi yang juga terjadi negara-negara eks satelit Soviet yang baru memasuki demokratisasi. Kesamaan sejarah sebenanya ada antara Indonesia dengan negara-negara tersebut, dalam arti kita sama-sama memiliki masa yang sangat panjang berada di bahwa sebuah sistem diktator dimana pemilih dipaksa untuk memilih satu parpol tertentu. Tiba-tiba diktator itu lengser, rakyat yang sama sekali buta mengenai pemilu dan demokrasi yang luber dan jurdil kaget saat mengetahui banyak sekali parpol yang bisa dipilih. Wow, kata mereka. :lol:

Contoh yang sangat tepat Vienz, terlihat bukan betapa gampangnya membedakan satu partai dengan lainnya di negara yang telah mencapai sebuah level demokrasi yang sangat tinggi. 

Soal rencana-rencana yang loe sebutkan itu memang sangat menarik, dan seperti yang saya bilang, belum ada parpol yang berani mengusung single issue seperti itu, semuanya hanya berani menjelma jadi ctach all party seperti yang andika sebutkan di atas. 

Gakpapa Vienz, haha, gw juga seneng banget kok kalo pada kasih komen. :D

Thanks all. Ayo-ayo yang belum komen. :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Calvin:<br />
Ya saya setuju, terlalu banyak partai politik memang akan membuat negara lemah. Bayangkan betapa susahnya pengambilan keputusan apabila banyak yang lolos electoral threshold. Seharusnya electoral threshold kita juga dinaikkan sedikit persentasenya. Parpol kecil pun saya kira tidak memiliki kandidat yang cemerlang yang nantinya apabila duduk di parlemen bisa memberikan kontribusi berharga dengan pemikirannya. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Menyikap banyaknya logo seperti yang Calvin sebutkan, teman saya pernah bilang hal ini setidaknya membawa efek positif, di ekonomi dinamakan multiplier effect, penyablon, tukang poster dan sejenisnya akan meraup banyak keuntungan dari sini.</p>
<p>Thanks ide postingannya. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@michaeljubel:<br />
Sepanjang pengetahuan gw sih walaupun berbasis Kristen ideologi mereka masih Pancasila. beberapa partai Islam juga menyatakan bahwa terlepas dari ideologi Islam mereka, mereka juga menerima anggota parpol dari agama lain. Mengusung ide agama seperti ini memang dengan sendirinya membuat parpol tertentu bisa menarik suara yang banyak. </p>
<p>@cak Dh1k4:<br />
Setuju kawan, ada masalah dengan demokrasi yang kebablasan di sini. Kasusnya sama saja dengan negara yang baru memasuki era demokratisasi, kasus paling ekstrim bisa dilihat di Polandia, dimana setelah rezim komunis runtuh banyak sekali parpol bermunculan. Soal sekuler, bukannya negara kita negara sekuler? Oh ya, terima kasih juga atas linknya.</p>
<p>@yonna:<br />
Hehe, udah rahasia umum yak Yonna.  <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
Kalau saya bilang ada unsur sekedar coba-coba juga, emang ada motivasi tersembunyi seperti itu, siapa sih yang gak tergiur melihat banyaknya uang yang bisa diraup dengan duduk di parlemen.</p>
<p>@Verdinand R.:<br />
Orang mungkin mengira banyaknya parpol adalah sesuatu yang wajar, setelah puluhan tahun parpol-parpol dibredel dan dimerger secara paksa, yah semacam euforialah. Sistem dua partai seperti Amerika atau Inggris memang menarik, walaupun kandidat tidak terlalu memiliki banyak pilihan. Yah, mungkin gak sih sistem seperti ini bakal populer di Indonesia mengingat kita memiliki sejarah 3 partai saja namun yang menang itu-itu saja?</p>
<p>@inda:<br />
Ada kan? hehe. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> Saya kira diversifikasi partainya juga belum terlalu kelihatan, apa yang mereka representasikan juga jadi tidak jelas. Rakyat nanti malah milih parpol yang sering kampanye lewat depan rumah mereka lagi, haha. Soal golput, saya pribadi kurang setuju sama golput, seberapa kecilnya pun pengaruh satu suara individu, saya percaya kita harus berkontribusi. Asal udah golput jangan pada komplain saja nantinya kalau pemerintah mulai membuat keputusan yang aneh-aneh. </p>
