Apakah Kita Sedang Tertidur Lagi?

20 Mei seratus tahun yang lalu, sejumlah mahasiswa kedokteran STOVIA memprakarsai berdirinya Budi Utomo dan menjadi momentum penting bagi kemunculan berbagai organisasi dan partai politik yang menyuarakan pentingnya persatuan dan keinginan untuk merdeka setelahnya.

Seratus tahun telah kita lewati setelahnya, dan tak kurang dari enam Presiden dan belasan kabinet sudah kita miliki. Berbagai pencapaian penting telah kita raih, seperti kemerdekaan Republik Indonesia, pengokohan kedaulatan, pengembalian beberapa wilayah oleh penjajah Belanda dan Portugal, hingga tumbangnya rezim Soeharto yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade.

Kenyataannya, masih banyak rakyat yang belum terpuaskan, berbagai masalah kerap menghantam Indonesia setelahnya. Mulai dari gerakan separatisme di Aceh, Maluku, dan Irian, tragedi G30S/PKI, kerusuhan Mei 1998, praktek korupsi yang semakin merajalela, bencana alam, semakin tak tercukupinya harga kebutuhan barang pokok sampai BBM, dan kerusakan moral beberapa orang pemimpin kita. Mengerikan, apakah kita sedang tertidur lagi?

Claus Offe, seorang ekonom asal Jerman, mengutip teori A.O Hirschman, the tunnel effect, dalam salah satu tulisannya yang dimuat di jurnal Social Research tahun 1991. Analogi yang diberikan oleh teori ini adalah kemacetan luar biasa yang terjadi di dalam sebuah terowongan satu arah yang memiliki dua jalur. Jalur kedua entah kenapa tiba-tiba menjadi lancar, pengemudi di jalur pertama yang kendaraannya sama sekali tidak bisa bergerak menatap iri ke pengemudi di jalur kedua. Rasa iri di sini inilah yang bisa kita kaitkan dengan politik kesabaran. Seberapa lama pengemudi di jalur pertama bisa bersabar sementara pengemudi jalur kedua bisa berkendaraan dengan lancar?

Pertanyaannya sekarang, berapa lama lagi rakyat Indonesia kuasa menahan perasaan marah karena hidupnya tidak mengalami perbaikan sementara bangsa-bangsa lain di sekitar kita, bahkan sesama negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan bahkan Vietnam terus menekan pedal gasnya dalam-dalam?

Kerusuhan Mei 1998 yang berujung pada tumbangnya Soeharto sebenarnya mengindikasikan bangsa Indonesia sudah terbangun lagi dari tidur panjangnya, dan motornya kali ini lagi-lagi kalangan muda. Sayang, setelah bangun kita terlalu lama mengucek-ucek mata dan menggeliat dengan malasnya, bukannya langsung berdiri dan berjalan.

Salah siapa semua ini hingga kita tidak bangun, berdiri dan berjalan?

Banyak orang kerap menyalahkan pemerintah sebagai penyebab, misalnya, kesengsaraan ekonomi mereka. “Pemerintah itu suka korupsi”, begitu kata mereka.

Ya, kerusakan moral memang jawabannya. Mungkin hampir seluruh bangsa Indonesia telah rusak moralnya, dan parahnya banyak yang tidak menyadarinya. Misalnya saja, ada orang-orang tertentu yang tidak menyadari bahwa dengan membuka situs pertemanan, situs porno, maupun fasilitas chatting di jam kerjanya juga merupakan bentuk korupsi. Ada juga yang memakai telepon kantor untuk menelepon temannya. Ada juga bendahara-bendahara yang meminta penjual barang untuk memodifikasi bon demi seraup kecil rupiah. Tapi, di kala ada oknum pemerintah yang tiba-tiba tertangkap karena korupsi, mereka menjadi sangat vokal padahal mereka semua sama saja, pelaku korupsi. Hanya jumlah dan bentuknyalah yang membedakan mereka.

Koreksi diri mungkin merupakan hal yang sangat kecil, namun merupakan sebuah basis penting bagi perkembangan masyarakat. Anda perlu momentum untuk itu? Besok adalah 20 Mei 1998, silahkan ikut upacara hari kebangkitan nasional, pandang sang merah putih dan katakan bahwa masih ada harapan untuknya karena anda telah bangkit dan berjalan, karena anda mau berubah.

Image was taken from here.

Tags: , , , ,

This entry was posted on Monday, May 19th, 2008 at 3:42 pm and is filed under Indonesia, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

 

27 Responses to “Apakah Kita Sedang Tertidur Lagi?”

  1. verdinand Says:

    kita memang sedang tertidur.
    Harusnya kita bangun dan langsung mengerjakan hal-hal yang luar biasa.

    Seandainya sepuluh tahun yang lalu kita udah mempercepat pengembangan energi alternatif,
    pasti masyarakat Indonesia nggak sengsara karena harga minyak.

    We’re in the wrong track. We should overturn to the highway. Kalau kita berada di jalur macet terus, sebagus apapun mobil kita, pasti akan berjalan lambat.

    Happy 100 years national awakening!

    verdinand’s last blog post..Stupid Giant

  2. michaeljubel Says:

    analogi yang menarik sekali. tapi kadang kita harus sadar bahwa dengan bersabar segalanya tuh bisa lebih baik. temen-temen pernah kan nyetir di kemacetan, lalu berpindah jalur karena terkesan jalur tersebut lebih lancar, tapi di ujung-ujungnya malah ngedapetin kemacetan yang lebih parah lalu kita gigit jari ngeliat mobil yang tadinya ada di belakang kita saat kita belum berpindah jalur malah bisa melaju dengan enaknya.. hehe..

    sabar.. sabar..

    dan gua setuju bgt bahwa kita masih punya harapan. don’t let it fade.. hehe..

    btw trackback gua tak sampe, yuk..

    anyway, happy national awakening day everyone!

    @verdinand:
    pengembangan energi alternatif? hehehe.. bener juga.. tapi waktu itu harga minyak masih murah.. jadi energi alternatif gak bisa bersaing.. ujung2nya penelitiannya jadi kurang dana dan perhatian.. agak kompleks juga sih.. hehe.. yahh.. lebih baik melihat ke depan daripada menggali kesalahan di masa lalu kali ya.. jadikan kesalahan masa lalu sebagai pembelajaran tapi jangan kelamaan diam penuh penyesalan.. hehe.. untuk Indonesia yang lebih baik!

    michaeljubel’s last blog post..Are you celebrating the day?

  3. Marisa Says:

    Selamat hari kebangkitan (harga BBM) nasional! :roll:

    Btw nonton upacara Harkitnas ngga? Wuih! Patriotik berat. Ngga kalah ma 4th of July.
    Untuk sesaat dan sehari itu bangsa Indonesia berhasil teryakini akan ke-PANCASILA-annya.

    Tetapi entah kenapa setiap jiwa nasionalis gue bergejolak (jieh.) ko malah semakin pingin gue kemplang kalangan relijius konservatif fundamentalis etc etc di negara ini ya. Jadi mendingan gue ngga usah jadi nasionalis deh. Jadi citizen of the world aja. Toh jadi nasionalis juga ngga bakal dianggep oleh kalangan tertentu di negara ini.

  4. michaeljubel Says:

    @ Marisa:

    semakin pingin gue kemplang kalangan relijius konservatif fundamentalis etc etc di negara ini

    uhh yeaahhhhhhhhhhhh.. hahaha.. i’m in. tapi gua tetep nasionalis. huehehe..

    michaeljubels last blog post..Are you celebrating the day?

  5. Nona Nieke,, Says:

    Kalo dipikir2 iya juga,
    kalo make2 fasilitas kantor yg tidak dalam keperluan kantor itu jg salah satu bentuk korupsi kecil2an,
    hmmm.. mungkin org yg ngantor lg butuh hiburan untuk melepas mumet dr rutinitas kantor kali yah?
    Btw, merayakan hari kebangkitan nasional juga ada upacaranya tho??
    saya malah jd susah ngebedain mana yg hari kebangkitan nasional, mana yg hari kemerdekaan..
    suasananya nyaris sama, hehe :mrgreen:
    Nona Nieke,,s last blog post..Kentang digado2in

  6. yonna Says:

    @Icha
    sabar buuu jangan galak-galak :mrgreen:

    iya, emang meriah banget, baru kali ini ada perayaan hari nasional semeriah itu, 17 agustus-an aja kalah, ya saya juga geleng2 liat kemewahan acara yang disponsori ama Trans Corp tsb, mending uang buat persiapan acara perayaannya disumbangin buat rakyat miskin :)

    Ya mungkin, kita sedang tertidur, soalnya kalo bangun bakal menghadapi hari buruk kaya harga sembako naek, harga minyak tanah mahaalll, BBM mau naek, antrian BLT, cabe mahal, ancaman PHK, dll. Jadi daripada stres mending tidur dan mimpi indah :mrgreen:
    yonnas last blog post..Personality Traits vs Personal Achievement

  7. Calvin Michel Sidjaja Says:

    merubah diri sendiri adalah paling penting, sayang, sistem tidak mau berubah. Supaya gw ga frustasi, mending gw jalan sendiri aja. Gw yakin udah ada orang2 yang juga berjuang untuk merubah diri sendiri sebelum merubah orang lain dan pemerintah. Tapi lebih banyak yang ga mau berubah dan lebih menikmati posisi jadi the victim, forever.

    Sistemnya apalagi, gimana mau berubah? ngedengerin aja ogah, kita dianggap ga sopan, dll. duh cape dehhh.

  8. grace Says:

    setuju!
    saya rasa ga cuma dari sistem saja yang di harapkan berubah, tapi diri sendiri harus berubah.
    kalo sistem yang ga berubah2, maslah itu sih just the matter of time, i guess..
    kalo individu2nya udah mu berubah, pasti sistem scr ga langsung juga berubah…
    toh kita bukan negara rigid dan undang2 kita juga katanyaadalah undang2 yang fleksibel.. :smile:
    yahh..namanya juga mo berubah, kan gak bisa instant, butuh proses lah..asl di proses nya itu ga lgsung frustasi karna gada perubahan..it takes time for england, US, and japan to be developed countries..
    apa mau ngadain revolusi aja?
    *mbayangin para koruptor di bawah guillotine*
    *bergidik ngeri*
    btw, saya OOT ga ya nih?

    graces last blog post..Farewell

  9. jurang jero Says:

    bukan kebangkitan nasional tapi kita mengalami masa KEBANGKRUTAN NASIONAL

    jurang jeros last blog post..Gombloh - Hong Wilaheng

  10. aAng Says:

    indonesia udah bangkit kok
    terutama harga bbm-nya :roll:
    aAngs last blog post..memunculkan kembali sms yg hilang

  11. yonna Says:

    @Calvin n Grace
    saya setuju banget. saya emang cenderung pro ma perubahan yang dilakukan dari diri kita sendiri dan keluarga kita, mgkn beberapa orang akan menganggap pendapat saya tsb sebagai sikap egois dan individualistis. bukannya gitu, saya ini cuma mengukur kemampuan, kalo sanggupnya sebatas itu ya realistis dong!

    dan kutipan berikut ini makin menguatkan pendirian saya:

    “Setiap orang berpikir ingin mengubah dunia, tetapi tidak ada orang yang berpikir ingin mengubah dirinya” - Leo Tolstoy -

    yonnas last blog post..An Apple A Day Keep The Doctor Away?

  12. balidreamhome Says:

    Atokah mungkin segala istilah2 yang ada dibangsa ini perlu diganti aja dan disesuaikan dengan situasi sekarang, semacan hari kebangkitan nasional, sebenarnya kan kita gak pernah rebahan dan gak pernah tidur dalam kontek negara dan bangsa, mungkin aja jadi hari “Sadar” nasional, sadar kalau korup[si itu mencuri uang anak cucu kita, sadar kalau kampanye itu jangan janji gombal, sadar kalau negara ini bukan punya golongan dan agama tertentu, dan sadar kalau memang harga2 selalu bakal naik, yang turun kan cuma hujan dan ce……..na, sadar jangan buang tenaga dengan demo yang gak karu-karuan malah bikin takut orang lain… hhhh sadar, eling….. cheers, baru sadar aku kalo blm makan siang nih….. :razz:
    balidreamhomes last blog post..Aku, kamu, kita, semua berharap!