<p>Kemarin ini, sebuah bandara bersejarah di Berlin direncanakan akan ditutup. Diadakan sebuah referendum untuk menentang penutupan bandara itu, masyarakat Berlin tidak ingin bandaranya ditutup, tapi mereka tidak pergi untuk memilih. Dibutuhkan tingkat partisipasi 25% penduduk untuk mengambil keputusan berdasarkan hasil referendum, sayang hanya 21% yang memilih dan 60% di antaranya menolak penutupan. Sekarang warga kecewa karena bandara akan benar-benar ditutup, lah siapa suruh gak milih? <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Marisa:<br />
Si GBM sama Yonna aja ntar yang bikin, hehe, saya jadi aide-nya saja. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> Loh kok sama, saya juga dulu dukung beliau, walaupun gak nyoblos karena tinggal di luar electoral area. Koleksi kaos partai nih ceritanya? Hehe.</p>
<p>@Andika:<br />
Tepat sekali, catch all parties. Itulah sebabnya saya menyebutkan mass parties di atas yang jika ditilik dari sejarah perkembangan parpol di Eropa merupakan tahap sebelumnya dari catch all parties. Sebagai contoh juga bisa kita lihat PKS yang seakan mencoba menarik pemilih dari non-Islam dengan beranjak menjauh sedikit demi sedikit dari ideologi mereka. CMIIW.</p>
<p>Pemilihan Gubernur Jabar kan seperti pengulangan pemilihan Gubernur DKI, dimana parpol yang relatif gurem hampir mengalahkan koalisi parpol-parpol bermassa banyak. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kira-kira kapan ya masyarakat kita bisa dewasa dalam berpolitik?</p>
<p>@shige:<br />
Yap, mengatasnamakan kepentingan rakyat demi kepentingan sendiri. Lihat saja banyak dari mereka yang duduk di parlemen dan tidak berkualitas sama sekali, apa mereka tidak malu (atau tidak takut azab, meminjam istilah film Hidayah :lol:) dengan menkhianati rakyat lugu yang telah mempercayai mereka.</p>
<p>@vienz:<br />
Gue namain keadaan itu dengan democracy deficit, kondisi yang juga terjadi negara-negara eks satelit Soviet yang baru memasuki demokratisasi. Kesamaan sejarah sebenanya ada antara Indonesia dengan negara-negara tersebut, dalam arti kita sama-sama memiliki masa yang sangat panjang berada di bahwa sebuah sistem diktator dimana pemilih dipaksa untuk memilih satu parpol tertentu. Tiba-tiba diktator itu lengser, rakyat yang sama sekali buta mengenai pemilu dan demokrasi yang luber dan jurdil kaget saat mengetahui banyak sekali parpol yang bisa dipilih. Wow, kata mereka. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Contoh yang sangat tepat Vienz, terlihat bukan betapa gampangnya membedakan satu partai dengan lainnya di negara yang telah mencapai sebuah level demokrasi yang sangat tinggi. </p>
<p>Soal rencana-rencana yang loe sebutkan itu memang sangat menarik, dan seperti yang saya bilang, belum ada parpol yang berani mengusung single issue seperti itu, semuanya hanya berani menjelma jadi ctach all party seperti yang andika sebutkan di atas. </p>
<p>Gakpapa Vienz, haha, gw juga seneng banget kok kalo pada kasih komen. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Thanks all. Ayo-ayo yang belum komen. <img src='http://sherwintobing.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vienz</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1059</link>
		<dc:creator>vienz</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 16:27:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1059</guid>
		<description>Menurut saya, dengan jumlah partai yang tidak terbatas itu sangat tidak relevan dengan pengetahuan politik masyarakat Indonesia sendiri. Tahu apa sih kita, tentang demokrasi? Ngerti apa sih, tentang pemilu jurdil dan tertib? Hasil pilkada tidak sesuai keinginan saja langsung rusuh, ini mau sok-sok ngerti tentang prinsip dan ideologi. Malah saya curiga, jangan-jangan komitenya sendiri tidak mengerti apa yang ingin dicapai dari demokrasi.