  13. ipang Says:

    Sebenernya cm 1 bozz kuncinya…Kl di setiap hati Warga IND ada kata…”Cinta Indonesia”…mungkin semua “penyakit” bisa sembuh. Gw salut ma warga Jepang(gw ga tau namanya), gw pernah denger tuh, ini pas jaman jadul, itu orang sekolah di LN, tp ada perjanjian kl tdk dlam keadaan mati dia tdk boleh balik ke Jepang(kl balik harus di tebus pakek uang cuz U/ biaya pendi2kan dia -kan dia skolah gratis-). Mkin karena Cinta ma Negaranya, dia merangkum semua rumus2, gambar2 atau apapun di kertas minyak(kl ga salah)trus itu kertas minyak dia telan sampai dia mati. Mau ga mau itu mayat di kirim balik ke Jepang, smpai di Jepang itu mayat di bedah & diambil cata2n yg ada di perutnya U/ dipelajari warga Jepang lainnya….salute…itu lah “Cinta Negara”, seandainya ada org ky gitu di IND….
    Bozz cb survey ke beberapa org…di bagi: angktan Tua(pejuang) & angkatan sekarang(Bp, ibu & anak2 muda)…tanyain mereka, “Merinding” ga kl denger lagu Indonesia Raya ???
    Itulah bozz….

    ipangs last blog post..Blok Situs Porno …?!?!?!??!

  14. amelia purba Says:

    ‘terlelapnya’ kita saat ini karena kurang nasionalis aja rakyatnya, banyak juga yang udah mental ‘minta-minta’ sehingga malas kalau disuruh bekerja lebih keras lagi

    korupsi dan kerusakkan moral bukan hanya di kalangan atas juga, tapi di kalangan kecil juga udah dianggap biasa (lihat aja kasus korupsi petugas2 busway), nanti kalo ditanya kenapa korupsi mereka hanya jawab karena terdesak kebutuhan hidup.

    well, gak bisa disalahin sepenuhnya, tapi salah ya tetep salah. mungkin kesannya gak jahat saya nulis gini (karena saya tak merasakan sepenuhnya kesusahan mereka), tapi kalau perbaikan moral gak dipupuk dari sekarang, mau jadi apa negara kita nanti?

    gak usah ribut2 untuk hal gak penting, buat bikin maju bangsa indonesia, pertama diperlukan kesadaran, dan kedua diperlukan kerja keras

    buat acara yg disponsorin trans tv kemaren (regardless buang2 duitnya), saya rasa mungkin maksudnya mereka ngadain itu buat ngingetin tau ke masyarakat indonesia bahwa ditengah masalah dan masalah dan masalah yang ada, kita ini bangsa besar yang bisa berbuat lebih. bukan hanya sekedar terlena mabuk kepayang dengan modal yg kita punya, tapi juga bisa mengusahakan sesuatu dari situ. :wink:

    soal bisa atau gak, saya optimis bisa. sekarang gmana soal kerja kerasnya aja, banyak kok generasi muda indonesia yang berkemampuan, tinggal diolah aja buat bikin indonesia yang maju.

    gmana bangsa mau maju kalo rasa nasionalis aja gak tertanam di diri masyarakatnya?

    amelia purbas last blog post..Gerakan Mahasiswa menentang BBM: cermin buruknya edukasi?

  15. adite Says:

    klu mnurut gue, yah hal2 kecil kaya gitu dimulai dari yang ga biasa jadi biasa Ki…
    dulu waktu gue baru masuk organisasi gue takjub dengan sistem modifikasi bon, bahkan ada yang pake bon palsu segala.. pertamanya gua mempertanyakan sama si oknum, ko bgini? ko bonnya brubah? gak baek tauk ngambil uang ini, de el el… lama2 bosen juga, ya udah jadi biasa aja gua ma yang bgini2an.. :cry:

    jadi korupsi itu udah jadi hal yang lumrah di indonesia..
    dosa? ntar aja kali yeeee tobatnya… :smile:
    adites last blog post..Mendadak Dangdut, Mendadak Heboh

  16. sherwintobing Says:

    @verdinand:
    Yap, keterlambatan bereaksi di masa lalu memang masih menghantui, ada baiknya kita bangkit lebih cepat. :D

    @jubel:
    Hehe, betul itu, harusnya pindah jalur, cuma kayaknya di analogi Offe ini ada pembatas jalurnya. :D
    Ngomong2 Oom gw juga pernah complaint soal kurangnya dana untuk penelitian seperti itu, hhmm.

    @Marisa:
    Sama dong, hehe, saya juga sebel sama religius fundamentalis. :lol: Lihat dikit sih di Internet video harkitnas, megah banget. :D

    @Nona Nieke:
    Teman saya juga bilang begitu, hehe. Mudah-mudahan kemegahan perayaannya gak menutupi makna hari itu sendiri. :D Wah, saya sih agak idealis kalau soal itu, mau bosan atau bagaimana ya tetep jam kantor buat kerja, hehe.

    @yonna:
    Tapi tidurnya mimpi buruk terus yon, gimana dong? :lol:

    @Calvin:
    Masalahnya memang di situ, sistem sudah terkontaminasi kebiadaban yang telah mengakar kemana-mana, bagaimana mereka mau berubah kalau 1) mereka sendiri tidak sadar pentingnya berbuah dan 2) mereka diuntungkan oleh keadaan tersebut.

    @grace:
    Sebuah jawaban yang sangat menarik memang, revolusi. Saya sendiri memandang momen jatuhnya Soeharto sebagai revolusi, sayang momen itu disiasiakan saja. Guilotine sangatlah pantas untuk mereka, bahkan eksekusi publik pun saya rasa pantas. :D

    @balidreamhome:
    Haha, jangan diganti ah namanya, nanti perumusan perubahan nama itu makan dana banyak lagi, belum lagi kemungkinan penyelewengan. :D

    @ipang:
    Pang, gw sih jujur merinding setiap denger lagu itu, dan kalau ditanya apa gw cinta Indonesia, gw rasa sih gw cinta. :D

    @amelia purba:
    Pertanyaannya sekarang, kenapa mereka bisa tidak nasionalis? :D

    @adite:
    Jangan dite, harus dikasih tahu itu, hahaha, jangan dibiarin lagi. :lol:

  17. Andika Says:

    @Adite
    Wah…jangan2 ini yang dimaksud dengan institusionalisasi nilai-nilai korupsi. Banyak dari kita yang menganut prinsip “benar karena biasa” dalam ngejalanin keseharian kita. Padahal belum tentu hal yang biasa kita lakuin *dan orang banyak lakuin* itu benar..ya ga sih?

    Andikas last blog post..Should Myanmar Be Invaded?

  18. Finally Woken Says:

    Kalau bicara “koreksi diri”, sebetulnya sudah banyak kog yang berusaha berjalan di jalur yang benar. Perusahaan multinasional misalnya, melarang keras suap dan korupsi. Dulu saya gak bisa makan siang dengan rekan-rekan Citibank karena saya vendor mereka, dan dianggap ‘ada mau’nya, even itu teman sendiri, kecuali mereka yang bayar (dan harus diapprove superior-nya, ngapain lu makan siang sama dia?). Kantor saya sebelum L’Oreal (bukan multinasional, sekedar private firm), bahkan sudah gak terima parcel, meskipun itu dikirim ke kantor dan untuk satu department dan cuma sekedar kue.

    Masalahnya di negara kita, tidak ada satu pun sistem kontrol yang jalan. Dari yang unit paling kecil saja, masa anak kecil umur 3 tahun dibiarkan nonton film dewasa? Ibunya dan bapaknya mikirnya apa? Kemudian perilaku “special-itis” dimana-mana: karena pejabat, harus lewat duluan, gak usah antri, kalau pejabat, kebal hukum, gak bisa ditilang kalau melanggar lampu merah… gak heran semua orang juga ingin diperlakukan ’special’ dan jadi nyatut-nyatut nama pejabat, adiknya lah, tetangga sepupu ibunya lah, dsb. Makin minggir ke daerah, makin hebat perlakuan yang diterima (seriously kata siapa jadi pejabat di daerah menderita? Wah pada kayak raja!). Walhasil hukum gak jalan.