Saya prihatin melihat reformasi berjalan ke arah yang tidak jelas seperti sekarang ini. Walaupun di masa Orde Baru banyak terjadi penyimpangan dan pelanggaran HAM, paling tidak pembedaan ideologi dari ketiga partai yang berpartisipasi di pemilu 'agak-lebih' jelas (walaupun pada pelaksanaannya, tidak ada juga pencerdasan berpolitik kepada masyarakat, bahkan terjadi pemaksaan dalam memilih). Sejak era reformasi, pemilu yang diadakan dengan sistem multi-partai di negara kita memang belum pernah jelas arahnya.

Sebagai pembanding, kita lihat sistem bi-partai di Amerika (maaf ya, contohnya Amerika lagi. cuma negara ini yang saya tau sedikit2). Paling tidak, orang paling bodoh berpolitik pun bisa membedakan, bahwa Partai Republik arah kebijakannya lebih konservatif, yang biasanya didukung oleh penduduk usia lanjut dan mereka yang religius; sementara Demokrat lebih ke arah perubahan dan lebih populer di kalangan generasi muda. Paling tidak, pembedaan yang jelas ini bisa dijadikan dasar bagi pemilih untuk mengambil sikap. Misalnya, jika saya pro-aborsi, maka saya akan mendukung Partai Demokrat; sementara jika saya mendukung hak kepemilikan senjata bagi individu, maka saya akan mencoblos Partai Republik. Itu contoh dangkalnya saja. Tentu banyak lagi pertimbangan yang diambil pemilih untuk memilih suatu partai.

Sementara di Indonesia, masing-masing partai tidak memiliki pijakan yang jelas ke arah mana mereka akan mampu membawa perubahan di negeri ini. Kalau saya mencari pemimpin yang bersih, bebas korupsi, menegakkan hukum, bla bla bla, sama saja seperti mencari jerami di tumpukan jarum; toh semua partai akan menjanjikan hal yang serupa. Tidak ada gunanya. Tapi kalau saya seorang pemilih yang lebih spesifik; mencari pemimpin yang, misalnya, akan melakukan hal yang nyata menentang pembalakan hutan, mendukung pembangunan ruang-ruang publik yang positif di perkotaan, menyediakan transportasi publik yang manusiawi di kota-kota besar, dan lain-lain, saya rasa hingga detik ini saya belum menemukan partai yang cukup 'punya sikap' dan punya prinsip untuk mampu membuat saya memilih partai tersebut.

Hehe, maaf ya yuki. Udah lama ga bikin blog di dalam blog lo! Hehehe...

&lt;em&gt;vienz's last blog post..&lt;a href='http://principessalavienz.blogspot.com/2008/04/why-dont-we-all-speak-same-language.html' rel="nofollow"&gt;Why Don't We All Speak The Same Language?&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya, dengan jumlah partai yang tidak terbatas itu sangat tidak relevan dengan pengetahuan politik masyarakat Indonesia sendiri. Tahu apa sih kita, tentang demokrasi? Ngerti apa sih, tentang pemilu jurdil dan tertib? Hasil pilkada tidak sesuai keinginan saja langsung rusuh, ini mau sok-sok ngerti tentang prinsip dan ideologi. Malah saya curiga, jangan-jangan komitenya sendiri tidak mengerti apa yang ingin dicapai dari demokrasi.</p>
<p>Saya prihatin melihat reformasi berjalan ke arah yang tidak jelas seperti sekarang ini. Walaupun di masa Orde Baru banyak terjadi penyimpangan dan pelanggaran HAM, paling tidak pembedaan ideologi dari ketiga partai yang berpartisipasi di pemilu &#8216;agak-lebih&#8217; jelas (walaupun pada pelaksanaannya, tidak ada juga pencerdasan berpolitik kepada masyarakat, bahkan terjadi pemaksaan dalam memilih). Sejak era reformasi, pemilu yang diadakan dengan sistem multi-partai di negara kita memang belum pernah jelas arahnya.</p>
<p>Sebagai pembanding, kita lihat sistem bi-partai di Amerika (maaf ya, contohnya Amerika lagi. cuma negara ini yang saya tau sedikit2). Paling tidak, orang paling bodoh berpolitik pun bisa membedakan, bahwa Partai Republik arah kebijakannya lebih konservatif, yang biasanya didukung oleh penduduk usia lanjut dan mereka yang religius; sementara Demokrat lebih ke arah perubahan dan lebih populer di kalangan generasi muda. Paling tidak, pembedaan yang jelas ini bisa dijadikan dasar bagi pemilih untuk mengambil sikap. Misalnya, jika saya pro-aborsi, maka saya akan mendukung Partai Demokrat; sementara jika saya mendukung hak kepemilikan senjata bagi individu, maka saya akan mencoblos Partai Republik. Itu contoh dangkalnya saja. Tentu banyak lagi pertimbangan yang diambil pemilih untuk memilih suatu partai.</p>
<p>Sementara di Indonesia, masing-masing partai tidak memiliki pijakan yang jelas ke arah mana mereka akan mampu membawa perubahan di negeri ini. Kalau saya mencari pemimpin yang bersih, bebas korupsi, menegakkan hukum, bla bla bla, sama saja seperti mencari jerami di tumpukan jarum; toh semua partai akan menjanjikan hal yang serupa. Tidak ada gunanya. Tapi kalau saya seorang pemilih yang lebih spesifik; mencari pemimpin yang, misalnya, akan melakukan hal yang nyata menentang pembalakan hutan, mendukung pembangunan ruang-ruang publik yang positif di perkotaan, menyediakan transportasi publik yang manusiawi di kota-kota besar, dan lain-lain, saya rasa hingga detik ini saya belum menemukan partai yang cukup &#8216;punya sikap&#8217; dan punya prinsip untuk mampu membuat saya memilih partai tersebut.</p>
<p>Hehe, maaf ya yuki. Udah lama ga bikin blog di dalam blog lo! Hehehe&#8230;</p>
<p><em>vienz&#8217;s last blog post..<a href='http://principessalavienz.blogspot.com/2008/04/why-dont-we-all-speak-same-language.html' rel="nofollow">Why Don&#8217;t We All Speak The Same Language?</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: shige</title>
		<link>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1058</link>
		<dc:creator>shige</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 13:20:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://sherwintobing.com/2008/04/22/pesta-demokrasi-di-indonesia/#comment-1058</guid>
		<description>bener kata komentar2 diatas .. 
makin banyak parpol berarti makin banyak kepentingan pribadi yang cuma mengatasnamakan rakyat, saya pikir masih sangat jarang para pemimpin yang benar-benar berjiwa nasionalis, sebaliknya .. malah bersikap individualis ..
apalagi kerusakan dalam parlemen makin terungkap dengan tertangkapnya anggota DPR atas tuduhan korupsi. juga berita tentang pelanggaran hukum oleh mereka yang membuat hukum, kalo dipikir lebih jauh, sistem di negara ini sudah semakin rusak dan tidak terkendali .. entah bagaimana mengatasi masalah seperti ini .. ^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bener kata komentar2 diatas ..<br />
makin banyak parpol berarti makin banyak kepentingan pribadi yang cuma mengatasnamakan rakyat, saya pikir masih sangat jarang para pemimpin yang benar-benar berjiwa nasionalis, sebaliknya .. malah bersikap individualis ..<br />
apalagi kerusakan dalam parlemen makin terungkap dengan tertangkapnya anggota DPR atas tuduhan korupsi. juga berita tentang pelanggaran hukum oleh mereka yang membuat hukum, kalo dipikir lebih jauh, sistem di negara ini sudah semakin rusak dan tidak terkendali .. entah bagaimana mengatasi masalah seperti ini .. ^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