    Yang lucu malah pemerintah suka membuat peraturan yang gak perlu. Saya dengar KPK (Komisi Pemeriksa Keuangan?) sekarang hobinya ’sidak’ ke pesta-pesta kawin, dan begitu selesai, guci isi ‘ang-pao’ harus dibuka dan dilaporkan jumlahnya sebagai daftar kekayaan. Ampyuun… Anggota DPR, kalau datang ke daerah, harus dapat treatment a la red carpet (dari BUMN atau pemerintah lokal), kalau enggak pasti marah dan cari masalah. Ehm, meskipun cari masalah pun, kadang suka lucu kalau dengar cerita dari kawan-kawan yang baru selesai dengar pendapat dengan anggota DPR. Masalahnya apaaa, nyerangnya apa. Susah kalau sudah begini, waktu berhari-hari habis, gak efisien kan?

    Saya prediksi, butuh satu generasi lagi lah, untuk membuat Indonesia menggeliat lagi. Generasi kita. Saya masih punya harapan kog terhadap Indonesia.

  19. domba garut! Says:

    Satu aja sih… Persistency and Consistency dari semua peraturan yang udah dibuat itu. Berenti dengan praktik aplikasi pengakan hukum yang tebang-pilih.. :D

  20. domba garut! Says:

    Satu aja sih… Persistency and Consistency dari semua peraturan yang udah dibuat itu. Berenti dengan praktik aplikasi penegakan hukum yang tebang-pilih.. :D

    Lepas itu, baru deh kita bisa jadi/punya generasi yang tidak tidur lagi…

  21. Calvin Michel Sidjaja Says:

    @andika
    ho oh banget tu bek. Satu hal yang paling sering dilupakan dalam melihat pola pemerintah adalah… kultur. Sayangnya, kalau kita menilai sesuatu dari kultur, hal tersebut bisa dianggap pandangan rasis atau etnosentris, padahal mungkiiiin ada nilai kebenarannya.

    Calvin Michel Sidjajas last blog post..TelkomselFlash: Layanan Internet Unlimited Setengah Hati?

  22. Toni Says:

    Integritas, mungkin itu hal yang sangat langka di negeri kita. Contoh yang diberikan Finally Woken adalah bagaimana seseorang diharapkan untuk menjaga kredibilitasnya, dan itu tidak bisa dibeli dengan uang. Nice reading here.

    Tonis last blog post..Pejabat kita memang kurang waras

  23. sherwintobing Says:

    @Andika dan Calvin:
    Benar itu, hehe. :D Ada cara menghentikan semua ini?

    @Mbak Anita:
    Wah, benar-benar pencerahan Mbak. Masih ada kepercayaan tapi kan, hehe. :D

    @Mas Luigi:
    Setuju Mas, memang harus begitu kalau sudah menyangkut peraturan. :D

    @Pak Toni:
    Benar Pak, permasalahannya kita sudah begitu menghamba pada uang saya kira.

  24. Baas Says:

    If i were not mistaken, minyak will up to RM3.15 in this July. i hope it will not be true…

    Baass last blog post..Seminar Perniagaan Internet’s update from JomSeminar

  25. achmadzaki Says:

    Saya pernah melakukan penelusuran…sebenernya masalah bangsa ini systemic. Oleh karenanya penyelesaiannya harus systemic. Temukan akar masalahnya…sehingga ga menyebabkan masalah lain. Kalo saya pikir akar masalahnya budaya. Jadi JBRB sudah menjawab masalah itu sebenernya…tinggal dikonsistenin aja tuh…he..he..cara ngrubah culture ya dengan pendidikan.

    Indonesia Bisa!!!

    achmadzakis last blog post..ITB kecolongan part I

  26. irene Says:

    Telat gw.

    Great article.

    We’re not sleeping. We’re in a comma.

    irenes last blog post..Knitting progress

  27. pushandaka Says:

    Sumber penyakitnya cuma korupsi. Semua niat baik pasti jadi berantakan karena terbentur budaya korupsi para pemegang kekuasaan..

    Apa kabarmu bro? :lol:
    pushandakas last blog post..DIRGAHAYU KEMERDEKAAN INDONESIA

Leave a Reply

 

Close
E-mail It